The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 28



Bab 28


"Eh lihat deh ini" ucap Mita heboh


Saat ini Mita, Ara, Raysa dan Mayra berada di satu mobil setelah pergi bersama untuk mencari buku yang mereka butuhkan setelah reencana dari beberapa hari yang lalu namun belum terrealisasikan


"Apa seh" tanya Ara masih sibuk dengan ponselnya sendiri yang memang duduk di samping Mita


"Tau soal pengusaha kaya raya yang bisnis nya sampai mendunia" tanya Mita


"What? Yang dari keluarga Antararja" sahut Raysa yang mulai tertarik dengan topik pembicaraan


Sedangkan Mayra sibuk dengan ponselnya sendiri dan tidak peduli dengan hal yang mereka bahas karena itu tidak menarik baginya


"Emang kenapa" tanya Ara ikut penasaran


"Anak sulung dari keluarga itu yang memegang kendali semua bisnis keluarganya katanya akan dateng ke Indonesia" ucap Mita yang melihat beritanya di sosial media karena sedang tranding topik


"Oh ya"


"Katanya cowok ya terus ganteng tinggi putih beuhhh idaman para ciwi ciwi tuh" ucap Raysa sambil membayangkan betapa tampannya putra pertama dari keluarga itu


"Tapi susah buat dapetinnya" ucap Ara dengan menghembuskan nafas kasar


"Ya pastinya lah dan yang menjadi calon istrinya nanti pasti bukan orang yang main main" ucap Mita


"Namanya Kaysar Rahendra Putra Antararja" lanjut Mita yang melihat sedikit biodata dari seseorang yang menjadi topik pembicaraan mereka


"Namanya aja keren apalagi orangnya" ucap Raysa sambil cekikikan kemudian kembali fokus menyetir


"May lo anteng anteng mulu kaya gak ada penasaran penasarannya" ucap Ara


Ucapan Ara yang tertuju pada dirinya membuat Mayra mengalihkan pandangannya dari ponsel


"Apa yang di buat penasaran secara kalian membicarakan orang yang gak penting" ucap Mayra


"Eh enak aja yang lagi kita bahas ini orang penting tau" ucap Ara


"Terserah kalian dah" ucap Mayra


"Eh Sya entar gue turun di perusahaan papa aja ya" ucap Mayra


Perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai di perusahaan keluarga Mahendra. Mayra turun dari dalam mobil sedangkan Ara, Mita dan Raysa melanjutkan perjalanan mereka


"Bye hati hati" ucap Mayra dan melangkah masuk ke dalam gedung pencakar langit di depannya itu


Mahendra Corp


Dua kata yang terpampang jelas di depan bangunan itu yang menjadi pusat perhatian setiap orang yang akan masuk ke dalamnya


Mayra melangkah pelan masuk dan di sambut dengan ramah oleh para karyawan disana. Wanita itu masuk ke dalam lift khusus untuk sampai ke lantai paling atas


Ting


Perlahan pintu lift terbuka lebar dan Mayra keluar dari kotak sempit itu. Di lantai lima puluh ini bisa terlihat jelas hanya ada beberapa ruangan saja dan bagian depan terlihat sangat luas karena di lantai ini memang dikhususkan untuk pejabat penting terutama CEO


"Nona Mayra ingin bertemu dengan tuan besar" tanya sekretaris Rio yang melihat kedatangan salah satu anak dari atasannya


"Iya apa papa ada" tanya Mayra


"Tuan Rio sedang meeting bersama cliennya tapi mungkin sebentar lagi akan selesai" ucap sekretaris Rio


"Meetingnya di ruangan papa?" tanya Mayra


"Iya"


"Boleh saya masuk aja tidak" tanya Mayra


"Ta..tapi..."


Tanpa banyak bertanya Mayra masuk ke dalam ruangan papanya.


"Baiklah semoga kerja sama ini...."


Ceklek


"Gak tidak ada kerja sama apapun antara papa dengan dia" ucap Mayra tegas dan langsung masuk ke dalam ruangan papanya


Perasaannya tidak enak saat melihat mobil seseorang yang dia kenal tadi di bawah namun ia hanya menganggap mungkin itu mobil orang lain karena mobil seperti itu tidak hanya satu di dunia ini