
Bab 26
Satu minggu kemudian Mayra telah di perbolehkan pulang oleh dokter setelah di pastikan kondisinya sudah benar benar kuat
"Yeaaa bisa pulang" ucap Mayra bersorak ria
Sean membawa barang barang Mayra selama di rumah sakit yang sudah di masukkan ke dalam tas besar
"Udah ayo" ajak Diana
Diana, Sean dan Mayra berjalan keluar dari ruang rawat Mayra. Rio dan Vito tidak ikut menjemput Mayra karena mereka harus meeting di luar kota dan nanti malam baru kembali sedangkan Delon dan Rena lebih memilih menyambut kedatangan cucu mereka di rumah
Sean memasukkan barang barang Mayra ke dalam bagasi sedangkan kedua wanita di belakangnya tadi sudah berada di dalam mobil
Pria itu masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi. Sedangkan Diana dan Mayra duduk di bangku belakang
Perjalanan sekitar satu jam mereka tempuh dengan kecepatan sedang akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Mahendra
Mobil yang dikendarai oleh Sean perlahan memasuki pekarangan rumah mewah dan besar itu
"Mayra akhirnya kamu sembuh juga" ucap Rena yang sedari tadi menunggu kedatangan cucu perempuannya itu di depan pintu rumah
"Yaudah yuk masuk dia pasti butuh banyak istirahat" ucap Delon dan mengajak cucunya masuk ke dalam rumah
Sedangkan Sean menurunkan barang barang Mayra lalu membawanya masuk ke dalam rumah
"Gw serasa jadi babu lo" ucap Sean
"Sekali kali gapapa lah" ucap Mayra enteng
"Enak banget kalau ngomong" cibir Sean
"Enak dong kan ngomong tinggal ngomong" ucap Mayra kemudian tertawa
-
Dua hari kemudian
Mayra tengah bersiap untuk berangkat kuliah karena dua hari sebelumnya dirinya tidak di perbolehkan dulu untuk berangkat kuliah dan harus istirahat total
"Pagi semuanya" sapa Mayra saat berada di ruang makan
"Duduk dulu ikut sarapan habis itu berangkat" ucap Diana
"Yakin mau berangkat kuliah" tanya Sean sambil mengunyah makanannya
"Yakinlah" ucap Mayra dengan membalikkan piring yang ada di hadapannya
Diana menuangkan nasi dan lauk ke dalam piring Mayra.
"Gue yang anter ya mobil lo kan rusak gara gara kecelakaan itu" ucap Sean
"Emang gapapa" tanya Mayra dengan menatap Sean sebentar kemudian mulai memakan makanan yang ada di dalam piringnya
"Ya gapapa lah" ucap Sean
Dalam waktu lima belas menit makanan yang ada di piring Mayra telah habis tak tersisa
"Ma pa kak nenek sama kakek aku berangkat duluan sama Sean" ucap Mayra
"Iya hati hati ya"
"Sean kamu kalau nyetir pelan pelan" ucap Vito
"Iya iya" ucap Sean malas
Sean dan Mayra keluar dari dalam rumah dan pergi menggunakan motor Sean. Dua puluh menit kemudian mereka sampai di kampus Mayra
"Gue pergi ya gue udah telat" ucap Sean dan langsung mengegas motornya keluar dari area kampus
Tap...tap...tap...
Suara high heels yang di kenakan Mayra berbunyi nyaring seiring dengan langkah kaki Mayra
Wanita dengan pakaian mewah melangkah dengan anggun masuk ke dalam gedung tinggi menjulang itu
Deg
Langkah Mayra terhenti seketika saat berhadapan dengan seorang pria yang berdiri di depannya tepat
Mata mereka saling bertemu namun lain dengan sebelum sebelumnya kini tatapan Mayra menajam dan berubah menjadi sinis
Mayra memutar bola matanya malas karena hari ini dia benar benar malas jika berhadapan dengan orang di depannya itu