The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 10



Bab 10


Mayra masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Matanya menatap langit langit kamar sembari berpikir apa yang harus dia lakukan agar perjodohan itu batal


"Huftt!!" Mayra bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Wanita itu mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin untuk menyegarkan pikirannya


Beberapa menit berada di dalam kamar mandi wanita itu keluar dengan menggunakan bathrob dan masuk ke walk in closet miliknya


Keluar dari ruangan yang penuh dengan barang barang mewah milik Mayra wanita itu sudah berpakaian lengkap dan rapi


Tok...tok...tok...


Mayra melangkah menuju pintu dan membuka pintu kamarnya. Ternyata Sean berdiri dengan tegap di depan pintu


"Ada apa" tanya Mayra


"Ikut gue ke taman belakang yuk" ajak Sean


"Ngapain gue mau tidur" ucap Mayra malas


"Yakin gamau? Yakali baru jam segini lo mau tidur Eyra" ucap Sean


"Gatau dah emang ada apa" tanya Mayra penasaran


"Gue punya ide sih buat lo gak jadi tunangan sama cowok itu" ucap Sean


Mayra menatap Sean dengan mata berbinar saat pria itu memberi tau jika dia mempunyai ide untuk membatalkan perjodohan itu


"Ayo" ajak Mayra dengan semangat


"Hadeh emang gak jadi tidur?" tanya Sean


"Entar aja" Mayra langsung menyeret tangan Sean dan membawanya ke taman rumah


"Cepet sekarang bilang apa ide lo" paksa Mayra dan duduk di bangku taman


"Emangnya lo gamau liat dulu siapa yang mau di jodohin sama lo gitu setidaknya untuk bertunangan dulu aja buat liat calon lo siapa tau cocok iya kan" ucap Sean bertanya


"No!! Gue gak perduli siapa calon gue" ucap Mayra


"Yaudah deh terserah lo"


"Iya sekarang apa ide lo" tanya Mayra


"Hah? Papa pasti malu nanti dan gue gamau hal itu terjadi" ucap Mayra


"Papa udah setuju dan nantinya lo bisa pergi sementara dulu terserah lo mau kemana asal..." ucap Sean menggantung


"Asal apa" tanya Mayra penasaran


"Asal jangan sampai lost contact sama kita nanti kita pantau dari sini buat jamin keadaan lo kita gamau nantinya lo di luaran sana terjadi apa apa" ucap Sean


"Gampang itu mah tapi... apa lo yakin papa udah setuju" tanya Mayra


"Hm" Sean mengedikkan bahunya membuat Mayra semakin ragu dengan jawaban dari adiknya itu


"Papa udah setuju apapun asal kamu bahagia papa akan lakukan" sahut Rio dari arah belakang sambil meletakkan selimut tebal di pundak putrinya itu karena saat ini Mayra menggunakan baju dengan lengan terbuka


"Bener?" tanya Mayra


"Iya"


"Maaf ya kalau nantinya papa malu gara gara aku" ucap Mayra


Rio dengan lembut mengusap rambut putri kesayangannya itu.


"Gak" ucap Rio dengan tersenyum


"Tapi kalau membiarkan Mayra berada di luaran sana sendirian aku gak setuju" ucap Vito


"Mama juga" ucap Diana yang berada di pihak putra sulungnya


"Lalu harus bagaimana" tanya Sean


"Lebih baik Mayra berada di salah satu vila kita aja gimana itu lebih menjamin keselamatan Mayra" ucap Vito


Rio dan Sean mengangguk setuju mereka juga sependapat dengan apa yang di ucapkan oleh Vito. Sedangkan Mayra dia hanya diam dan menurut saja asal perjodohan itu batal


"Bagaimana Eyra" tanya Sean


"Terserah kalian aja" ucap Mayra


"Nanti saat acara kau akan tetap ikut hadir agar mereka tidak curiga jika ini konspirasi kita untuk membatalkan acara itu" ucap Sean