
Bab 27
Deg
Langkah Mayra terhenti seketika saat berhadapan dengan seorang pria yang berdiri di depannya tepat
Mata mereka saling bertemu namun lain dengan sebelum sebelumnya kini tatapan Mayra menajam dan berubah menjadi sinis
Mayra memutar bola matanya malas karena hari ini dia benar benar malas jika berhadapan dengan orang di depannya itu
"Mayra" sapa pria itu dengan wajah datar
Sedangkan Mayra menghembuskan nafas kasar dan berlalu melewati tubuh pria itu begitu saja tanpa membalas sapaan dari Ariel
Pria itu adalah Ariel entah ada angin apa hingga membuatnya ingin datang menemui Mayra
"Kenapa gue jadi ngerasa kehilangan ya setelah ngelakuin semua itu ke Mayra" gumam Ariel pelan
"Hey" sapa seorang wanita mengejutkan Ariel yang tiba tiba berdiri di belakangnya
"Enka apa apaan sih kamu" ucap Ariel risih dan pergi begitu saja
"Eh main di tinggal tinggal aja awas aja ya Ariel gue akan buat lo jadi milik gue selamanya lo cuma punya gue" ucap Enka dengan tersenyum licik
-
Di sebuah rumah yang cukup besar
"Ada apa ya pak" tanya seorang wanita paruh baya yang terkejut dengan kedatangan dua polisi ke rumahnya
"Bisa di panggilkan nona Jenny nya" ucap salah satu polisi itu
"Iya tapi jawab pertanyaan saya dulu ada apa kenapa ingin bertemu dengan anak saya" tanya wanita itu
"Mama" teriak Jenny dari arah dalam rumah yang sedari tadi mencari cari sang mama di seluruh sisi rumahnya
Hingga kini Jenny berhenti pada ruang tamu dan melihat mamanya berdiri di depan pintu membuatnya terheran heran karena dirinya tidak melihat siapa tamu yang datang karena terhalang oleh tubuh mamanya
"Ma" panggil Jenny dan berjalan keluar
"Aa... ada a...a..apa ya pak" tanya Jenny gugup
"Apa anda nona Jenny" tanya sang polisi
"I..iyya" jawab Jenny
"Maaf anda harus ikut kami ke kantor polisi" ucap polisi tersebut membuat mama Jenny terkejut dan membulatkan matanya tak percaya
Ada apa sebenarnya hingga anaknya harus di bawa ke kantor polisi
"Tapi anak saya salah apa pak" tanya mama Jenny
"Nona Jenny telah sengaja menabrak nona Mayra Kanaya Putri Mahendra hingga terjadi kecelakaan dan pergi begitu saja" jelas polisi tersebut
"Bener gitu Jen" tanya mamanya pada putrinya itu
Jenny menunduk tanpa mau menjawab pertanyaan mamanya
"Jawab mama Jenny" nada suara mama Jenny sudah naik satu oktaf membuat Jenny semakin ketakutan
"Mama kecewa sama kamu" Mama Jenny menyimpulkan jika semua itu benar atas keterdiaman Jenny yang tak berani menjawab pertanyaan dirinya
"Maaf ma" ucap Jenny memelas dengan mata berkaca kaca
"Apa alasan kamu"
"A... aku... aku gak sengaja" ucap Jenny terbata bata
"Pak tolong jangan tangkap saya pak" ucap Jenny meronta ronta karena kedua tangannya sudah di borgol oleh salah satu polisi tersebut
"Nanti bisa di jelaskan di kantor polisi"
"Ma!! Tolong aku ma" teriak Jenny
"Ma aku mohon bebaskan aku" pinta Jenny berharap jika kedua orang tuanya mau membantu dirinya agar segera di bebaskan
Karena bagaimanapun juga dirinya tidak ingin masa depannya hancur hanya karena dirinya masuk penjara