
Bab 30
Ceklek
"Rio"
"Mayra kamu ada disini juga" tanya Delon yang melihat kedatangan cucunya di perusahaan
"Iya kek" ucap Mayra
Pertanyaan Rio tidak terjawab karena belum sempat Mayra menjawab Delon sudah masuk membuat Mayra lupa
"Oh iya soal pernikahan Vito gimana persiapannya" tanya Delon
"Udah hampir selesai semua tinggal sebar undangan aja" ucap Rio
Tok...tok...tok...
"Masuk" perintah Rio
Vito masuk ke dalam ruangan dengan membawa paper bag yang ada di tangannya
"Ada apa Vit" tanya Rio
"May kamu ada disini juga" Vito mengusap lembut puncak kepala adiknya
"Heem barusan aja sampek" ucap Mayra
Vito duduk di samping Mayra dan menatap papa serta kakeknya
"Undangan pernikahan aku sudah jadi dan tinggal di sebar aja" ucap Vito
"Oh ya? Coba lihat" Mayra mengambil satu undangan yang ada di dalam paper bag tersebut
"Bagus juga oh ya kak boleh gak aku minta undangannya beberapa buat undang temen temen aku" ucap Mayra
"Boleh kakak juga udah siapin undangan buat mereka" ucap Vito dengan tersenyum lembut
"Makasih kakak" Mayra memeluk tubuh kakaknya dan mengambil beberapa undangan untuk para sahabatnya
"Dan sebentar lagi acara pertunangan kamu May" ucap Delon seketika membuat mood Mayra anjlok
"Sebaik apa sih dia kek sampe sampe di jodohin sama aku" ucap Mayra kesal
"Kakek udah bertemu sendiri dengan dia dan dia keliatan baik kok dia juga sopan dan lembut perkataannya pokoknya dia pantes buat jadi pendamping kamu" ucap Delon
"Iya papa lupa soalnya kamu kan juga lagi meeting" ucap Delon santai
Rio hanya menghembuskan nafas kasar. Jadi disini yang sudah mengenal dan melihat orang yang akan di jodohkan dengan Mayra hanyalah Delon seorang. Rio dan Vito pun tidak pernah bertemu dengan orang itu bahkan namanya pun mereka tidak mengetahuinya
"Siapa sih namanya pa" tanya Rio
"Rahasia nanti kalian juga akan melihat dia saat acara pertunangan" ucap Delon dengan tersenyum
"Yaudah deh papa balik ke ruangan dulu" ucap Delon lalu pergi dari ruangan itu
"Pa.. kak..." rengek Mayra
"Udah kamu tenang aja kita tetap dengan rencana awal ok" ucap Rio dan diangguki dengan mantap oleh Vito
"Eh gimana kalau kamu mulai mengambil sedikit demi sedikit pekerjaan di perusahaan ini biar kamu juga punya banyak pengalaman" ucap Vito membuat perhatian Mayra teralih
"Boleh juga sekarang juga gapapa lagi pula cepat atau lambat aku harus terjun ke perusahaan bukan" ucap Mayra
"Pinter" ucap Rio dengan tersenyum
"Anak siapa dulu" ucap Mayra dengan tersenyum bangga
"Anak papa dong" Ketiga orang itu kemudian tertawa
"Yaudah yuk ke ruangan kamu kakak kasih tau apa yang harus kamu kerjain" ucap Vito
"Kita duluan ya pa" Mayra dan Vito keluar dari ruangan papanya dan beralih pada ruangan Mayra yang masih berada di lantai yang sama
"Uhh aku kangen banget sama ruangan ini" ucap Mayra dengan duduk di kursi kebesarannya
"Kangen tapi jarang kesini" cibir Vito dengan menaruh beberapa berkas di atas meja adiknya
"Ya kan aku mulai sibuk sama skripsi kakak" ucap Mayra
"Iya iya"
"Ini kamu yang handle proyek di Kalimantan ya kalau ada yang gak paham nanti tanya kakak" ucap Vito
"Tunggu kalau aku harus sibuk sama skripsi sedangkan proyek ini gimana" tanya Mayra
"Nanti kakak yang tangani kamu tenang aja ini itung itung buat kamu belajar" ucap Vito
"Ok"