
Bab 31
"Nih" ucap Mayra yang baru saja datang tiba tiba meletakkan beberapa lembar kartu undangan di atas meja
"Apa ini" tanya Ara
"Buka aja sendiri" ucap Mayra santai dengan duduk di bangkunya santai
"Undangan pernikahan kak Vito?" tanya Raysa
"Heem"
"Jadi kita di undang juga" tanya Mita
"Yaps betul sekali" ucap Mayra
"Nanti kita ke butik yuk beli gaun untuk dreescode gitu" ucap Ara
"Boleh" ucap Raysa menyetujui
"Kalau gue sih enggak ya soalnya udah ada pakaian khusus untuk keluarga" ucap Mayra dengan tersenyum
"Heleh"
-
"Yang ini bagus gak" tanya Ara dengan mencoba salah satu gaun
"Bagus" ucap Mayra berpendapat sambil duduk di sofa dengan memakan camilan yang ia beli tadi sebelum ke butik
"Kalau ini aja gimana" tanya Mita dengan menunjukkan gaun berwarna biru tua
"Itu juga bagus" ucap Mayra
"Lo bilang bagus bagus semua kita yang bingung milih nih" ucap Raysa kesal
"Lah emang bagus kok" ucap Mayra santai
"Itu aja deh cocok buat kalian" ucap Mayra dengan menunjuk gaun berwarna merah maroon
"Yaudah deh ini aja" Ara Mita dan Raysa pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran meninggalkan Mayra seorang diri
"Hey Mayra lo disini juga" sapa seseorang membuat Mayra menoleh
"Enka" gumam Mayra
"Ngapain lo disini" tanya Enka
"Ngamen" jawab Mayra asal
"Udah lama juga" ucap Mayra singkat dan terus memakan cemilannya
"Ya bagus deh jadi kesempatan gue buat dapetin Ariel semakin terbuka" ucap Enka
"Itu terserah lo gue juga udah gak peduli" ucap Mayra
"Heh seorang Mayra yang mencintai Ariel sejak dulu tiba tiba tidak peduli gue gak yakin" ucap Enka meremehkan
"Terserah lo mau percaya atau enggak karena itu gak penting bagi gue" balas Mayra
"Ya ya ya jika itu benar itu semakin bagus dan gue harap lo gak nyesel kemudian kegatelan lagi sama Ariel" ucap Enka sinis
Mayra menoleh dan menatap Enka dari atas hingga bawah membuat yang di tatap sedikit merasa risih namun tidak ia tunjukkan
"Gak punya kaca ya" sindir Mayra
"Maksud lo" tanya Enka mulai terpancing emosi
"Maksud gue lo ngaca dulu deh sebelum ngomong kaya gitu ke gue" ucap Mayra santai dan kembali menatap ke depan
"Lo bilang gue kegatelan tapi gak nyadar diri kalau lo sendiri yang kegatelan sama cowok orang" lanjut Mayra membuat emosi Enka memuncak
"Mayra" teriak Enka membuat perhatian pengunjung lain terpusat padanya
Tangan Enka mengepal kuat dan salah satu tangannya melayang hendak menampar Mayra namun sebuah tangan kekar menggenggam kuat lengan Enka
Enka menatap ke arah belakang dan dirinya terkejut melihat siapa yang yang tengah menahan tangannya
"Ariel" gumam Enka
"Jangan pernah berani berani menyakiti Mayra" ucap Ariel dengan penuh penekanan
Ariel dengan kasar mengibaskan tangan Enka hingga membuat wanita itu memekik pelan
"Pergi lo dari sini" usir Ariel
Enka dengan perasaan kesal pergi meninggalkan butik itu
"Mayra ada apa" tanya Raysa yang dengan terburu buru mendatangi Mayra saat mendengar teriakan Enka
"Gak ada apa apa" ucap Maura santai dengan membuang bungkus cemilannya ke dalam tong sampah
"May lo gak kenapa napa" tanya Ariel penuh perhatian dengan mencoba menyentuh lengan Mayra untuk memastikan wanita itu baik baik saja
"Jangan sentuh gue" ucap Mayra tegas dengan mengibaskan tangan Ariel
"Yaudah yuk kita pulang" ajak Mayra pada ketiga sahabatnya