
Bab 29
"Baiklah semoga kerja sama ini...."
Ceklek
"Gak tidak ada kerja sama apapun antara papa dengan dia" ucap Mayra tegas dan langsung masuk ke dalam ruangan papanya
Perasaannya tidak enak saat melihat mobil seseorang yang dia kenal tadi di bawah namun ia hanya menganggap mungkin itu mobil orang lain karena mobil seperti itu tidak hanya satu di dunia ini
"Mayra ada apa" tanya Rio terkejut
Mayra menatap wajah pria yang duduk di depan papanya dengan penuh amarah. Tatapannya tajam dan sinis tertuju pada pria itu
"Sayang" panggil Rio
Mayra menoleh dengan kasar hingga rambutnya yang terurai terkibas dengan keras
"Pa di perusahaan ini aku mempunyai hak kan" tanya Mayra memastikan
"Tentu saja" jawab Rio yang masih tidak mengerti kenapa putrinya mengambil keputusan sepihak seperti itu padahal sebelum sebelumnya dia tidak pernah ikut campur dalam urusan kerja sama dengan perusahaan manapun
Ya memang sebentar lagi Mayra juga akan ikut terjun dalam perusahaan dan dia sudah banyak belajar selama dirinya memasuki jenjang perkuliahan
"Maka aku juga berhak memutuskan apa yang berjalan di perusahaan ini kan"
"Dan aku tidak setuju papa berurusan dengan orang ini apalagi soal pekerjaan" ucap Mayra penuh emosi
"Iya tapi ada apa" tanya Rio
"Tidak ada kerja sama apapun antara perusahaan Mahendra dengan perusahaanmu" tegas Mayra
"May tapi lo gak bisa nyampurin urusan pribadi sama pekerjaan" ucap pria itu
"Gak!! Aku gak peduli apapun konsekuensinya aku terima lagian perusahaan ini juga gak akan bangkrut kalau gak bekerja sama dengan perusahaan kamu" ucap Mayra sinis
"Kenapa lo jadi berubah kaya gini kemarin kemarin kamu masih ngej...."
"Kemarin ya kemarin sekarang ya sekarang aku bukan Mayra yang dulu lagi inget itu" ucap Mayra memotong ucapan pria itu
"Ariel maaf atas ketidaknyamanan ini lebih baik kamu pergi dulu saya ikuti keputusan Mayra perusahaan Mahendra tidak akan bekerja sama dengan perusahaan kamu" ucap Rio tenang
"Tapi..."
"Maaf sekali lagi" ucap Rio
Akhirnya mau tak mau Ariel keluar dari ruangan itu dengan tidak membawa hasil apapun padahal sedikit lagi dia akan berhasil untuk bekerja sama dengan perusahaan Mahendra perusahaan besar yang ternyata milik keluarga Mayra, wanita yang dia sakiti hatinya
"Aku tidak menyangka jika Mayra adalah putri tuan Rio Mahendra dan kenapa aku tidak menyadari jika nama Mayra membawa marga keluarga Mahendra" ucap Ariel dan pergi dari perusahaan besar itu
"Hey Mayra ada apa kenapa kamu tiba tiba bersikap kaya gini" tanya Rio penasaran
"Gak ada apa apa pa" ucap Mayra berbohong
"Bohong sekarang jujur sama papa kamu ada masalah apa sama dia" tanya Rio
"Gak ada apa apa pa tapi aku gasuka kalau dia bekerja sama dengan perusahaan ini" ucap Mayra
"Memangnya kenapa"
"Papa gak perlu tau alasannya tapi papa harus janji sama Mayra kalau papa tidak akan berhubungan dengan orang itu" ucap Mayra kesal
"Iya papa janji" ucap Rio berjanji pada putrinya
"Tapi bilang sama papa ada apa" tanya Rio
Ceklek
"Rio"
"Mayra kamu ada disini juga" tanya Delon yang melihat kedatangan cucunya di perusahaan
"Iya kek" ucap Mayra
Pertanyaan Rio tidak terjawab karena belum sempat Mayra menjawab Delon sudah masuk membuat Mayra lupa