The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 66



"Dasar pria usil" ketus Mayra dan masuk ke dalam apartemennya setelah menutup pintu


Baru beberapa langkah bel apartemen kembali berbunyi. Mayra menghela nafas panjang dan berbalik lagi


"Ada ap.... pa" ucap Mayra melongo melihat siapa yang datang


"Eyra" ucap Sean dengan tersenyum dan langsung memeluk kakaknya itu. Sedangkan Mayra yang masih dengan rasa keterkejutannya hanya diam tanpa membalas pelukan Sean


Mayra menetralkan detak jantungnya kemudian menatap mereka datar meskipun dalam hatinya penuh dengan rasa rindu


"Maaf tapi kalian siapa" ucap Mayra


Sean melepas pelukannya kemudian menatap kakaknya dengan intens


"Ini gue, Sean" ucap Sean dengan dahi mengkerut


"Tapi aku gak kenal kalian" ucap Mayra dengan membenarkan kaca mata yang ia pakai


"Jangan bohong lagi mama adalah mama kamu meskipun kamu menyamar bagaimanapun mama bisa mengenalimu" ucap Diana


Sean melepas kaca mata yang di kenakan Mayra namun wanita itu memaksa agar kaca matanya tidak terlepas namun kekuatannya yang tidak sebanding dengan Sean kaca matanya terlepas dan terlihat jika itu adalah dirinya, Mayra Kanaya Putri Mahendra


Delon melepas jepitan yang menjepit rambut Mayra yang tergulung indah hingga rambut cucunya terurai


"Kau Mayra cucuku" ucap Delon dan langsung memeluk Mayra dan wanita itu membalas pelukan kakeknya


"Maafin kakek" ucap Delon


"Gara gara kakek kamu pergi dari rumah dan gara gara kakek juga kamu pasti menderita hidup di luar kan" ucap Delon namun Mayra menggelengkan kepalanya


"Aku bahagia hidup di luar aku belajar mandiri aku belajar tentang segalanya aku belajar apa yang tidak aku ketahui dan aku sekarang mengerti apa itu arti perjuangan, pengorbanan dan segalanya" ucap Mayra


"Anggap saja ini semua sudah takdir" ucap Mayra


"Lebih baik kita masuk" ucap Mayra dan memberikan ruang agar seluruh keluarganya masuk ke dalam apartemen


Mayra menggeleng sambil duduk di antara kedua orang tuanya


"Ariel mantan kamu" ucap Sean ketus


"Jadi Ariel mantan Mayra?" ucap Delon


"Kenapa kamu gak cerita Se" ucap Rio


"Hehehe maaf aku lupa gara gara si kunyuk ilang" ucap Sean cengengesan


"Dasar kamu" Vito menimpuk Sean dengan bantal yang ada di sofa itu


"Terus? Acara itu gimana? Batal?" tanya Mayra


"Mana gue tau tapi denger denger sih tuh anak tunangan ma cewek tapi gatau siapa ceweknya" ucap Sean


Mayra mengangguk mendengar penjelasan dari Sean


"Dan kakek nyesel akan menjodohkan kamu dengan pria itu jika perjodohan itu terjadi maka hidup kamu seperti di kutuk karena mendapat mertua yang mulutnya kaya..." ucap Delon hendak mengumpati Martin dan Erna namun karena tatapan tajam dari Rena membuat pria tua itu berhenti


"Keputusan kamu bagus karena lari dari perjodohan itu kalau gak kakek kamu gak akan sadar" ucap Rena menyindir suaminya


"Lah kamu kan dulu juga setuju" ucap Delon tak terima dirinya di salahkan


"Dulu kalau sekarang gak" ucap Rena


Delon hanya bisa menghela nafas kasar apapun perdebatannya wanita tidak akan pernah kalah


"Ide Sean sih" ucap Mayra


"Wah kamu tuh Se" ucap Vito


"Lah kakak ikut juga ya kok aku doang yang disalahin gak adil dong" ucap Sean tak terima hingga membuat gelak tawa dari semua orang