
Setelah dari toilet Mayra duduk di sofa ruang keluarga yang ukurannya sangat luas. Karena dirinya pun bingung harus ngapain
"Dia siapa" tanya salah satu pelayan disana
"Gatau dia tadi yang di bawa sama tuan" ucap temannya
"Gila kali ya tuan masa seleranya kaya dia kaya pelayan masih mending gue cakepan gue juga" ucap pelayan itu yang tidak benar kenyataannya
-
-
"Cari ke seluruh isi kota ini jangan sampai lolos satu titik pun" ucap Delon memerintah anak buahnya
"Baik tuan"
"Mayra bener bener" ucap Delon kesal
"Tuan Delon" panggil Martin ayah dari Ariel
"Ada apa" tanya Martin yang belum mengetahui soal apapun karena dirinya tadi berbincang dengan para tamu yang ada disini
"Saya bener bener minta maaf tuan" ucap Delon
"Minta maaf kenapa? Oh ya acara pertunangannya akan berlangsung sebentar lagi" ucap Martin
Di tempat yang sama seorang wanita hendak menerobos masuk untuk bisa melihat acara yang akan di selenggarakan
"Maaf nona tapi anda tidak punya undangan jadi tidak bisa masuk" ucap penjaga
Enka berpikir keras agar tetap bisa masuk ke dalam. Akhirnya wanita itu mengambil balok kayu dan memukul penjaga tersebut hingga pingsan
Wanita itu menerobos masuk dan melihat Ariel yang tengah tampak kebingungan.
"Bagaimana bisa itu terjadi apa kamu gak niat dengan perjodohan ini" teriak Martin mencaci maki Delon
"Bagaimana bisa saya berpikir menjodohkan cucu saya dengan anak kamu yang akan memiliki mertua jahat seperti kamu" cibir Delon
"Saya juga tidak akan pernah sudi untuk menjodohkan anak saya dengan cucu kamu" ucap Martin
"Cucu kamu juga tidak sebaik baiknya orang di lihat dari wajahnya dia bisa jadi seorang ******" hina Martin seketika membuat amarah Vito, Sean dan juga Rio memuncak terutama Delon
"Tutup mulut anda tuan" teriak Vito Sean Rio dan Delon bersamaan
"Jangan pernah hina Eyra gue"
"Pa!!" sentak Ariel
"Diem kamu"
"Awas aja kamu Martin aku akan hancurkan bisnis kamu dan aku juga tau kamu ingin menjodohkan Mayra dengan dia hanya karena ingin bisa bekerja sama dengan perusahaanku bukan dan usaha mu bisa lebih maju" ucap Delon marah
Sean sudah mengepalkan tangannya menahan emosi nya karena kakaknya di hina seperti itu. Untung saja Mayra memilih untuk kabur
"Hey tuan!! Coba saja jika kau bisa menghancurkan usaha keluarga kita" bentak Erna istri dari Martin dengan menunjuk pada Delon
"Apa yang tidak bisa saya lakukan perusahaan mu tidak seberapa di bandingkan perusahaan kita" ucap Rio
Sedangkan Martin terdiam ancaman akan dihancurkan usahanya membuat nya tidak bisa berkutik bagaimana bisa dia lupa jika Keluarga Mahendra bukan orang main main
"Turunkan tanganmu sebelum jari yang menunjuk pada ayah saya ini akan menghilang" ancam Diana dengan menurunkan jari Erna
Erna meneguk ludahnya kasar dirinya takut jika ancaman itu akan terjadi maka dirinya akan menyesali seumur hidup
"Lebih baik kita pergi dari sini buat apa kita disini yang penuh dengan keluarga sampah" ucap Rena yang ikut marah karena cucu kebanggaan dari keluarga Mahendra dihina sampai seperti itu
Seluruh anggota keluarga Mahendra pergi dari tempat acara tersebut. Perdebatan tadi cukup di ketahui oleh pihak keluarga karena perdebatan tersebut berada di tempat yang cukup sepi