
Seorang wanita cantik datang menghampiri Mayra dan Kaysar yang duduk di atas pelaminan
"Selamat untuk kalian berdua" ucap wanita itu dengan nada ketus
"Semoga pernikahan kalian bahagia" ucap Netta dengan nada sinis
"Terima kasih dan doa serta niat yang sama berbalik ke kamu" balas Mayra dengan tegas
Netta mengerutkan keningnya memandangi wajah Mayra intens
"Bukannya kau adalah asisten tuan Kaysar yang kita pernah bertemu di restaurant itu kan? Penampilanmu sungguh berbeda" ucap Netta
"Jangan pernah mengatakan dia adalah asisten saya dia istri saya" tegas Kaysar yang merasa jengah dengan perkataan Netta
"Maafkan aku tuan tapi bukankah itu kenyataan lalu bagaimana bisa selera anda adalah orang seperti dia" ucap Netta
"Sedangkan banyak model model cantik dan wanita cantik yang tak kalah jauh dari dia yang mengejar anda tetapi anda tolak" lanjut Netta
"Tapi bagi saya mereka semua kalah jauh dengan istri saya termasuk kamu" ucap Kaysar penuh penekanan
"Kau menolakku hanya demi sampah seperti dia" ucap Netta dengan marah sambil menunjuk Mayra
"Dia adalah berlian yang tertutup oleh tumpukan sampah" ucap Kaysar
"Dan salah satu contoh sampahnya adalah kau nona Netta yang terhormat" ucap Mayra dengan menurunkan jari Netta yang menunjuk pada arahnya
"Jangan pernah sekali kali merendahkanku jika tidak aku bisa mempermalukanmu di hadapan semua orang" ancam Mayra
"Pengawal!!" panggil Mayra
Dua orang pengawal mendekat ke arah tubuh istri Kaysar itu
"Bawa dia pergi dari acara ini" perintah Mayra dingin
Kaysar tersenyum melihat sikap tegas dan tidak bisa direndahkan pada diri Mayra
Setelah acara akad nikah di selenggarakan ditempat yang sama resepsi pernikahan Mayra pada malam harinya
Namun bedanya acara akad berlangsung di outdoor sedangkan acara respesi belangsung di dalam ruangan
Resepsi pernikahan di selenggarakan tak kalah mewah dari acara akad nikah. Acara pesta di langsungkan hingga pukul dua belas malam
"Aku ngantuk" ucap Mayra
"Yaudah kita tidur aja nanti biar mereka semua yang urus acara ini" ucap Kaysar lembut sambil menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar
Mayra dengan senang hati mengalungkan tangannya di leher Kaysar. Pria itu menurunkan tubuh Mayra di atas ranjang big size di salah satu kamar hotel khusus untuk keluarga. Kaysar beralih pada pintu dan mengunci rapat pintu tersebut
"Dimana Eyra" tanya Sean yang bingung mencari kakaknya
"Sama suaminya mungkin" ucap Vito
"Eh kamu mau kemana" cegah Vito
"Cari Eyra lah" ucap Sean enteng
"Udah duduk diem disini jangan cari Mayra apalagi Kaysar" ucap Vito
"Emang kenapa"
"Udah diem" ucap Vito
Mau tak mau akhirnya Sean duduk di samping Vito dan Tania
.
.
.
...dua hari kemudian...
Untuk pertama kalinya Mayra menginjakkan kakinya di mansion Kaysar dengan status sebagai istri dari pria itu.
Semua pelayan telah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan pasangan baru itu
"Dia Mayra istri saya saya ingin kalian menghormati dia sebagaimana kalian menghormati saya patuhi setiap perintahnya paham!!" ucap Kaysar dengan lantang
"Paham tuan"
Kaysar merangkul pundak istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam mansion. Semua pelayan menunduk hormat pada mereka berdua
Kaysar membawa Mayra ke lantai tiga menggunakan lift. "Sejak kapan ada lift disini kenapa selama ini aku tidak mengetahui ada lift di mansionmu" ucap Mayra
"Baru beberapa hari yang lalu aku memasangnya dulu aku tidak menggunakan lift karena mungkin bagiku tangga itu saja sudah cukup" ucap Kaysar
"Oh ya?" ucap Mayra dengan menatap Kaysar dengan senyum jahil
"Hentikan senyum jahilmu atau tidak kau akan berakhir menyesal" ucap Kaysar dengan alis naik
Mayra mengubah wajahnya menjadi datar kembali dan mengikuti Kaysar keluar dari dalam lift.
Ceklek
Kamar Kaysar dengan nuansa berbeda yang baru saja di rubah beberapa hari yang lalu. Kaysar menyiapkan ini semua khusus untuk Mayra
"Kau merubah semuanya?" tanya Mayra
"Iya aku harap kau suka" ucap Kaysar
"Tentu saja aku suka" ucap Mayra dengan duduk di sofa yang ada di kamar itu