The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 54



"Kenapa Kaysar belum keluar juga" gumam Mayra yang menunggu selama beberapa menit di meja makan dan hampir satu jam namun Kaysar sampai sekarang belum kunjung keluar


Mayra menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai tiga dan perlahan mengetuk pintu kamar Kaysar


"Kay" panggil Mayra


Namun tak ada sahutan membuat Mayra semakin di buat cemas dan khawatir


"Kaysar buka pintunya" teriak Mayra panik


"Kay!!" teriak Mayra lagi


Di lantai bawah Kelvin yang baru saja datang untuk menjemput tuannya mendengar suara teriakan Mayra dari lantai tiga membuat pria itu langsung berlari menghampiri Mayra


"May ada apa" tanya Kelvin dengan nafas terengah engah


"Kaysar dia tidak keluar dari tadi aku takut terjadi apa apa dengan dia" ucap Mayra


"Tuan" panggil Kelvin dan tetap tak ada sahutan


"Minggir biar aku dobrak pintunya" ucap Kelvin dan berusaha mendobrak pintu kamar Kaysar


Namun susah pintu kamar Kaysar terbuat dari kayu yang benar benar berkualitas dengan password yang digunakan sebagai kuncinya


"Aishhh susah banget" ucap Kelvin


"Dia menggunakan password" ucap Mayra


Kelvin menatap datar pada pintu yang berpassword tersebut


"Biar aku coba" Mayra mencoba beberapa angka untuk membuka pintu


"Angka yang di gunakan pasti angka yang penting" gumam Mayra


Pertama Mayra mencoba menggunakan angka kelahiran Kaysar yang dia ketahui dari data yang ada di salah satu berkas pria itu namun tidak bisa lalu apa


Kelvin menyerobot tangan Mayra setelah memikirkan angka yang cocok untuk membuka password tersebut


Tit...tit...tit...


Pintu terbuka dengan sempurna angka tebakan Kelvin memang benar. Mayra langsung berlari masuk dan memeriksa Kaysar yang terlihat tengah tertidur pulas


"Kay" panggil Mayra namun pria itu tidak menjawab


Merasa curiga, Mayra menyentuh kening Kaysar dan ternyata benar pria itu demam


"Kay kau sakit" ucap Mayra


"Kita bawa ke rumah sakit saja" ucap Kelvin


Kelvin membawa tubuh Kaysar masuk ke dalam mobil sedangkan Mayra mengikutinya dari belakang


"Bagaimana keadaannya dok" tanya Mayra


"Tuan muda baik baik saja dia hanya butuh istirahat dan saya juga sudah memberikan obat penurun demamnya" ucap dokter tersebut kemudian pergi


Penjelasan dari sang dokter membuat Mayra bernafas lega


"Kau kenapa cemas sekali" tanya Kelvin


Mayra menoleh dan menatap Kelvin dirinya juga tidak tau mengapa dirinya merasa begitu cemas saat melihat pria itu sakit


"Siapa yang cemas" ucap Mayra berbohong


Mayra masuk ke dalam ruangan Kaysar dan melihat pria itu tengah melamun


"Hei" sapa Mayra membuat Kaysar menoleh


"Apa yang sakit" tanya Mayra


Sedangkan Kelvin sang asisten Kaysar itu duduk di ruang tunggu tanpa berniatan masuk. Dirinya tidak ingin melihat Mayra dan Kaysar bersama lebih baik dirinya di luar itu jauh lebih baik untuk hatinya


"Tidak ada" ucap Kaysar pelan


"Ternyata pria sekuat dirimu bisa sakit juga" ejek Mayra


"Kata siapa aku sakit aku hanya butuh istirahat sebentar saja" cetus Kaysar


Mayra tersenyum tipis di saat sakit pria itu masih membesarkan egonya


"Kataku" ucap Mayra membuat Kaysar mencebik kesal


"Aku ingin pulang aku malas berada disini" ucap Kaysar


"Kau yang membangun rumah sakit ini tapi kau sendiri malas berada disini" ucap Mayra


"Ya kan... ah udahlah diem kamu" ucap Kaysar dengan memalingkan mukanya


Seorang perawat masuk ke dalam ruangan itu dan langsung di todong oleh permintaan Kaysar


"Aku ingin pulang" ucap Kaysar tegas


"Tapi tuan anda harus di rawat sampai benar benar sembuh" ucap perawat itu


"Tapi aku ingin pulang turuti permintaanku atau tidak kau akan aku pecat" ancam Kaysar


"Kay!! Asal main pecat pecat aja" ucap Mayra pelan


"Baik tuan" ucap perawat tersebut dan pergi menemui dokter