The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 61



"Ini udah ini udah ini juga udah" ucap Mayra dengan melihat tatanan meja makan yang sudah sangat perfect karena sentuhan tangan Mayra


Kaysar berjalan menuruni anak tangga dan berjalan menuju meja makan


"Wow kayanya kamu udah cocok deh" ucap Kaysar


"Cocok? Maksudnya? Cocok jadi apa? Chef gitu? Hahah Chef Mayra" ucap Mayra bangga


"Bukan" ucap Kaysar dengan menatap lekat mata Mayra


"Lalu?" tanya Mayra tak mengerti


"Udah cocok jadi istri" ucap Kaysar


"Calonnya aja belum ada gimana mau jadi istri" ucap Mayra dan langsung duduk di kursi makan


"Kamu gak sarapan" tanya Mayra membuat Kaysar terasadar dari lamunannya


"Ah iya" ucap Kaysar dan ikut duduk juga


Mereka berdua sarapan bersama hingga beberapa menit kemudian makanan yang ada di piring mereka sama sama kosong


Bel mansion beberapa kali berbunyi dan seorang pelayan membuka pintu besar dengan desain mewah dan elegan bernuansa putih


"Siapa yang dateng" tanya Mayra


"Entah aku juga gatau" ucap Kaysar


Pelayan yang menbukakan pintu menundukkan badannya saat melihat siapa tamu yang datang itu


"Kaysar ada" tanya orang tersebut


"Ada" Pelayan tersebut pergi menemui Kaysar yang sedang berada di meja makan dengan Mayra


"Tuan ada..." ucap pelayan tersebut menggantung


"Siapa yang datang" tanya Kaysar


"Nyonya besar tuan" ucap pelayan tersebut membuat Kaysar diam mematung


Mengapa mamanya datang secara mendadak tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu


Seorang wanita dengan pakaian elegan dan mewah masuk ke dalam mansion itu dan mendekati meja makan dengan wajah datar


"Mama" sapa Kaysar dan berdiri menyambut mamanya


Kaysar memeluk tubuh mamanya dan wanita cantik itu membalas pelukan hangat putranya


Wanita cantik di usianya itu menatap Mayra dengan tajam sambil melepaskan pelukan Kaysar


"Siapa wanita itu" tanya sang mama Kaysar


"Saya Mayra" ucap Mayra memperkenalkan dirinya dengan berdiri sambil tersenyum hangat


"Kenapa kau tinggal disini" tanya mama Kaysar menegintimidasi


"Ma nanti aku bisa jelasin" ucap Kaysar datar


Mayra diam dirinya bingung harus menjawab apa. Pertanyaannya memang benar mengapa dirinya tinggal disini


"Memangnya dirimu siapa? Pacar Kaysar?" tanya wanita itu


"Mama!!" sentak Kaysar


Dirinya tidak suka jika ada yang menyudutkan Mayra. Ya memang itu benar tetapi tetap saja Kaysar merasa tidak suka


"Apa mama salah?" tanya mama Kaysar dengan menatap putranya tajam


"Saya memang bukan siapa siapa nya Kaysar saya juga bukan pacar Kaysar tetapi saya asisten tuan Kaysar saya bekerja dengan tuan Kaysar jika soal tempat tinggal tuan Kaysar sendiri juga sudah mengijinkan saya untuk tinggal disini" jawab Mayra tegas tanpa rasa takut


Kaysar yang mendengar jawaban tegas dari Mayra tersenyum kecil. Ternyata wanita itu tidak mudah di kalahkan juga


"Saya permisi saya tidak akan mengganggu perbincangan anda dengan tuan Kaysar" ucap Mayra lalu berlalu pergi menuju taman belakang


Mayra duduk di kursi taman dengan menatap layar tablet yang dia ambil dari dalam kamarnya di lantai dua sebelum pergi ke taman


Jari jarinya mengetikkan sesuatu di layar datar tersebut dan tatapannya fokus tertuju pada benda yang ia pegang


"Kenapa mama kesini" tanya Kaysar


"Memangnya kenapa? Mama kesini karena memang ini sudah waktunya" ucap wanita itu yang merupakan mama kandung dari Kaysar Rahendra Putra Antararja


"Mama sudah menahannya dari beberapa bulan yang lalu" ucap wanita itu dingin


Kaysar mengernyit tak paham dengan kata kata mamanya yang begitu rumit untuk di pahami