The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 71



Ponsel Kaysar berdering membuat sang pemilik ponsel dan Mayra menoleh


"Siapa" tanya Mayra


"Mama" ucap Kaysar


"Bentar aku angkat dulu" ucap Kaysar dan Mayra mengangguk


"Hallo ma" ucap Kaysar


"..."


"Memangnya kenapa" tanya Kaysar


"..."


"Baiklah" ucap Kaysar dan memutus sambungan telepon


"Ada apa" tanya Mayra


"Mama memintaku membawamu ke mansion papa juga ada di mansion" ucap Kaysar


"Tapi..." ucap Mayra ragu


"Percaya sama aku ok kamu gak perlu khawatir" ucap Kaysar meyakinkan Mayra


Mayra menghembuskan nafas perlahan kemudian mengangguk. Tangan mungilnya di gandeng oleh Kaysar masuk ke dalam mobil sport merah milik Kaysar


Dalam beberapa menit mereka sampai di mansion Kaysar. Kini Mayra kembali menginjakkan kakinya pada bangunan megah tersebut


Kaysar memeluk Mayra sejenak untuk menenangkan wanita itu yang tampak sedikit gugup


"Semuanya akan baik baik aja ok" ucap Kaysar


Mereka berdua masuk ke dalam mansion dan benar saja Rettha dengan Leon sudah menunggu kedatangan Mayra dan Kaysar. Mereka berdua sama sama memasang wajah datar dan dingin hingga menciptakan suasana sedikit horor


Mayra menatap satu persatu wajah kedua orang tua Kaysar kemudian menatap wajah Kaysar. Oh gila dia berada di tengah orang orang berwajah dingin


Haruskah dia menjadi dingin juga lama lama dirinya akan berubah menjadi es karena sikap dingin mereka


"Duduk" perintah Rettha dengan datar


Kaysar dan Mayra duduk di hadapan Rettha dan Leon. Hening beberapa saat kemudian Rettha berucap sesuatu yang dapat memecah keheningan


"Kau sudah lolos dari uji tes ku" ucap Rettha tetap dengan nada datar


Mayra tentunya mengernyit tak paham. Wait ada apa ini sebenarnya? Tes? Dirinya sedang di uji apa


"Bisa kau jelaskan nyonya" ucap Mayra


Rettha terkekeh pelan senyum manis begitu terpancar dari bibir wanita cantik itu


Mayra semakin tidak mengerti begitu juga dengan Kaysar. Dia juga tidak paham dengan kedua orang tuanya


"Ada apa ini ma" tanya Kaysar


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Rettha


"Menikah?" tanya Mayra


"Tentu saja kau sudah di lamar oleh Kaysar bukan?" ucap Leon


"I.. iya" ucap Mayra


Dari mana mereka tau? Mungkin Mayra lupa siapa Rettha dan Leon


"Dari satu tahun yang lalu kami mengetahui keberadaanmu dan aku berencana untuk datang kesini namun Mas Leon mencegah dia memintaku untuk menguji dirimu dan mengamati dirimu bagaimana kamu sebenarnya" ucap Rettha mulai menjelaskan


"Kau bukan wanita biasa" sahut Leon


"Kau tidak sama dengan wanita di luar sana yang mencari perhatian Kaysar untuk bisa menjadi istri dari putraku" ucap Rettha


"Mereka bersikap manis padahal aslinya busuk dan kita sudah tau siapa kamu sebenarnya" ucap Rettha


Rettha berpindah tempat duduk mendekat ke arah Mayra. Wanita itu mengusap lembut pipi Mayra


"Kau tampak cantik dengan wajah aslimu" ucap Rettha


"Kami sudah tau bagaimana bisa kau sampai disini" ucap Leon


"Kau sudah melengkapi semua kriteria menantu keluarga Antararja" ucap Rettha


"Segerakan pernikahan kalian lebih cepat lebih baik kami menyetujui hubungan kalian dan kamu Kaysar jangan menunda lebih lama cepat lamar Mayra dan minta secara baik baik ke keluarga Mahendra" ucap Leon


"Baik pa" ucap Kaysar


"Papa dan mama akan membantu mempersiapkan pernikahan kalian kita tidak ingin lebih lama musuh keluarga Antararja berada di mana mana bisa saja mereka mencelakai Mayra" ucap Rettha


"Aku setuju dengan mama" ucap Kaysar


"May lebih baik kamu kembali ke kediaman Mahendra disana kamu di jamin aman dan jangan katakan hal ini pada siapapun sebelum aku dengan keluargaku datang untuk memastikan semuanya paham?" ucap Kaysar dan Mayra mengangguk


Kaysar mengantar Mayra pulang ke kediaman Mahendra dan itu tentu saja di sambut dengan bahagia oleh seluruh anggota keluarga.


"Kau pulang sendiri? Kenapa tidak minta jemput papa atau kakak kamu" ucap Rio


Setelah mengantar Mayra, Kaysar langsung pulang agar tidak ada satupun orang yang tau jika dirinya memiliki hubungan dengan Mayra. Karena musuh Antararja maupun Mahendra benar benar memiliki mata tajam dan dimana mana sehingga keduanya harus benar benar berhati hati


"Gapapa" ucap Mayra santai