
Malam harinya Mayra tidur di sofa ruang keluarga tanpa mengganti pakaian. Bahkan seluruh pelayan yang ada di rumah itu seolah tak memperdulikan dirinya di saat dirinya bertanya tentang pria asing itu
Tap.. tap.. tap..
Suara sepasang kaki seseorang tengah menuruni anak tangga karena lelah seharian berada di dalam ruang kerjanya
Matanya memicing saat melihat seorang gadis tengah tertidur di sofa ruang keluarganya
"Astaga aku melupakan gadis itu" ucap pria itu
"Pelayan!!" teriak pria itu memanggil salah satu pelayannya
"Iya tuan"
"Siapkan salah satu kamar tamu" perintah pria itu
"Baik tuan" Pelayan tadi pergi sedangkan pria itu menggendong tubuh Mayra dan membawanya ke kamar tamu
"Kau bisa pergi" ucap pria itu pada pelayan yang tadi ia suruh
Pria itu meletakkan tubuh Mayra di atas ranjang dengan hati hati kemudian menyelimutinya
"Kau gadis yang berasal dari mana" gumam pria itu dengan memperhatikan wajah Mayra
Pria itu beralih pada sofa dan tanpa sadar dirinya terlelap di atas sofa tersebut. Hingga keesokan harinya saat sang surya mulai menampakkan sinarnya Mayra perlahan membuka matanya sambil menggeliat
Mata Mayra memicing menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam netra nya. Melihat kamar yang asing baginya membuat Mayra langsung terbangun dan menatap ke sekeliling hingga melihat seorang pria tengah tidur di atas sofa
"Arkkkhhhhh!!!" teriak Mayra membuat pria itu terbangun seketika
"Ada apa" tanya pria itu
"Kau siapa kenapa kau berada di kamarku kamu pasti mau macem macem kan" tuduh Mayra pada pria itu
"Heh kau mau kemana" tanya Mayra membuat langkah pria itu terhenti
"Kau lupa berada di rumah siapa hah" ucap pria itu enteng membuat Mayra menyadari jika dirinya sedang berada di mansion pria itu
Mayra menepuk keningnya bagaimana dirinya bisa lupa jika dia yang menumpang pada mansion pria itu dan dirinya malah menuduh pria itu macam macam pada dirinya
"Astaga Mayra kenapa bisa sebego itu sih udah numpang pake nuduh segala" ucap Mayra
Mayra menatap ke sekeliling dan menemukan jika ada kamar mandi di dalam kamar itu. Tubuhnya yang lengket membuat Mayra ingin mandi dan membersihkan tubuhnya
Wanita itu melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi itu. Selesai dari kamar mandi Mayra keluar hanya dengan menggunakan bathrob karena tidak mungkin jika dirinya kembali menggunakan pakaian pelayan yang ia gunakan untuk menyamar kemarin
Namun mata Mayra memicing saat melihat satu stel pakaian yang di letakkan di atas ranjang dengan rapi
Mayra tersenyum kemudian mengganti bathrob yang dia pakai dengan pakaian itu. Mayra yakin jika pria itu yang menyuruh pelayannya untuk menyiapkan itu untuk dirinya
Wanita itu keluar dari dalam kamar mandi dan duduk di depan meja rias menatap pantulan tubuhnya.
"Aku yakin bodyguard kakek pasti sudah menyebar untuk mencari ku jadi aku harus tetap menyamar" gumam Mayra dan memakai kaca mata tebal yang ia pakai kemarin kemudian menggulung rambutnya hingga memperlihatkan leher jenjangnya
Tok...tok... tok...
Mayra membuka pintu kamarnya dan seorang pelayan tengah berdiri di depan pintu
"Tuan sudah menunggu anda di meja makan" ucap pelayan itu lalu pergi
Mayra keluar dari kamar tamu tersebut dan pergi menuju meja makan. Karena luasnya mansion tersebut membuat Mayra sedikit kebingungan kemana dia harus pergi
Seorang pelayan datang mendekat dan mengantarkan Mayra ke ruang makan yang berada di lantai dasar