
Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah gedung pencakar langit yang Mayra yakini adalah perusahaan pria itu
Wow ternyata dia pembisnis juga batin Mayra
...K & M Corporation...
Tulisan yang tertulis jelas di depan gedung tersebut. "Kau seorang pengusaha" tanya Mayra pada pria di sampingnya itu
"Iya kenapa? Kau ingin mendekatiku dan mendapatkan seluruh hartaku?" tuduh pria itu dengan nada sarkas
"Hey aku tidak gila harta ya sebanyak apapun hartamu akupun tidak mau" ucap Mayra dengan ketus
"Heh wanita zaman sekarang gak mungkin gak mandang harta" tuduh pria itu lagi
"Buktinya ada tuh" ucap Mayra menantang
"Siapa?"
"Gue" ucap Mayra bangga
Pria itu menggelengkan kepalanya seolah tak percaya dan berjalan masuk ke dalam perusahaan miliknya itu
"K & M kaya singkatan atau inisial dari nama seseorang emang tuh orang namanya siapa sih" ucap Mayra penasaran
Mayra berjalan mengekor di belakang pria itu yang masuk ke dalam perusahaan dan di sambut dengan ramah oleh para karyawan sama halnya seperti dirinya saat memasuki Mahendra Corp
"Selamat datang tuan"
Mereka berdua memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai paling atas
Ting
Pintu lift terbuka dan mereka berjalan keluar dari dalam lift itu. Karena reflek atau apa mereka keluar bersamaan membuat tubuh mereka sama sama terjepit di pintu lift
"Kau apa apaan sih" ucap pria itu dingin
"Ada apa lagi? Aku salah lagi" tanya Mayra
"Iyalah kamu tunggu dulu aku yang keluar duluan jangan ikut ikut" ucap pria itu datar dan berjalan keluar dari lift
Namun setelah pria itu keluar Mayra tak kunjung keluar sampai pintu lift kembali tertutup. Pria itu membalikkan badannya dan tak menemukan Mayra
"Kemana gadis kampung itu" ucap pria itu mencari sosok Mayra
"Huh" Pria itu memencet kembali tombol lift dan pintu kembali terbuka memperlihatkan Mayra yang diam mematung
"Kenapa gak keluar" tanya pria itu kesal
"Kan sesuai perintah anda tuan" ucap Mayra dengan wajah cemberut
"Keluarlah" ucap pria itu
Kali ini dirinya harus benar benar ekstra sabar menghadapi seorang wanita. Mayra keluar dari dalam lift dan berdiri di hadapan pria itu.
"Ikut denganku" ucap pria itu
"Kemana" tanya Mayra membuat pria itu mendekatkan wajahnya dan menatap lekat manik mata Mayra
Jika di lihat dari matanya dia terlihat sangat cantik tapi apa yang membuatnya berbeda batin pria itu
"Tinggal ikut saja jangan banyak tanya" Pria itu berjalan pergi dan Mayra berjalan mengekor di belakangnya
Mayra dan pria itu berjalan masuk ke ruangan yang bertuliskan Ruangan CEO. "Duduk di sofa itu" perintah pria itu dan Mayra menurut saja dirinya duduk di sofa dengan tenang
"Kaysar Rahendra Putra Antararja" ucap Mayra membaca papan nama yang ada di atas meja kerja pria itu
"Jadinya namanya itu terus di panggil siapa" ucap Mayra
"Kaysar" sahut pria itu
"Nama gue Kaysar panggil gue Kaysar" ucap Kaysar dan meletakkan kotak p3k di atas meja yang baru saja ia ambil
"Oh ok tuan Kaysar" ucap Mayra dengan tersenyum dan mengambil kotak p3k tersebut
Kaysar duduk di kursi kebesaraannya dengan memperhatikan setiap gerak gerik Mayra yang tengah mengobati lukanya
Namun saat Mayra berusaha membalut lukanya wanita itu mulai sedikit kesulitan membuat Kaysar reflek mendekati Mayra dan membantunya
"Gini aja gabisa" cibir Kaysar
"Enak aja" ucap Mayra tak terima
"Ya emang dasar lemah" ucap Kaysar dengan tersenyum tipis. Entah kenapa dirinya sangat senang sekali mengerjai wanita itu
Mayra mengambil kotak obat itu dan melemparkan pada Kaysar dengan kesal
"Assshhh" ringis Kaysar
"Eh? Sakit ya? Maaf maaf" ucap Mayra dengan meniup kening yang terkena lemparan kotak p3k tadi
"Sakit kamu tuh" ucap Kaysar membuat Mayra mengernyit
"Kalau kaya gini siapa yang lemah" ucap Mayra dengan tersenyum begitu manis
Aduh manis banget kaya gula batin Kaysar