The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 64



"Bagaimana" tanya Kaysar


"Mayra tinggal di sebuah apartemen untuk info lengkapnya semuanya sudah ada disini" ucap Kelvin dengan meletakkan sebuah dokumen di hadapan Kaysar


"Kalau boleh tau sebenarnya ada apa mengapa Mayra tiba tiba pergi" ucap Kelvin hati hati


Kaysar mengambil dokumen yang di berikan oleh Kelvin. Beberapa potret Mayra terpampang disana membuat senyum tipis terukir di bibir Kaysar


Dia sedikit merasa lega melihat wanita itu baik baik saja.


"Mama datang ke mansion" ucap Kaysar datar


"Nyonya Rettha?" tanya Kelvin memastika


"Iya"


Kelvin mengangguk tanpa banyak bertanya lagi dirinya sudah paham tanpa perlu di jelaskan


-


-


Mayra membuka pintu kulkas dan terlihat kosong tanpa isi. Wanita itu menghembuskan nafas kasar


"Kayanya aku harus belanja deh" ucap Mayra


Gadis itu masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil tas nya lalu pergi dari apartemen miliknya itu.


Apartemen itu cukup luas namun memang tidak terlalu mewah yang terdiri dari dua lantai di lantai atas ada tiga kamar dan di lantai bawah ada dapur, ruang tamu, ruang makan dan ruang cuci


Mayra berjalan santai keluar dari apartemennya dan berpapasan juga dengan salah seorang penghuni apartemen di depannya.


"Eh hai" sapa orang tersebut


"Hai" balas Mayra dengan ramah sambil tersenyum manis


"Oh kenalin aku Andika aku penghuni baru disini baru semalem pindah" ucap Andika dengan mengulurkan tangannya


Senyum bersahabat terbit dari bibir pria itu. Wajahnya cukup tampan meskipun tidak setampan Kaysar yang memiliki wajah blasteran


"Mayra" ucap Mayra dengan membalas uluran tangan Andika


"Oh ya kau mau kemana" tanya Andika


"Aku akan pergi ke mini market sebentar untuk membeli sesuatu" ucap Mayra


"Baiklah" ucap Mayra


Mereka berdua masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai dasar dan pergi ke mini market yang ada di seberang apartemen


Mayra mengambil sebuah keranjang untuk barang belanjaannya. Wanita itu memasukkan beberapa barang yang dia butuhkan serta beberapa bahan masakan untuk ia masak nantinya


"Kayanya gak cukup deh mending pake troli" ucap Andika dan mengambilkan troli lalu membantu memindahkan barang barang Mayra dari keranjang ke troli yang ia ambil


"Makasih" ucap Mayra singkat dan melanjutkan belanjanya


Andika terus berjalan mengekor di belakang Mayra kemanapun wanita itu pergi. Mayra yang sedikit merasa risih akhirnya membalikkan badannya dan berucap


"Kau tadi bilang ingin membeli sesuatu kenapa kau terus mengikutiku" ucap Mayra


"Ini" ucap Andika dengan menunjukkan satu buah kaleng minuman pada Mayra


"Hanya itu" tanya Mayra memastikan dan Andika mengangguk polos


Mayra memutar bola matanya malas kemudian menatap Andika dengan tatapan mengintimidasi membuat pria itu memundurkan wajahnya


"Kau bukan orang jahat kan" ucap Mayra


"Ha?" Andika melongo mendengar ucapan wanita itu


"Aku bukan orang jahat" ucap Andika


Mayra memicingkan matanya sejenak kemudian melanjutkan belanjanya setelah ia rasa cukup dia pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran


"Totalnya satu juta tiga ratus" ucap sang pegawai


Mayra membayarnya dengan uang cash setelah itu menbawa belanjaannya keluar dari market tersebut


"Eh tungguin" ucap Andika dan langsung memberikan uang seratus ribu untuk membayar satu kaleng minumannya tanpa menunggu kasir itu yang menurutnya lama


"Apa lagi sih" ucap Mayra


"Kamu risih ya" ucap Andika


Mayra memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya


"Sorry" ucap Andika


"Iya gapapa" Mereka berdua kembali ke apartemen masing masing