
Bab 33
Tok...tok...tok...
"Masuk" ucap Mayra
Mama Tania dengan Diana masuk ke dalam ruangan itu untuk menjemput Tania.
"Putri mama sekarang udah dewasa ya udah jadi istri orang" Mama Tania memeluk putrinya dengan sangat erat
"Udah ayo" Tania dengan di dampingi oleh mamanya dan mama mertuanya serta Mayra yang berjalan mengekor di belakang mereka keluar bersama menuju tempat acara yang di langsungkan di tempat terbuka
Tania duduk di samping Vito dan di sambut dengan senyuman hangat dari pria itu. Vito mulai memasangkan cincin di jari manis Tania begitu pula sebaliknya. Tania mencium tangan Vito dan pria itu mencium kening istrinya dengan lembut seketika suara tepuk tangan riuh dari para tamu undangan menggema di sepenjuru ruangan
-
"Hey" sapa Mayra pada ketiga sahabatnya gang duduk satu meja
"Cantik banget sih kamu pake gaun itu" ucap Raysa yang mengagumi kecantikan Mayra. Di antara mereka berempat hanya Mayra lah yang kecantikannya tidak manusiawi benar benar cantik hingga tak jarang banyak sekali pria yang mengejar ngejar Mayra
"Iya dong siapa dulu... Mayra hahahah" ucap Mayra kemudian tertawa dan di sahuti tawa dari ketiga sahabatnya
"Eh kalian udah abis berapa piring" tanya Mayra penasaran dengan menyangga dagunya menggunakan tangannya
"Itu... baru sepuluh piring sih" ucap Raysa kemudian tertawa
"Jelas aja makanan disini udah pada habis semua" canda Mayra
Ketiga sahabatnya tertawa mendengar candaan dari Mayra
Beberapa saat kemudian adalah acara sesi foto bersama. Seluruh anggota keluarga mempelai baik dari wanita maupun laki laki berfoto bersama
Senyuman menghiasi bibir mereka semua karena di hari bahagia ini mereka bisa berkumpul bersama. Dan harapan semuanya adalah kebahagiaan ini tidak pernah menghilang dari hidup mereka
Dua hari kemudian
"Biasanya gak pernah telat kalau ke meja makan ini tumben tumbenan habis ngapain emang" sahut Sean ikut menggoda kakaknya itu
"Hustt kalian itu iseng banget ya" ucap Diana
"Duduk kita sarapan bareng" ucap Rio dengan tersenyum
"Makasih ma pa" ucap Tania dan duduk di samping suaminya
"Pernikahan Vito sudah selesai dan sekarang kita tinggal fokus dengan acara Mayra" ucap Delon sambil duduk
"Kek" sentak Mayra kesal jangan sampai mood nya hilang hanya karena kakeknya kembali membahas acara pertunangan sialan itu
"Mayra kakek pikir mulai sekarang kau harus bisa menerima pertunangan itu karena apapun yang terjadi kau akan menikah dengan pria pilihan kakek" ucap Delon tegas
"Tapi aku gak terima di jodohin aku bisa cari laki laki yang tepat untuk pasangan hidup aku dan kakek gak berhak untuk ikut campur dalam hal itu" ucap Mayra blak blakan karena kesabarannya telah terkuras habis.
"Kakek berhak mengatur hidup kamu karena kamu cucu kakek dan kakek mau yang terbaik untuk kamu" balas Delon
"Udah udah" ucap Rena berusaha menengahi perdebatan di antara kakek dengan cucunya
"Aku gak habis pikir sama kakek..." Mayra berdiri dari posisi duduknya dan kedua tangannya menyangga pada bahu meja
"Kakek bilang semua itu demi kebaikan aku oh ya? Bukankah itu kakek lakukan demi bisnis agar hubungan kerja sama antara perusahaan kakek dengan perusahaan dia berjalan lancar iyakan dan kakek meraup keuntungan yang banyak dari hal itu" ucap Mayra yang mengungkap semua isi hatinya
"Mayra" sentak Rio
"Pa aku udah cukup sabar selama ini bukankah sudah berulang kali aku bilang jika aku menolak perjodohan ini dan aku... dengan segala cara akan membatalkan acara itu" ucap Mayra tegas dan penuh penekanan kemudian pergi karena dirinya hampir telat untuk pergi ke kampus
Diana menatap kepergian putrinya dengan tatapan sendu kenapa hubungan harus hancur hanya karena sebuah keinginan dari satu pihak
"Sayang kamu jangan terlalu memikirkan tentang perdebatan tadi ok perselisihan dalam sebuah keluarga itu hal wajar" ucap Rena pada Tania dan di balas senyuman manis oleh wanita itu