
"Kau kemana saja lama sekali"
"Maaf mansionmu sangat luas jadi aku tidak tau" ucap Mayra pelan
"Duduk dan ikut makan" perintah pria itu dingin
Mayra duduk di depan pria itu berjarak jauh karena meja makan yang sangat panjang
"Apa kau begitu jijik denganku sampai duduk begitu jauh" ucap pria itu datar
"Ah enggak tapi kan...." ucap Mayra ragu
"Duduk dekatku" perintah pria itu membuat Maura mau tak mau harus berpindah tempat duduk
Mereka sarapan bersama hingga beberapa menit kemudian makanan yang ada di piring mereka sama sama kosong
"Lalu? Sekarang kau akan menginap disini gitu? Sampai kapan?" tanya pria itu datar dengan tatapan dingin
"Mmm bagaimana kalau aku bekerja denganmu saja" ucap Mayra takut karena tatapan tajam dari pria itu
"Bekerja? Tidak ada lowongan" ucap pria itu santai
"Apa sama sekali tidak ada" tanya Maura lagi
Pria itu tampak berpikir sejenak kemudian menatap Mayra dari atas sampai bawah
"Hm baiklah kamu bekerja denganku sebagai asistenku jadi kau harus mempersiapkan semua keperluan yang aku mau" ucap pria itu
"Baiklah" ucap Mayra dengan senyum mengembang
"Kau ikut aku ke kantor sekarang tapi sebelumnya ganti bajumu dulu" ucap pria itu
"Lalu bajunya bagaimana aku tidak punya baju sama sekali" ucap Mayra
Pria itu terlihat menghela nafas panjang kemudian menatap Mayra lekat
"Ikutlah denganku" ucap pria itu
Mayra berjalan mengekor di belakang pria itu dan ternyata pria itu berjalan memasuki mobil alphard putih miliknya dengan seorang supir yang sudah siap untuk mengantarkan tuannya
Mayra duduk di bagian depan karena rasanya tidak sopan jika duduk bersampingan dengan pria itu
Oh hanya tempat duduk dan harus di perdebatkan benar benar membuat Mayra kesal namun dia bisa apa kini dia menumpang pada pria itu. Mayra akhirnya berpindah tempat duduk di samping pria itu
-
-
"Bagaimana apa Maura sudah ketemu" tanya Delon pada anak buahnya
"Belum tuan"
"Astaga kemana tuh anak baiklah tetap lakukan pencarian cari sampai ketemu dan bawa pulang" perintah Delon dengan menghela nafas kasar
"Ada apa kek" tanya Sean dengan duduk di samping kakeknya
"Mayra belum ketemu ini semua salah kakek harusnya kakek dengerin permintaan Mayra yang menolak perjodohan ini" ucap Delon menyesal
"Semuanya sudah terlambat" ucap Rena
"Sekarang kita fokus untuk mencari Mayra saja" lanjut Rena
"Sebenarnya aku terlibat dalam kaburnya Eyra dan aku sama kak Vito sudah menyiapkan sebuah mobil untuk Eyra pergi ke salah satu vila keluarga kita" ucap Sean
"Oh ya? Kenapa kau tidak bilang" ucap Delon
"Sekarang kita kesana aja jemput Mayra" ucap Rena
"Gak bisa nek" sahut Vito dengan wajah khawatir
"Ada apa? Kenapa?" tanya Diana yang baru saja datang dengan membawakan teh
"Aku baru saja menghubungi pelayan yang ada disana dan ternyata dari kemarin Mayra tidak ada disana" ucap Rio yang memang baru saja menghubungi pelayannya untuk menanyakan kabar Mayra dan agar memberitahu Mayra jika mereka akan menjemputnya
"Dan aku lihat mobil yang aku siapkan untuk Mayra masih berada di tempat yang sama dari kemarin" ucap Vito
"Oh astaga lalu kemana Mayra pergi" ucap Diana khawatir pada putrinya
"Kenapa semuanya jadi begini" ucap Delon frustasi