The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 22



Bab 22


Seorang pria duduk dengan santai di atas sofa sambil menghirup cerutu yang ada di tangannya. Sedangkan tangan satunya memegang ponsel melihat tranding topik di sosial media


"Tunggu ini kan mobil Mayra" gumam Ariel yang langsung duduk dengan tegak dari posisi bersandarnya


"Dia kecelakaan?"


"Apa gara gara dia frustasi karena mendengar ucapanku kemarin"


Entah kenapa dia merasa bersalah karena ucapannya semalam yang hingga membuat Mayra sampai seperti itu


"Apa aku ke rumah sakit aja ya jenguk dia" ucap Ariel


"Ah enggak deh"


"Tapi..."


"Arkhhh sial kenapa gue jadi serba salah begini"


"Tapi tunggu buat apa juga aku mikirin dia"


"Ah bodoamat"


Ariel mematikan cerutunya dan pergi menuju kolam renang. Pria itu menceburkan tubuhnya ke dalam air untuk menyegarkan pikirannya


Ariel mengguyur rambutnya yang basah ke belakang dan bersandar pada pinggiran kolam


"Kenapa gue jadi merasa bersalah begini" ucap Ariel


"Apa gue keterlaluan"


"Dan dari kemarin kemarin juga aku cuekin dia tanpa mau denger penjelasan dia"


"Tapi apa masuk akal jika alasan dia kalau cowok itu adiknya" ucap Ariel berperang dengan isi pikirannya sendiri


"Bik!!!" teriak Ariel memanggil pelayannya


"Bibik!!!"


"Iya tuan"


"Bawain gue segelas orange juice" ucap Ariel dan kembali berenang


Pelayan tadi mengambilkan minuman apa yang diinginkan oleh Ariel kemudian meletakkannya di atas meja yang ada di dekat kolam


Ariel keluar dari dalam air dan meminum minumannya dengan sekali tenggak hingga habis tak tersisa


"Siapa" tanya Ariel


"Hey" sapa seorang wanita dengan berpakaian ketat hingga menampilkan lekuk tubuhnya


"Enka" gumam Ariel sambil meletakkan gelas yang isinya sudah ia minum hingga habis tadi ke atas meja


"Ngapain lo kesini" tanya Ariel datar


"Jangan marah marah dong" ucap Enka dengan mendekati Ariel


Ariel meraih handuk yang sudah disiapkan oleh pelayannya dan mengusap wajahnya serta rambutnya menggunakan handuk tersebut


"Gue tanya lo ngapain kesini" tanya Ariel sekali lagi


"Gue denger denger lo akan di jodohin sama seseorang" ucap Enka sambil duduk di atas kursi yang ada di dekatnya


"Ya emang bener" ucap Ariel


"Terus?" tanya Ariel


"Berarti lo putus sama si Mayra" tanya Enka


"Emang"


"Bagus sih lo udah putus tapi gue gak suka kalau lo nerima perjodohan itu" ucap Enka


"Emang lo siapa gue"


"Gue suka sama lo Ariel gue suka sama lo dari dulu sejak kita di bangku SMA tapi lo gak pernah nerima gue malah yang lo terima si Mayra sialan itu" ucap Enka marah


"Itu hak gue dong mau sama siapa" ucap Ariel santai dan pergi masuk begitu saja


"Arkhh sial pokoknya lo harus jadi milik gue Ariel gue harus tau siapa cewek yang akan di jodohin sama lo" ucap Enka


"Bik usir wanita gila itu dari rumah saya" perintah Ariel dan menaiki tangga satu persatu untuk masuk ke dalam kamarnya dan bersiap pergi ke kampus


"Baik tuan"


Pelayan tadi berjalan menuju kolam renang dan menemui Enka yang duduk santai di atas kursi


"Dimana Ariel" tanya Enka


"Tuan Ariel minta non pergi dari sini" ucap pelayan itu


"Sial dia ngusir gue sekarang awas aja lo Ariel akan ku buat lo jadi milik gue selamanya" gumam Enka dan pergi dari rumah Ariel karena sang pemilik rumah sudah mengusir dirinya