
Dalam waktu singkat Kaysar sampai di sebuah rumah sakit miliknya. Para perawat telah berjajar rapi menyambut sang pemilik rumah sakit sesaat setelah Kaysar mengabari untuk bersiap
"Lakukan yang terbaik aku tidak ingin dia kenapa napa" ucap Kaysar
"Baik tuan kami akan melakukan yang semaksimal mungkin" ucap Dokter Sendra, dokter pribadi keluarga Antararja
Kaysar duduk di ruang tunggu dengan perasaan cemas dan tak lama pria itu berdiri dan berjalan kesana kemari
Satu jam kemudian Dokter Sendra keluar dan langsung di todong pertanyaan oleh Kaysar
"Bagaimana keadaan istri gue dia baik baik aja kan? Dia gak kenapa napa kan? Kenapa kalian lama sekali menangani seperti itu saja" ucap Kaysar cemas
"Tuan Kaysar tenangkan dirimu dulu" ucap Dokter Sendra
"Jawab pertanyaan gue Sendra!!" bentak Kaysar
"Nyonya Mayra kehilangan banyak darah karena pecahan kaca itu dan dia harus mendapatkan donor darah" ucap Dokter Sendra
"Tapi tenang aja stok darah yang sama ada di rumah sakit ini" lanjutnya membuat Kaysar bernafas lega
"Syukurlah lakukan apapun yang terbaik untuk dia" ucap Kaysar
"Tentu saja"
Dokter Sendra pergi untuk menyiapkan segala keperluan dari pasiennya itu.
Satu jam kemudian Mayra telah dipindahkan ke ruang rawat VIP setelah memastikan kondisinya mulai membaik
"Siapapun yang telah melakukan ini semua akan merasakan akibatnya" gumam Kaysar dengan menggenggam jari jemari istrinya menanti wanita itu siuman
Mayra melenguh pelan dan mata cantik itu perlahan mulai terbuka menatap wajah Kaysar
"Hei sayang" sapa Kaysar dengan senyuman lebar
"Apa yang sakit" tanya Kaysar
"Gak ada hanya kepalaku sedikit pusing aja" ucap Mayra
Kaysar membantu wanita itu agar bisa duduk dengan nyaman
"Laper? Mau makan apa? Biar aku beliin" ucap Kaysar lembut
"Gak ada" ucap Mayra sambil merentangkan tangannya
Kaysar duduk di samping wanita itu dan memeluk Mayra sambil mengusap rambutnya dengan lembut. Mayra bersandar pada dada bidang Kaysar yang sangat nyaman baginya
"Bener gak laper" tanya Kaysar
"Siapa yang membuatmu seperti ini" tanya Kaysar
"Haruskan aku memberitahumu" tanya Mayra masih dengan memeluk erat suaminya
"Harus"
"Tapi aku yakin kau sudah tau semuanya" ucap Mayra
"Aku ingin kejujuran langsung dari mulut kamu" ucap Kaysar
"Netta" jawab Mayra singkat
Kaysar mengangguk wanita itu jujur memang Netta yang menjadi dalang dari semua ini
.
.
"Hah? Bagaimana bisa kontrak ini tiba tiba di batalkan" ucap Netta tak terima
"Maaf tapi itu keputusan kami"
Panggilan terputus secara sepihak membuat Netta menggeram kesal
"Arkhhhh"
Pyar
Model cantik itu membanting ponselnya ke dinding hingga pecah berkeping keping
Dalam sehari kontrak kerja yang sudah dia dapatkan tiba tiba terbatalkan semuanya.
"Ini pasti ulah Kaysar" ucap Netta dengan marah
"Awas aja kalian aku akan membuat perhitungan yang setimpal pada kalian" ucap Netta penuh penekanan
Wanita yang sedang frustasi itu mengambil kunci mobilnya dan pergi menyusuri jalanan dengan kecapatan tinggi
Hingga dia berhenti pada sebuah bar. Malam ini dia habiskan dengan minum minuman hingga mabuk
"Hei cantik" sapa seorang pria hidung belang
"Mau aku anter pulang" tawar pria itu
Netta yang merasa sudah tak sanggup menyetir akhirnya dia memberikan kunci mobilnya pada pria itu