The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 70



"Dimana Kaysar katanya jam enam tiga puluh" ucap Mayra dengan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya


"Dengan nona Mayra" ucap seseorang membuat Mayra menoleh


"Iya" ucap Mayra


"Silahkan ikut saya tuan Kaysar memerintah saya untuk menjemput anda nona" ucap supir tersebut


"Memang tuan Kaysar sendiri kemana" tanya Mayra


"Tuan Kaysar....."


"Dia dimana" desak Mayra


"Tuan kecelakaan" ucap supir tersebut


Deg


"Bagaimana bisa" ucap Mayra


"Sekarang antar saya ke Kaysar" ucap Mayra dan langsung masuk ke dalam mobil


Sang supir menjalankan mobil memecah jalanan kota dengan kecepatan begitu lambat


"Pak cepet dikit" ucap Mayra sudah dengan perasaan cemas


Wanita itu banyak banyak berdoa berharap Kaysar baik baik saja dan tidak kenapa napa


Sang supir menambah kecepatannya hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah taman


"Ngapain kita kesini" tanya Mayra


"Nona silahkan masuk" ucap sang supir dan pergi meninggalkan Mayra begitu saja


Mayra berjalan perlahan masuk ke dalam taman itu. Taman yang indah dengan banyak sekali hiasan


Lampu lampu taman bercahaya begitu terang menghiasi taman itu


"Untuk apa Kaysar ada disini" gumam Mayra


"Katanya kecelakaan" ucap Mayra


Seseorang menutup kedua mata indah Mayra membuat wanita itu terkejut


Mayra menarik tangan itu dan berbalik hingga matanya memicing


"Kau katanya kecelakaan kok bisa berdiri disini baik baik aja lagi" ucap Mayra


Kaysar terkekeh pelan " Kata siapa aku kecelakaan" ucap Kaysar


"Aku gak kenapa napa" ucap Kaysar dengan tersenyum


"Bener" tanya Mayra dan Kaysar mengangguk


"Yaudah deh bagus aku khawatir tau" ucap Mayra


"Makasih udah khawatirin" ucap Kaysar dengan mengacak rambut Mayra gemas


"Mending kita makan kayanya cacing di perut kamu udah pada demo tuh" ucap Kaysar membuat Mayra terkekeh pelan


Mereka berdua mendekati meja yang terlatak di tengah tengah taman itu banyak sekali taburan bunga di meja maupun di jalan taman itu


Kaysar dan Mayra memakan makanan yang tersaji di atas meja. Dalam hitungan beberapa menit makanan yang ada di piring mereka sama sama kosong


Para pelayan mengambil piring kosong itu. Kaysar berdehem sejenak untuk mentralkan dirinya


"May tujuan aku bawa kamu kesini karena suatu hal" ucap Kaysar


"Apa" tanya Mayra penasaran


Kaysar mengeluarkan sebuah kotak cincin berwarna merah kemudian berlutut di hadapan Mayra


"Aku mau kamu jadi istri aku entah sejak kapan aku jatuh cinta sama kamu aku sayang sama kamu dan aku gamau kehilangan kamu lagi" ucap Kaysar


Mayra diam sejenak "Lalu mama kamu?" tanya Mayra


"Yang menjalankan pernikahan adalah aku dan kamu bukan mama aku" ucap Kaysar


"Jika kamu mau akan aku perjuangkan kamu di hadapan keluarga aku" ucap Kaysar


Menatap mata Kaysar yang penuh dengan keyakinan akhirnya Mayra mengangguk


"Aku mau" ucap Mayra


Kaysar menyematkan cincin berlian yang berharga ratusan juga di jari manis Mayra kemudian berdiri dan memeluk Mayra dengan erat


"Terima kasih" ucap Kaysar


Kaysar menatap Mayra "Kenapa masih nyamar" ucap Kaysar dengan melepas kaca mata yang dikenakan oleh Mayra dan menggerai rambut Mayra


Terlihat begitu cantik ini kali pertamanya Kaysar melihat wajah asli Mayra tanpa ada kaca mata penyamarannya


"Kamu cantik kalau kaya gini" ucap Kaysar


"Berarti selama ini gak cantik" ucap Mayra


"Bukan tapi kamu lebih cantik dengan diri kamu sendiri" ucap Kaysar