
Bab 8
Tak berselang lama setelah mendapat pesan dari Raysa, Ara dan Mita langsung mendatangi kantin untuk mengetahui keadaan Mayra
"Ada apa" tanya Ara
"Entahlah dia masih belum mau cerita" ucap Raysa
Ara dan Mita akhirnya duduk di samping dan depan Mayra. Wanita itu hanya menangis tanpa mau berbicara sedikit pun
"May" panggil Mita lembut dengan mengusap pelan bahu Mayra
"Coba cerita gak baik kalau di pendem sendiri" sahut Raysa
Mayra menatap satu persatu sahabat sahabatnya dan tangisannya semakin pecah kala mengingat bagaimana kata kata Ariel beberapa waktu lalu
Raysa mengusap lembut rambut Mayra mencoba untuk menenangkan wanita itu terlebih dahulu.
Setelah beberapa saat akhirnya Mayra tenang dan mulai bercerita dengan pelan pelan soal apa yang membuatnya hingga seperti ini
"Dia cemburu sama Sean?" tanya Raysa
"Hah!! Gila tuh orang matanya buta apa yakali Mayra selingkuh sama bocah SMA" ucap Mita kesal
"Lo gak coba jelasin" tanya Ara
"Udah tapi dia gak mau denger penjelasan gue" ucap Mayra
"Biar gue aja yang jelasin sama tuh anak" Mita beranjak dari duduknya dan pergi untuk menemui Ariel
"Lo tenangin diri dulu aja gue yakin Ariel akan percaya kalau Mita jelasin semuanya ke dia" ucap Raysa dan di balas anggukan kepala oleh Mayra
"Gue harap juga gitu" ucap Ara
Pesanan minuman yang di pesan oleh Raysa tadi datang di antar oleh seorang pelayan dan dengan cepat langsung di minum oleh Mayra
"Lo kaya gak minum setahun deh Ra" cibir Raysa
"Aus abis nangis" jawab Mayra enteng
Menunggu beberapa saat akhirnya Mita kembali namun raut wajah wanita itu membuat mereka bingung
"Ada apa" tanya Ara
Ketiga sahabatnya terlonjak kaget karena tiba tiba Mita menggebrak meja
"Astaga Mita!!" ucap Raysa kesal
"Ada apa" tanya Mayra
"Bener bener batu yah cowok lo sumpah udah gue jelasin sampe bibir gue berbusa juga sama aja dia tetep gak percaya" ucap Mita dengan kesal
Mayra menghembuskan nafas kasar mendengar pernyataan Mita yang ternyata Ariel juga tak percaya pada penjelasan sahabatnya itu
"Udahlah biarin aja nanti juga dia tau kalau dia salah paham" ucap Mayra pasrah
"Sorry ya May" ucap Mita
"Lo gak salah Mita" ucap Mayra dengan tersenyum
"Sekarang lo mau kemana" tanya Raysa
"Mau pulang sih kenapa emang" tanya Mayra
"Gimana kalau kita jalan jalan dulu ngemall gitu" ucap Ara memberi ide
"Nah mau gue omongin" ucap Raysa dengan terkekeh
"Boleh juga" ucap Mayra
"Gue gak di ajak" tanya Mita dengan mensiniskan pandangannya
"Ya di ajak dong yaudah ayo ayo tapi pake mobil sendiri sendiri ya biar nanti balik nya gak ribet" ucap Mayra
"Iya"
Dia juga butuh sesuatu yang dapat mengembalikan moodnya setelah dari kemarin mood nya hilang karena hal yang sama yaitu tentang Ariel dan perjodohan papanya
Saat ini dia penasaran siapa yang akan di jodohkan dengan dirinya. Bukan berarti dia menyetujui perjodohan itu Mayra hanya ingin mengetahui hal apa yang membuat papa nya memilihkan laki laki itu untuk menjadi pendampingnya karena dia yakin sekali papa nya tidak akan sembarangan dalam memilihkan pasangan untuk dirinya
Mereka berempat beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan area kantin setelah membayar pesanan mereka