
Di malam harinya
Mayra turun ke lantai satu untuk mengambil air minum dan duduk di bar sambil merenung
"Gara gara perjodohan itu gue harus pisah sama keluarga gue apalagi sekarang gue gabisa tanya kabar soal mereka" gumam Mayra
Wanita itu mengusap wajahnya kasar dia benar benar merindukan keluarganya
"Hey kau belum tidur" ucap Kaysar sambil menepuk bahu Mayra dari belakang
"Belum gabisa tidur" ucap Mayra
"Kenapa? Ada masalah?" tanya Kaysar
Mayra menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban sambil tersenyum
"Kau yakin? Jika ada masalah kau bisa cerita padaku" ucap Kaysar
"Aku tidak apa apa kau tidak perlu khawatir" ucap Mayra
"Baiklah"
Mayra menghabiskan air minumnya dan beranjak dari duduknya
"Kau mau kemana" tanya Kaysar
"Aku mau ke taman belakang sebentar" ucap Mayra dan melangkahkan kakinya menuju taman belakang
Mayra duduk di pinggir kolam renang dan menceburkan sebagian kakinya di air. Kaysar ternyata menyusul wanita itu dan duduk di samping Mayra
"Kau merindukan keluargamu?" tebak Kaysar
Mayra menoleh dan menganggukkan kepalanya. "Aku merindukan mereka" ucap Mayra pelan
Kaysar membawa kepala Mayra masuk ke dalam pelukannya
"Aku yakin jika semuanya telah selesai kau bisa kembali pada keluargamu"
"Tapi aku pasti akan dijodohkan dan aku gamau" ucap Mayra
Kaysar menghela nafas kasar entah kenapa mendengar jika wanita itu akan di jodohkan hatinya sedikit tercubit ada rasa tidak rela di dalam hati kecilnya
Kau tidak akan menikah dengan pria yang tidak kau cintai batin Kaysar kesal
"Oh ya bagaimana bisa kau mempercayai diriku untuk tinggal di rumahmu" tanya Mayra
"Aku tau kau orang baik kau bukan penjahat apalagi mata mata" ucap Kaysar
Mayra menganggukan kepalanya paham sambil menatap kedua netra Kaysar
"Boleh jujur ga?" tanya Mayra hati hati
"Apa"
"Kamu sebenarnya ganteng" ucap Mayra membuat Kaysar tersenyum tipis bahkan sangat tipis dia harus tetap terlihat cool
"Tapi kamu terlalu dingin" lanjut Mayra membuat wajah Kaysar berubah menjadi masam
"Eh tunggu dulu jangan marah dulu dong"
"Coba senyum dikit deh pasti nambah gantengnya" ucap Mayra dengan menarik kedua sudut bibir Kaysar hingga membentuk lengkungan senyum
Mayra kemudian menghentikan kegiatannya dan memalingkan wajahnya
"Kenapa? Udah liat gue senyum kan jelek kan?" ucap Kaysar
"Enggak kata siapa" ucap Mayra
"Terus?" tanya Kaysar
"Gausah senyum apalagi sama cewek cewek" ucap Mayra membuat Kaysar heran
"Kenapa emangnya" tanya Kaysar
"Gapapa" ucap Mayra sambil berdiri dari duduknya
"Inget ucapanku tadi jangan senyum" ucap Mayra lalu berlari masuk ke dalam kamarnya
"Ada apa sama tuh cewek" gumam Kaysar heran
-
-
Pagi harinya Mayra turun ke lantai satu dan masuk ke dalam dapur
"Eh nona ada apa" tanya pelayan disana yang akan memulai kegiatan mereka
"Nona butuh sesuatu" tanya dia lagi
"Ah tidak kalian akan memasak?" tanya Mayra
"Iya"
"Kalian bisa pergi biar aku saja yang memasak oh ya siapkan bahan bahannya saja dan taruh di atas meja kalian bisa istirahat" ucap Maura dengan tersenyum manis
"Tapi... nanti kita akan di marahi sama tuan Kaysar" ucap pelayan itu
"Tidak saya yang jamin" ucap Mayra
"Baiklah" Pelayan tadi menyiapkan bahan bahan masakan di atas meja kemudian meninggalkan Mayra yang mulai memasak
Wanita itu dengan lihai kesana kemari menyiapkan masakan entah kenapa dirinya ingin sekali berkutat di dalam dapur
Dalam waktu dua jam semua makanan telah siap dan mulai menata di atas meja makan
Tap.. tap.. tap..
Suara sepasang kaki menuruni anak tangga dan mendekati meja makan
"Pagi Mayra" sapa Kelvin
"Hei duduklah kita sarapan bersama" ucap Mayra
Kelvin duduk di salah satu kursi dan menatap tubuh Mayra yang bergerak mengatur semua?nya sampai terlihat perfect
"Ini semua kau yang masak" tanya Kelvin
"Iya" jawab Mayra
"Untuk apa kau memasak kan ada pelayan" sahut Kaysar yang baru saja datang dan langsung duduk
"Gapapa aku hanya ingin masak aja" ucap Mayra santai dan duduk di bangku samping Kaysar
"Siapkan makanan untukku" perintah Kaysar
"Kau bisa mengambilnya sendiri" ucap Mayra
"Kau asistenku jadi harus menyiapkan seluruh kebutuhanku" ucap Kaysar
Mayra akhirnya menyiapkan makanan untuk Kaysar sesuai perintah pria itu
"Untukku?" tanya Kelvin dengan menatap piringnya yang masih kosong lalu menatap Mayra
"Apa kau tidak punya tangan ambil sendiri" ketus Kaysar membuat Kelvin akhirnya mengambil makanannya sendiri
Mereka bertiga makan bersama selama beberapa menit sampai makanan di piring mereka sama sama kosong tak tersisa
"Kita ke kantor" ucap Kaysar yang sudah siap dengan pakaian formalnya begitu juga dengan Kelvin
"Tunggu aku siap siap dulu" Mayra berlari masuk ke dalam kamarnya dan bersiap
"Jangan lama lama"