The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 15



Bab 15


Brruummm


Suara motor milik Sean yang terdengar begitu nyaring saat mengikuti mobil kakaknya yang pergi entah kemana


"Lo mau kemana sih" ucap Sean khawatir


Cittt


Pria itu terpaksa mengerem dengan mendadak karena terjebak lampu merah yang tidak bisa ia langgar. Sedangkan Mayra dia tetap melaju dengan kecepatan tinggi membuat Sean semakin khawatir jika kehilangan jejaknya


Menunggu sekitar satu menit akhirnya Sean kembali melajukan motornya namun lagi lagi kembali terhalang dengan kemacetan yang entah karena apa penyebabnya


"Siapapun yang buat lo kaya gitu akan habis di tangan gue" ucap Sean dengan penuh dendam


Bagaimana bisa Mayra yang selalu di manja dan di ratukan oleh setiap anggota keluarga di buat sefrustasi itu oleh seseorang yang pastinya bukan siapa siapa bagi Mayra


"Ada apa di depan kenapa macet" tanya Sean pada penjual koran keliling


"Ada kecelakaan di depan" ucap penjual tersebut dan kembali menjajakan jualannya


"Eyra" gumam Sean yang mendadak perasaannya tidak enak. Pria dengan seragam sekolahnya itu turun dari atas motor dan berlari ke arah depan untuk melihat siapa yang menjadi korban kecelakaan


Tubuh Sean seketika menegang saat melihat mobil seseorang yang dia kenal yang sudah tak lagi berbentuk akibat kecelakaan itu


"Eyraa!!!" teriak Sean dan berlari mendekati namun di cegah oleh beberapa warga


"Jangan mas sebentar lagi polisi dan ambulance akan datang" ucap salah satu warga dan tangannya langsung di tepis dengan kasar oleh Mayra


"Kalian gila!! Kalau menunggu mereka datang nyawa kakak gue udah hilang" teriak Sean tak terima dan langsung mendekati mobil Mayra


"Eyra hei bangun" ucap Sean dengan menahan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya


Dengan sigap Sean mengangkat tubuh Mayra dan tak lama ambilance beserta anggota kepolisian pun datang


Sean memasukkan tubuh Mayra ke dalam mobil ambulance. Namun Sean tidak ikut masuk saat melihat sebuah plat mobil yang terjatuh di dekat mobil kakaknya namun dia yakin sekali jika plat itu bukan plat mobil kakaknya


"Wanita itu sudah gila" gumam Sean dengan kesal namun saat ini hal itu tidak penting. Keselamatan nyawa kakaknya adalah prioritasnya


Sean kembali ke motornya dan melaju mengikuti ambulance yang membawa kakaknya


Sean menunggu di depan pintu ruang UGD dengan perasaan cemas. Tak lama ponselnya berdering karena mendapat panggilan dari sang mama


"Sean kamu tau dimana kakak kamu ponselnya gak aktif tiba tiba perasaan mama gak enak" ucap Diana dengan khawatir


"Ma..."


"Ada apa kau tau dimana kakakmu" tanya Diana


"Sabar dia pasti baik baik aja" ucap Rena yang mencoba menenangkan anaknya di seberang sana


"Gak bisa ma" ucap Diana karena perasaannya benar benar tidak enak dan feelingnya mengatakan jika terjadi sesuatu pada putrinya itu


"Se jawab mama kamu tau kan dimana kakak kamu dia baik baik aja kan jawab mama Se" ucap Diana beruntun


"Eyra sekarang..."


"Mayra kenapa"


"Eyra ada di rumah sakit karena kecelakaan" ucap Sean membuat gelas air minum yang ada di tangan Diana seketika terjatuh dan pecah berkeping keping


"Dimana rumah sakitnya" tanya Diana


"Rumah Sakit Sera Medika" ucap Sean


Diana langsung mematikan sambungan teleponnya dan berangkat menuju rumah sakit membuat sang mama bertanya tanya.


"Ada apa Din" tanya Rena


"Mayra kecelakaan ma dan dia sekarang di rawat di rumah sakit"


"Mama ikut" Rena dan Diana berangkat bersama menuju rumah sakit


Di tengah perjalanan Diana menghubungi suaminya dan menceritakan tentang kondisi Mayra saat ini


"Ada apa" tanya Delon yang ikut ke perusahaan bersama Rio


"Mayra kecelakaan" ucap Rio dengan wajah cemas


"Astaga"