
Bab 34
Cittt....
Decitan mobil yang sengaja di rem oleh pemiliknya karena hampir saja menabrak seseorang yang berjalan menuju ke area gedung kampus
Mayra mengusap wajahnya kasar kemudian memarkirkan mobilnya kemudian turun dan mendekati orang yang hampir dia tabrak tadi
"Hey Mayra are you ok?" tanya Raysa khawatir karena dirinya hampir saja di tabrak oleh wanita itu. Biasanya Mayra sangat berhati hati sekali dalam berkendara kecuali jika dalam masalah maka jangan ragukan lagi bagaimana aksinya di jalanan
"Gue baik baik aja cuma sedikit emosi" ucap Mayra dengan tersenyum
"Lo kalau ada masalah cerita sama kita" ucap Mita yang yakin jika ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu
"Santai aja"
-
-
-
"Yaudah gue duluan ya kita ketemu besok" ucap Mayra dan pergi meninggalkan teman temannya yang masih ingin berada di kampus. Dirinya baru saja selesai bertemu dengan dospem yang membimbing dirinya menyelesaikan skripsi
"Mayra" panggil seseorang dari arah belakang membuat Mayra yang hendak masuk ke dalam mobilnya terhenti seketika. Dia mengingat betul siapa pemilik suara itu
Mayra menoleh ke belakang dan benar dugaannya. Ariel berdiri di belakangnya entah apa tujuan pria itu menemui dirinya
"Ada apa" tanya Mayra datar
Ariel menghela nafasnya sejenak kemudian menatap manik mata Mayra dalam dalam. Tatapan yang dulu penuh cinta kini berubah menjadi datar dan hampa itu semua karena ulah dirinya
"Aku... minta maaf sama kamu" ucap Ariel
Mayra menaikkan salah satu alisnya sambil bersedekap apa dia salah dengar tadi
"Gak kok gak salah justru kejujuran kamu bener bener merubah aku untuk tidak terlalu percaya sama mulut busuk laki laki" ucap Mayra dengan menunjuk pada diri Ariel
"Ra gue bener bener minta maaf aku ingin kita balik kaya dulu lagi aku bener bener kehilangan kamu waktu kamu gak ada
"Lalu?" tanya Mayra sinis
"Semudah itu?" lanjut Mayra
"Mayra gue tau gue bener bener salah tapi percaya gue bener bener kehilangan lo Ra dan tanpa gue sadari kalau gue mulai jatuh hati sama kamu" ucap Ariel benar benar tulus
"Tapi semuanya udah terlambat perasaan gue ke lo udah mati untuk selamanya" ucap Mayra kemudian meninggalkan Ariel tanpa menghiraukan tatapan sendu dari Ariel
Mayra menancap gas mengendarai mobilnya memecah jalanan kota yang cukup ramai. Perjalanan beberapa menit akhirnya Mayra sampai di kediaman keluarga Mahendra
"Mayra" panggil seseorang membuat langkah Mayra terhenti dan menatap ke sumber suara
"Sayang" panggil orang itu lagi dengan tersenyum
"Ada apa nek" tanya Mayra dan duduk di samping Rena yang tengah duduk santai di sofa ruang tamu
"Ini..." Rena memberikan sesuatu pada cucu perempuannya
"Apa ini" tanya Mayra memicingkan matanya
"Gaun untuk acara pertunangan kamu nanti" ucap Rena lembut
Mayra memejamkan matanya sejank dan menghela nafas kasar. Kenapa antara kakek maupun neneknya tidak ada yang bisa mengerti dirinya jika dirinya tidak pernah menginginkan perjodohan itu
"Baiklah" ucap Mayra datar dan meraih gaun tersebut yang masih terbungkus rapi kemudian pergi ke kamarnya
Untuk saat ini dia hanya ingin istirahat dia lelah seharian ini apalagi sebelum dirinya pulang harus bertemu dengan Ariel