The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 76



"Bentar kesana dulu ya" ajak Mayra


"Yaudah iya" Kaysar dengan telaten mengantar istrinya kesana kemari untuk berbelanja


Banyak sekali paper bag yang ada di tangan Kaysar dan semuanya adalah barang barang milik Mayra


Pasangan itu masuk ke dalam sebuah butik yang cukup terkenal dan biasanya digunakan tempat belanja oleh para istri dari para pengusaha dan pejabat


"Aku tunggu disini kamu belanja sepuasnya" ucap Kaysar dan Mayra mengangguk


Mayra berjalan menyusuri butik itu dan mengambil beberapa barang yang dia sukai. Hingga matanya terhenti pada satu titik dimana ada sebuah gaun yang indah berwarna merah maroon dengan hiasan beberapa permata membuat daya pikat gaun itu begitu kuat


"Pelayan aku ingin yang itu" ucap Mayra


"Aku menginginkan itu" ucap seorang wanita lain bersamaan dengan Mayra


Mayra menoleh dan netranya bertatapan dengan mata seorang wanita yang merupakan model yang cukup terkenal di kota itu


"Oh istri tuan Kaysar" ucap wanita itu dan mendekati tubuh Mayra


"Kita bertemu lagi rupanya" ucap Netta


Ya wanita itu adalah Netta yang berambisius untuk menjadi istri dari Kaysar agar karir nya semakin melonjak dan dirinya hidup dalam kekayaan yang berlimpah


Mayra membuang mukanya dan kembali pada tujuannya


"Masukkan gaun itu dalam tagihan saya" ucap Mayra pada pelayan yang mengekor di belakangnya


"Bagimana bisa kau mengklaim itu untuk dirimu" ucap Netta kasar


"Karena aku yang melihatnya terlebih dahulu" ucap Mayra


"Tidak gaun itu harus menjadi milikku" ucap Netta


"Lagi pula jika aku memakai gaun itu akan terlihat cantik sedangkan jika kau yang memakainya maka akan terlihat kuno" ejek Netta


Mayra menahan emosinya yang mulai memuncak. Ingin sekali dirinya menampar wajah model cantik itu namun dirinya harus menjaga martabat suaminya


"Jika kau mau ambil saja aku tidak peduli" ucap Mayra dan melangkah pergi


Namun langkah istri Kaysar itu terhenti karena ada sebuah tangan yang memegang lengannya siapa lagi jika bukan Netta.


"Kau tidak bisa pergi begitu saja nyonya Mayra yang terhormat" ucap Netta


Netta mempererat cengkeramannya pada lengan Mayra membuat wanita itu sedikit meringis


"Lepasin Netta!!" ucap Mayra


"Kenapa? Sakit?" ucap Netta dengan nada sinis


Netta mendorong Mayra hingga wanita itu menabrak sebuah etalase kaca dan kepala Mayra terbentur cukup keras


"Asshhhh"


Tak lama kemudian Mayra terjatuh pingsan dan Netta langsung pergi dari butik itu menggunakan jalan lain


Kaysar yang semula duduk santai mendengar keributan langsung teringat pada istrinya


"Mayra" gumam Kaysar dan berlari mendekati asal suara keributan itu


"Astaga sayang" Kaysar mengangkat tubuh istrinya yang tergeletak di atas pecahan kaca tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya


Para pelayan butik itu terburu buru datang mendekat saat mendengar keributan yang terjadi


"Astaga habis kita"


"Bagaimana bisa kalian lalai hah!! Bagaimana bisa istriku sampai celaka" bentak Kaysar marah


Kobaran api amarah terpancar jelas di mata pria tampan itu saat melihat Mayra yang terluka


"Jika sampai terjadi sesuatu pada istriku kalian akan menanggung semua resikonya" ancam Kaysar


"Maafkan kami tuan" ucap para pelayan itu namun di hiraukan oleh Kaysar dan pria itu membawa tubuh istrinya pergi dari sana