The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 36



Bab 36


"Selamat datang tuan Delon" sapa seorang pria pada Delon


"Terima kasih oh ya anak kamu mana ini cucu ku" ucap Delon dengan memperkenalkan Mayra


"Cantik juga" ucap pria itu mengamati Mayra dan di balas senyuman tipis oleh wanita itu


"Aku ke toilet dulu" ucap Mayra dan pergi meninggalkan gedung acara


"Cepat kembali" ucap Rena dan di balas senyuman tipis oleh Mayra


Mungkin tidak nek aku tidak akan kembali secepat itu sampai kakek benar benar akan membatalkan acara perjodohan ini batin Mayra


Sean dan Vito menatap Mayra dengan senyuman tipis sambil menganggukan kepala. Diana memeluk sebentar putrinya itu namun tak ada seorang pun yang menyadari hal itu


Sebuah Villa yang berada di luar kota sudah disiapkan untuk tempat persembunyian Mayra sementara. Mereka semua akan terus mendukung Mayra asal wanita itu bahagia


Perlahan langkah kaki wanita berparas cantik itu menjauh dari para tamu dan juga anggota keluarganya. Bukan toilet tujuannya saat ini namun Mayra justru masuk ke dalam lift dan turun ke lantai dasar


Deg


Senyum lebar yang semula menghiasi bibir Mayra perlahan memudar karena melihat sekumpulan orang berpakaian hitam berdiri di depan pintu untuk menjaga. Mayra yakin sekali jika itu adalah bodyguard kakeknya


Tadi saat mereka baru saja datang mereka belum ada hingga membuat rasa percaya diri Mayra jika akan berhasil kabur tinggi


"Astaga bagaimana ini" ucap Mayra gusar


Mayra berjalan mundur perlahan agar mereka semua tidak melihat dirinya. Dia yakin jika dirinya keluar maka mereka semua akan melarangnya dan membawa dia kembali ke ballroom hotel


Bruk


"Astaga maaf" ucap Mayra karena tanpa sengaja dirinya menyenggol seorang pelayan hotel.


"Iya tidak masalah lain kali hati hati" ucap pelayan itu dan pergi


Kejadian singkat itu terbesit sebuah ide di dalam kepala Mayra. Wanita itu pergi ke sebuah ruangan dan berbicara beberapa menit lalu keluar sudah dengan pakaian pelayan hotel


"Mereka tidak akan mengenaliku" ucap Mayra dengan senyum mengembang


Dengan hati was was Mayra melewati sekumpulan bodyguard itu takut jika mereka mengenali dirinya


"Tunggu" cegah seorang bodyguard membuat tubuh Mayra membeku seketika


"Minuman untuk kami mana bukankah tadi tuan Delon sudah memerintah untuk menyiapkan minuman untuk kami" tanyanya


"Sa.. saya tidak tau" ucap Mayra gugup semakin menimbulkan kecurigaan


"Bagaimana bisa kau tidak tau sedangkan kau adalah pelayan disini" ucap pengawal tersebut


Mayra terus menunduk untuk menutupi wajahnya meskipun dirinya sudah memakai masker untuk menutup sebagian wajahnya


"Tunggu jangan jangan...." pengawal tadi membuka masker Mayra dengan paksa seketika wajah Mayra dikenali oleh mereka semua


"Nona Mayra" teriak pengawal itu


Mayra dengan sekuat tenaga langsung berlari menjauh agar tidak tertangkap oleh bodyguard kakeknya.


"Nona jangan lari" teriak pengawal itu sambil berlari mengejar Mayra bersama rekannya


Namun karena terlalu takut Mayra mengambil jalan yang salah seharusnya dirinya pergi ke arah barat namun kini dia berlari ke arah timur sangat jauh dengan tempat dimana mobil yang disiapkan Vito untuk dirinya


Nafas Mayra mulai tidak teratur karena kecepatan larinya. Mau tidak mau dia harus berhenti


Mayra berhenti di sebuah basement parkir yang ada di sebelah timur dan akhirnya bersembunyi di balik sebuah mobil


"Dimana nona Mayra tadi"


"Berpencar cari sampai ketemu"


Beberapa pengawal tersebut yang jumlahnya cukup banyak memencar ke seluruh area parkir. Mereka semua benar benar teliti dan melihat ke arah sela sela mobil membuat Mayra semakin ketakutan karena dirinya pasti akan ketahuan jika dia hanya bersembunyi di balik sebuah mobil


Akhirnya mau tak mau dirinya masuk ke dalam sebuah mobil mewah. Mungkin keberuntungan berada di pihaknya mobil tersebut tidak terkunci


Mayra duduk berjongkok agar tidak terlihat di bawa kursi agar tidak terlihat dari luar sambil mengatur deru nafasnya