The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 52



"Sekian presentasi saya semoga anda mau bekerja sama dengan perusahaan kami" ucap Mayra menutup presentasinya


"Baiklah saya setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan ini" ucap sang rekan kerja


"Terima kasih kami akan menyiapkan surat kontrak kerja sama nya" ucap Mayra


Wanita itu menjabat tangan sang rekan kerja sebagai tanda setuju. Rekan kerja Kaysar itu keluar dari ruangan meeting dan pergi dari perusahaan itu setelah melakukan kerja sama dengan perusahaan Kaysar


-


"Astaga aku melupakan jika aku ada meeting dengan Angkasa Corp" ucap Kaysar menepuk keningnya sendiri yang baru mengingat jika dirinya harus meeting


Kaysar berjalan cepat menuju lift dan naik ke lantai paling atas. Pria itu berjalan terburu buru menuju ruang meeting namun disana tinggal Mayra seorang diri


"Hey kau baru kembali kau kemana saja" ucap Mayra dengan menatap Kaysar sejenak


Namun saat melihat ada yang tidak beres dengan wajah Kaysar, Mayra kembali menatap namun kali ini dengan intens. Wanita itu berjalan cepat menghampiri Kaysar


"Ada apa dengan wajahmu" tanya Mayra sambil menyentuh luka di sudut bibir Kaysar


"Asshhh tidak apa apa" ucap Kaysar dengan menyentuh tangan Mayra sambil menatap manik mata wanita itu


"Tapi kau terluka"


"Aku tidak apa apa" ucap Kaysar menenangkan


"Mmm harusnya aku meeting dengan..."


"Kau tenang saja aku sudah menyelesaikan semuanya" ucap Mayra


Kaysar tersenyum dan menatap Mayra dengan lembut


"Ku bilang jangan pernah senyum itu bahaya" ucap Mayra membuat senyum di bibir Kaysar surut


"Aku percaya sama kamu keturunan Mahendra pasti bisa mengatasi hal seperti ini" ucap Kaysar


Mayra mengernyitkan dahinya bagaimana bisa pria itu tau jika dirinya keturunan keluarga Mahendra


"Aku mencari tau tentang dirimu ya walaupun sedikit sulit karena identitasmu sebagai anggota keluarga Mahendra yang benar benar terjaga" ucap Kaysar


"Oh"


"Keluarga yang memiliki perusahaan besar di Asia" puji Kaysar


Kaysar menarik tubuh Mayra dan memeluknya erat memberikan sedikit rasa tenang


"Biar ku obati lukamu" Mayra mendudukkan tubuh Kaysar di kursi yang ada di ruang meeting tersebut sedangkan dirinya mengambil kotak p3k


Dengan telaten dan hati hati Mayra mengobati luka Kaysar


"Tuan" panggil Kelvin langsung saat membuka pintu ruang meeting membuat Kaysar dan Mayra terkejut


Kelvin diam mematung sejenak dia merasa cemburu dengan kedekatan Mayra dengan Kaysar


"Ada apa" tanya Kaysar


"Maaf mengganggu tapi saya cuma mau melapor jika Bram sudah berada di kantor polisi" ucap Kelvin kemudian keluar


Pria itu masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu dengan keras. Kelvin memukul dinding dengan kasar hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah segar


"Gue cemburu tapi gue gak ada hak buat cemburu kenapa sakit banget liat Mayra deket sama tuan Kaysar" ucap Kelvin


"Ada apa dengan dia sikapnya aneh" ucap Mayra


"Entahlah aku gatau" ucap Kaysar


-


-


-


Setelah menghabiskan waktu dua minggu di London dan setelah semua urusan Kaysar selesai mereka bertiga kembali ke tanah air


"Huh capek banget" keluh Mayra sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan memejamkan matanya


Malam itu Mayra tidur dengan lelap karena tubuhnya merasa letih setelah menghabiskan waktu beberapa jam di dalam pesawat


Keesokan harinya Mayra bangun dengan badan yang lebih segar dari semalam. Wanita itu masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya


Selepas mandi Mayra duduk di depan meja riasnya. Wanita itu tak lupa memakai kaca matanya dan menggulung rambutnya hal itu seolah menjadi kebiasannya sekarang


"Dulu aku ingin kembali ke kediaman Mahendra tapi entah kenapa sekarang aku sudah merasa nyaman berada di dekat Kaysar" gumam Mayra