The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 73



"Pernikahan harus segera di laksanakan kira kira kapan" tanya Rettha


"Kenapa secepat itu" tanya Rio


"Tuan Rio saya harap anda paham bagaimana kondisi musuh musuh kita di luaran sana" ucap Rettha


"Banyak sekali yang ingin menjatuhkan kita maka dari itu pernikahan Mayra dan Kaysar harus cepat di segerakan karena jika terlalu lama maka itu bisa bahaya untuk keluarga kita sendiri mereka semua bisa menyebar fitnah di luaran sana yang akan membahayakan nama baik perusahaan" sahut Leon


"Aku setuju" ucap Diana


"Bagaimana kalau dua minggu lagi" ucap Mayra


"Satu minggu lagi" sahut Kaysar dengan menatap Mayra sambil tersenyum


"Memangnya bisa?" tantang Mayra


"Bisa akan aku siapkan semuanya dalam satu minggu kita akan menikah satu minggu lagi persiapkan dirimu untuk menjadi nyonya Antararja" ucap Kaysar


Mayra menghembuskan nafas kasar. Tentu saja itu mudah bagi Kaysar untuk menyiapkan seluruh acara pernikahan dalam waktu singkat. Sebenarnya keluarganya juga bisa namun Mayra tidak ingin secepat itu


"Baiklah" ucap Mayra pada akhirnya


"Selama persiapan acara pernikahan kamu jangan keluar kemanapun atau menghubungi siapapun paham?" ucap Rettha dan diangguki oleh Mayra


"Lalu bagaimana aku mengundang teman temanku" tanya Mayra


"Tenang aja nanti om yang urus" ucap Leon


-


-


-


...H-2...


"Tuan Kaysar akan menikah?"


ucapan ucapan itu kini berdengung nyaring di antara kalangan bisnis yang begitu terkejut dengan acara pernikahan Kaysar yang akan di selenggarakan dua hari lagi di sebuah hotel mewah


Kini undangan telah menyebar ke ribuan orang yang akan menjadi tamu undangan di acara pernikahan megah itu


"Bagaimana bisa Kaysar menikah? Dengan siapa?" gumam seseorang


.


.


"Udah ini beneran Mayra mau nikah?" tanya Ara tak percaya


"Dia menghilang selama hampir dua tahun dan tiba tiba mau nikah?"


"Kenapa gak Mayra sendiri yang ngasih undangannya ya" gumam Mita


"Gatau"


"Tapi dia nikah sama siapa" tanya Raysa


Di undangan yang tersebar untuk kalangan bisnis Kaysar hanya tertulis Kaysar & M sedangkan untuk tamu dari keluarga Mahendra hanya tertulis K & Mayra. Meskipun undangan telah tersebar namun data pribadi masih menjadi privasi dan akan terungkap saat acara tersebut berlangsung


.


Seorang pria tengah memegangi sebuah kartu undangan yang di desain indah dengan tatapan nanar


"Kau akan menikah Mayra" gumam Ariel


"Bagaimana bisa kamu melupakan aku secepat itu"


"Kamu lupa sama perasaan ini? Aku masih disini aku masih sayang sama kamu" ucap Ariel


Enka masuk ke dalam ruangan Ariel dan melihat pria itu sedang termenung dengan menatap pemandangan luar


Mata wanita cantik itu memicing hal apa yang membuat Ariel seperti itu. Dengan perlahan Enka mendekati Ariel dan mengambil dengan paksa kartu undangan itu


"Enka kembalikan itu undanganku" ucap Ariel


Namun perkataan suaminya itu di hiraukan oleh Enka


"Mayra akan menikah?" tanya Enka setelah membaca kartu undangan tersebut


"Bagus dong jadi kamu gausah mikirin dia lagi" ucap Enka


"Dia menikah atau tidak aku tidak akan pernah mencintaimu Enka" teriak Ariel dan keluar dari ruangannya


Enka menatap undangan tersebut dengan lamat lamat


"Semoga kau menemukan kebahagiaan Mayra dan setelah dendamku tuntas aku akan mencari kebahagiaanku sendiri" ucap Enka


Air mata lolos dari mata indah Enka. Kenapa hidupnya harus seperti ini. Di liputi dengan rasa dendam namun hatinya tidak akan pernah rela jika keluarga pembunuh orang tuanya hidup bahagia