
"Oh iya tuan besok kita harus ke London untuk memeriksa perkembangan perusahaan yang ada disana" ucap Kelvin pada Kaysar
"Baiklah"
"May kamu akan ikut denganku" ucap Kaysar
Mayra yang sedang duduk santai seketika menoleh saat mendengar Kaysar yang sedang berbicara pada dirinya
"Ah apa" tanya Mayra
"Kau akan ikut denganku ke London" ucap Kaysar mengulangi kata katanya
"Oh ok" ucap Mayra santai
"Kau bisa keluar" ucap Kaysar
Kelvin keluar dengan membawa berkas berkas yang sudah di tanda tangani oleh tuannya
"Apa kau hanya akan duduk santai seperti itu" ucap Kaysar
"Lalu aku harus apa kau juga tidak memberiku pekerjaan" ucap Mayra
"Buatkan aku kopi" ucap Kaysar dengan menatap layar laptop nya dan mengerjakan pekerjaannya
"Dimana" tanya Mayra polos
"Pantry lah" ucap Kaysar ngegas
"Sabar dong aku tau buat kopi di pantry tapi aku kan tidak tau dimana tempatnya huh" ucap Mayra kesal
"Ternyata kau cerewet juga ya" ucap Kaysar
"Enak aja bilang aku cerewet kamu tuh yang cerewet" balas Mayra tak terima
"Tanya saja pada sekretaris ku" ucap Kaysar santai
"Cepat dalam waktu lima menit harus sudah jadi" ucap Kaysar
"Kau pikir buat apaan hah dalam lima menit udah jadi" gerutu Mayra dan keluar dari ruangan Kaysar
"Mmm maaf pantry di sebelah mana ya" tanya Mayra pada salah satu sekretaris Kaysar
"Mari saya antar" ucap sekretaris utama Kaysar
"Terima kasih"
Setelah berada di pantry Mayra kebingungan kopi yang seperti apa yang di sukai oleh Kaysar sedangkan macam macam kopi saja ada banyak
"Nona apa kau ingin membuat kopi untuk tuan Kaysar" tanya seorang office boy
"Ah iya apa kau tau" tanya Mayra
"Biasanya yang membuat kopi adalah salah satu sekretaris tuan Kaysar" ucap pria itu
"Baiklah"
Mayra akhirnya berinisiatif membuat kopi yang biasanya dia minun dan dia sukai
Beberapa menit kemudian wanita itu masuk kembali ke dalam ruangan Kaysar dan terlihat pria itu tengah konsentrasi dengan pekerjaannya
"Ini" Mayra meletakkan secangkir kopi di meja pria itu
Kaysar mengambil cangkir tersebut dan hendak meminumnya namun ada yang berbeda
"Ini bukan kopi kesukaanku" ucap Kaysar
"Apa kau memberitahuku bagaimana kopi yang kau suka" ucap Mayra protes
Kaysar menghela nafas panjang "Ok aku lupa memberitahu dirimu" ucap Kaysar
"Itu kau tau cepat minum saja aku jamin kamu pasti suka" ucap Mayra
"Oh ya? Kalau aku gasuka gimana" tanya Kaysar
"Ya gak gimana gimana" ucap Mayra santai sambil duduk manis di atas sofa
Kaysar meminum sedikit kopi yang ada di cangkir itu. Senyum tipis seketika terukir di bibir pria tampan itu
"Gimana kau suka bukan" ucap Mayra menebak
"Hm lumayan sih rasanya" ucap Kaysar datar
"Bilang suka aja apa susahnya sih" ucap Mayra
"Iya aku suka udah puas" ucap Kaysar
"Suka sama apa" tanya Mayra menggoda Kaysar
"Suka sama kamu" ketus Kaysar seketika Mayra tertawa lepas
"Wajah kamu lucu banget kalau lagi kesal" ucap Mayra
Mayra tertawa dan tanpa sadar Kaysar sudah berdiri di depannya
"Oh ya?" tanya Kaysar dengan alis naik sebelah
Kaysar menunduk mensejajarkan posisi tubuhnya dengan pandangan Mayra
"Kalau seperti ini masih kau bisa bilang lucu" ucap Kaysar dengan menampakkan wajah datar nya
"Bukan lucu tapi gemesin" ucap Mayra dengan menahan tawanya sambil mencubit kedua pipi Kaysar lalu pergi memasuki toilet
Senyum tipis kembali terukir di bibir pria tampan itu. Belum pernah ada wanita yang seberani itu pada dirinya
Namun entah kenapa tingkah Mayra membuat dirinya penasaran