
"Tuan" panggil salah satu pelayan yang bekerja di kediaman Mahendra
"Ya?" tanya Rio dengan mneyeruput kopinya yang baru saja di hidangkan oleh Diana
"Ada tamu" ucap pelayan tersebut
"Siapa" sahut Delon yang turut penasaran
"Keluarga Antararja" ucap pelayan tersebut membuat Rio dan Delon membelalakkan matanya
"Ada kepentingan apa keluarga itu datang kemari" tanya Delon
"Entahlah pa mending kita lihat" ucap Rio
"Suruh mereka masuk" ucap Rio
Pelayan tersebut menunduk dan pergi untuk memberitahukan pada sang penjaga pagar untuk membukakan pintu
Retta, Leon, serta Kaysar turun dari dalam mobil mewah yang mereka tumpangi untuk pergi ke kediaman Mahendra
Keluarga Mahendra menyambut dengan hangat kedatangan keluarga tersebut yang tujuannya belum mereka ketahui
"Silahkan masuk" ucap Diana
"Sebelumnya terima kasih karena telah menerima kedatangan kami di kediaman keluarga Mahendra" ucap Rettha tegas
Aura elegan begitu terpancar kuat pada wanita yang sudah cukup berumur namun tetap terlihat begitu cantik
"Pertama saya meminta untuk di hadirkan seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali" ucap Rettha
Diana, Rio dan Delon yang duduk disana merasa bingung. Mengapa Rettha meminta mereka untuk menghadirkan seluruh anggota keluarga
"Pelayan" teriak Diana
"Iya nyonya"
"Panggil seluruh anggota keluarga dan suruh turun" perintah Diana tegas
Pelayan tersebut pergi untuk memanggil satu persatu anggota keluarga
Tak berselang lama Vito dan Tania dengan bayi di gendongan wanita itu turun dan ikut menyambut kedatangan keluarga Antararja. Kemudian Rena serta Sean dan yang terakhir Mayra yang sebenarnya menjadi alasan kedatangan keluarga itu
"Alasan kedatangan kami adalah karena Mayra" ucap Leon
"Maksudnya" tanya Rio dengan dahi mengernyit
"Saya ingin melamar Mayra putri nyonya dan tuan untuk menjadi istri dan pendamping hidup saya seumur hidup" ucap Kaysar tegas menyahuti
Rio dan Diana terkejut bagaimana bisa tiba tiba keluarga itu datang untuk melamar putri mereka
Mayra menatap tajam adiknya itu. Pertayaan macam itu apa dia meragukan kakaknya
"Saya yakin bahkan sangat yakin" ucap Kaysar
"Apa kau bisa berlaku setia? Tidak mempermainkan Eyra ku dan tidak menyakiti hatinya" tanya Sean beruntun
"Aku bisa" ucap Kaysar tegas
Netra Sean dengan netra Kaysar saling bertabrakan. Kedua mata pria tampan itu saling menatap. Sean menatap degan tajam dan mengintimidasi namun Kaysar menatap dengan tegas dan penuh keyakinan
"Apa jaminannya" tanya Sean
"Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu jika hal itu terjadi kau bisa membunuhku" ucap Kaysar tanpa rasa takut
Sean mengulurkan tangannya dan Kaysar menjabat dengan tegas
"Baiklah" ucap Sean kemudian bersandar pada sofa
"Apa yang membuatmu yakin pada Mayra" tanya Delon
"Kepribadiannya" sahut Rettha
"Dia sudah melengkapi kriteria untuk menjadi calon menantu kami" ucap Leon
"Baiklah semua keputusan ada pada Mayra saya dan Diana hanya bisa merestui" ucap Rio tegas
Mayra yang di sebut namanya pun menoleh dan menatap mereka satu persatu
Kaysar mendekati Mayra dan berlutut pada wanita itu
"Untuk kedua kalinya aku berlutut di hadapanmu aku melamarmu untuk menjadi istriku apa kau bersedia" tanya Kaysar dengan menatap netra teduh Mayra
"Dengan izin dan restu dari semua anggota keluarga dan orang tua aku menerima lamarnmu" ucap Mayra setelah menghela nafas berulang kali karena gugup
Senyuman terbit dari setiap bibir anggota keluarga.
"Tapi tunggu dulu apa kau sudah siap menerima konsekuensi menjadi anggota keluarga Antararja" tanya Delon lembut
"Aku siap kek" ucap Mayra
"Musuh keluarga Mahendra sudah cukup banyak apalagi kau akan menjadi menantu keluarga ternama yang pastinya tidak jauh berbeda dengan keluarga Mahendra" ucap Delon
"Tuan Delon tidak perlu khawatir ada saya yang siap melindungi Mayra dengan segenap jiwa dan raga saya" ucap Kaysar
Delon tersenyum puas sambil menepuk bahu Kaysar beberapa kali mendengar jawaban tegas pria itu. Benar benar pria sejati yang berani mempertanggung jawabkan semua apa yang ia lakukan