The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 44



"Ariel ariel tungguin" rengek Enka dengan mengejar langkah Ariel


"Ada apa lagi sih" ucap Ariel kesal


"Huh kau tidak tau terima kasih ya untung waktu acara pertunangan kamu dengan Mayra batal ada aku disana yang bisa menyelamatkan keluarga kamu dari rasa malu" ucap Enka


Ariel menghela nafas panjang dan menatap Enka datar


"Ya terima kasih atas bantuanmu yang tidak pernah aku inginkan" ucap Ariel kasar


"It's ok karena sekarang aku adalah tunanganmu maka kapan kita akan menikah" ucap Enka


"Tidak akan pernah" ucap Ariel dingin lalu pergi


-


-


"Astaga bagaimana bisa ini terjadi" ucap Martin dengan membaca laporan keuangan perusahaannya yang kini sedang di ambang kehancuran


"Bagaimana? Sekarang kau melihat bukan jika aku mau maka perusahaanmu dalam seketika akan hancur" ucap Rio sambil masuk ke dalam ruangan Martin


"Kau gila!! Kau menghancurkan perusahaanku yang sudah lama aku bangun" ucap Martin dengan nada tinggi


"Karena kau yang menantang keluargaku" ucap Rio dengan senyum sinis


"Selamat berjuang semoga saja perusahaanmu itu tidak hancur" ucap Rio lalu pergi dari sana


"Arkhhhh aku menyesal telah mencaci maki keluarga Mahendra aku lupa jika keluarga itu bisa berbuat apapun untuk menghancurkanku" ucap Martin


"Ini semua karena kesalahanku bagaimana bisa aku merendahkan Mayra yang bisa membuat mereka marah bukannya mendapat bantuan dana kini aku di ambang kehancuran" teriak Martin dengan membanting seluruh barang barang yang ada di dekatnya


"Ada apa" tanya Erna yang baru saja masuk dan terkejut melihat ruangan suaminya yang berantakan


"Perusahaan kita sedang diambang kehancuran jika tidak ada yang menyuntikkan dana pada perusahaan kita maka sudah di jamin perusahaan ini akan hancur" ucap Martin


Erna membulatkan matanya tak percaya ucapaannya waktu itu benar benar membuat mereka hancur


"Lalu kita harus bagaimana" tanya Erna pada suaminya


"Kita harus mencari seseorang untuk membantu kita dengan menyuntikkan dana pada perusahaan ini" ucap Martin


"Bagaimana kalau Enka" ucap Erna memberi ide


"Enka? Siapa itu?" tanya Martin yang melupakan Enka


"Gadis yang menolong keluarga kita saat pertunangan itu gagal" ucap Erna


Martin mengangguk anggukkan kepalanya setelah mengingat siapa itu Enka


"Boleh juga" ucap Martin


"Baiklah kita pulang aku akan berbicara pada gadis itu" ucap Erna


-


-


"Ada apa tante meminta bertemu dengan saya" tanya Enka pada Erna


Kini mereka bertemu di sebuah cafe. Erna menghubungi Enka dan mengajak gadis itu untuk bertemu


Enka diam sejenak dan berpikir haruskah dia membantu keluarga Ariel


"Mmm ok tapi ada syaratnya" ucap Enka


"Apa itu" tanya Erna antusias mendengar tanda setuju dari Enka


"Aku harus menikah dengan Ariel secepatnya dan setelah aku menjadi istri Ariel aku akan menyuntikkan dana pada perusahaan kalian jadi semakin cepat pernikahan itu maka semakin cepat pula kalian mendapatkan dana yang kalian mau" ucap Enka


"Tante akan berbicara pada Ariel" ucap Erna


-


-


-


-


"Jadi apa pekerjaanku disini" tanya Mayra pada Kaysar


"Kau akan menjadi asistenku" ucap Kaysar


"What? Asistenmu?" tanya Mayra


"Iya kenapa? Kau gamau" tanya Kaysar


"Gak gitu ok aku mau tapi apa kau tidak punya asisten aku ragu jika kau memimpin perusahaan sebesar ini tidak punya asisten" ucap Mayra


"Sebenarnya aku punya asisten tapi kau juga akan tetap menjadi asistenku" ucap Kaysar santai dengan menatap layar komputer


Tok...tok...tok...


"Masuk" perintah Kaysar


Seorang pria masuk ke dalam ruangan Kaysar dengan membawa beberapa dokumen


"Pagi tuan ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani" ucap pria itu


Kaysar menandatangani berkas yang di bawa oleh pria itu dalam hitungan menit


"Oh ya kenalkan dia adalah Kelvin asisten aku" ucap Kaysar dengan menatap Mayra


"Hai" sapa Mayra ramah


"Siapa dia tuan" tanya Kelvin


"Dia asistenku" ucap Kaysar


Kelvin hanya mengangguk paham tanpa banyak tanya.


"Kelvin asisten tuan Kaysar" ucap Kelvin


"Aku Mayra" ucap Mayra


"Oh jadi namamu Mayra" ucap Kaysar yang baru mengetahui nama gadis yang di bawanya kemarin itu


Mayra hanya cengengesan dia lupa memperkenalkan dirinya pada Kaysar