The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 62



Seorang wanita anggun yang menyandang status nyonya Antararja berjalan pelan mendekati seorang wanita yang tengah duduk santai di taman belakang


"Mayra" panggil mama Kaysar membuat Mayra yang sibuk berkutat dengan tablet nya menoleh menatap seseorang yang tengah memanggil namanya


Wanita itu duduk di kursi samping Mayra tetap dengan tatapan datar dan dingin


"Ada apa nyonya Rettha" tanya Mayra membuat sang empu menoleh dan mengernyit bingung


"Jadi? Kau ternyata mencari tau tentang diriku" ucap Rettha dengan senyum miring


Mayra berdiri dari duduknya dan berjalan beberapa langkah ke depan


"Bukankah aku harus mencari tau siapa yang menjadi lawan mainku" ucap Mayra


"Bukankah begitu Nyonya" tegas Mayra dengan menatap Rettha lekat


Tidak ada tatapan takut sama sekali berhadapan dengan nyonya Antararja itu. Rasa gentar? Itu tidak ada dalam benak putri Mahendra


Rettha tersenyum tipis kemudian kembali memasang wajah datar


Rettha berdiri dan berjalan mendekati Mayra. Wanita berstatus mama Kaysar itu berdiri sejajar dengan tubuh Mayra


"Ok kau tau aku adalah Mama dari Kaysar" ucap Rettha


"Lalu?" tanya Mayra


"Jika aku memintamu untuk menjauhi Kaysar dan pergi dari kehidupan putraku apakah kau menuruti perintahku" ucap Rettha


Deg


Pergi dari kehidupan Kaysar? Mayra tidak rela itu. Wanita cantik yang masih dengan penyamarannya itu menunduk air mata mengalir di balik kaca mata yang dia pakai


Namun dengan segera Mayra menghapus air matanya itu


"Maaf tapi saya adalah asisten tuan Kaysar jadi saya tidak akan pergi tanpa persetujuan dari tuan Kaysar" ucap Mayra tegas


Wanita dengan mengangkat wajahnya tinggi itu menjawab meskipun hatinya ragu apakah Kaysar akan mencegah dirinya untuk pergi


"Tapi kau bekerja di perusahaan putraku dan aku berhak untuk memerintah dirimu" ucap Rettha dengan memandang Mayra


"Saya tidak bekerja di perusahaan K & M Corporation" ucap Mayra santai


Rettha mengernyitkan dahinya tak mengerti "Maksud kamu?" tanya Rettha


"Saya bekerja dengan tuan Kaysar bukan dengan perusahaan tuan Kaysar" ucap Mayra dengan menatap balik Rettha


"It's ok aku yang akan meminta Kaysar untuk memecat dirimu" ucap Rettha santai dan masuk ke dalam mansion


Mayra berjalan menyusul mama Kaysar itu dan berjalan mengekor di belakangnya hingga merka berdua berhenti di ruang keluarga dimana Kaysar sedang fokus bekerja


"Mama" ucap Kaysar membeo


"Ada apa" tanya Kaysar


"Pecat Mayra" ucap Rettha datar dan dingin


"Ma!! Mama gak bisa seenaknya kaya gitu Mayra bekerja dengan aku dan aku tidak akan pernah memecat Mayra apapun yang terjadi" ucap Kaysar menantang


"Mama bisa melakukan apapun yang mama mau" ucap Rettha dengan nada yang mulai meninggi


"Tapi mama tidak bisa berlaku seenak mama soal kehidupan Kaysar ma" ucap Kaysar menantang sang mama


"Pecat Mayra sekarang juga Kaysar!!" bentak Rettha


"Gak!!" bantah Kaysar


Mayra menatap pertengkaran itu dengan perasaan hancur. Seorang anak dengan ibunya bertengkar hanya karena dirinya


"Jangan jadi anak durhaka kamu!! Pecat Mayra!!" bentak Rettha


Kaysar yang hendak mengucapkan sesuatu langsung terdiam. Bagaimana bisa dirinya membentak sang mama yang telah melahirkannya dengan penuh perjuangan


Pria itu menunduk dalam. Hal yang tidak pernah dia lakukan. Bagaimana dirinya bisa memilih di antara dua wanita yang dia sayangi


Dia menghormati Rettha sebagai mamanya sedangkan cintanya kini terpatri pada sosok Mayra


"Pecat dia" ucap Rettah penuh penekanan


Kaysar menatap Mayra dalam. Mata wanita itu juga berkaca kaca sama seperti dirinya. Hati mereka sama sama hancur


"Mayra kamu..." ucap Kaysar menggantung


Gak!! Kaysar tidak sanggup untuk melakukan ini


"Pecat dia" ucap Rettha lagi


"May kamu... Aku pecat" ucap Kaysar pada akhirnya dan satu air mata lolos dari pelupuk matanya


Darrrr


Bagai di sambar petir air mata Mayra lolos begitu saja tanpa di minta. Jika dirinya telah di pecat maka dirinya mulai detik ini akan jauh dengan Kaysar


Entah sejak kapan hatinya mulai jatuh cinta pada pria itu. Namun kini dirinya harus terluka lagi karena cintanya


Kenapa dirinya harus selalu gagal soal percintaan


"Baiklah saya berterima kasih atas selama ini tuan Kaysar saya pamit" ucap Mayra dan pergi ke dalam kamarnya untuk mengambil barang barangnya