The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 57



Satu jam kemudian Mayra terbangun dari tidurnya dan dirinya merasa heran mengapa dirinya bisa tidur di atas ranjang empuk milik Kaysar. Apa pria itu yang memindahkannya?


Mayra beranjak dari tidurnya dan masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua. Wanita itu membersihkan tubuhnya hingga bersih dan wangi


Selesai mandi Mayra memilih pakaian santainya dan memakainya kemudian turun ke lantai dasar


"Dimana tuan Kaysar" tanya Mayra pada salah satu pelayan yang lewat


"Ada di ruang olahraganya" ucap pelayan tersebut


Mayra melangkah menuju ruang olahraga milik Kaysar. Perlahan wanita itu mulai menghafal setiap sudut mansion tersebut yang luasnya tidak main


"Kay" panggil Mayra


"Hei kau sudah bangun" ucap Kaysar sambil menoleh ke arah Mayra


"Heem" Pria itu menyelesaikan olahraganya dan menyeka keringatnya dengan sebuah handuk kecil


"Kau lapar" tanya Kaysar dan di jawab dengan cengengesan Mayra


"Hehehhe"


"Yaudah kita makan di luar aja" ucap Kaysar


"Emang kamu udah sembuh" tanya Mayra


"Udah dong" ucap Kaysar


"Bentar gue mandi dulu tunggu di ruang tamu nanti gue nyusul" ucap Kaysar dan masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai tiga


Sedangkan Mayra, wanita berparas cantik yang masih dalam mode penyamarannya dan tetap tidak melepaskan kacamata yang menghalangi seseorang memandang kecantikannya menunggu di ruang tamu sesuai dengan perintah Kaysar


Ruang tamu yang begitu luas bahkan bisa diukur sama luasnya dengan lapangan sepak bola hanya untuk ruang tamu saja belum lagi ruangan ruangan lainnya yang tak kalah luasnya


Beberapa saat kemudian Kaysar turun dan menyusul Mayra dengan wajah yang lebih segar


"Udah ayo" Kaysar dan Mayra pergi menuju restaurant mewah yang di pilih oleh Kaysar menggunakan mobil pria itu


Jika di bilang sarapan mungkin sudah terlambat karena seharusnya dari dua jam yang lalu mereka sarapan


"Hai tuan Kaysar" sapa seorang wanita cantik dengan pakaian yang benar benar ketat yang melekat di tubuh indahnya itu menyapa Kaysar


Sedangkan yang disapa memicingkan matanya merasa sedikit melupakan siapa wanita itu


"Apa kau melupakanku tuan" ucap wanita itu dengan suara mengalu alu dan dengan nada sedikit manja membuat telinga Kaysar sedikit risih namun dirinya juga tidak bisa mengusir wanita itu begitu saja


"Mmm sepertinya begitu" ucap Kaysar datar


"Netta" ucap wanita itu memperkenalkan namanya pada Kaysar


"Oh" ucap Kaysar tak berminat


"Oh ya tuan kesini untuk makan?" tanya membuat Mayra mencebik


Pertanyaan macam apa itu jelas jelas Kaysar datang ke sebuah restaurant tentu saja untuk makan tidak mungkin dirinya pergi ngamen ke restauran. Ingin rasanya Mayra menjawab pertanyaan wanita itu dengan cibiran namun dirinya juga harus jaga sikap


"Ya" jawab Kaysar malas


Netta menoleh ke arah belakang dan melihat Mayra yang duduk satu meja dengan Kaysar


"Siapa dia? Apa pelayanmu? Kenapa penampilannya.... mmm maaf ya gak ada menarik menariknya sama sekali" ucap Netta membuat emosi Mayra membuncah seketika


"Netta!!" sentak Kaysar


Pria itu tak kalah emosi juga jika ada seseorang yang menghina Mayra


"Maaf tuan" ucap Netta


"Jaga bicaramu jika tidak kau akan merasakan akibatnya" ancam Kaysar


"Iya ss...ssaya minta maaf saya permisi dulu" ucap Netta kemudian berlalu pergi dengan perasaan kesal karena wanita yang dia hina justru mendapat pembelaan dari Kaysar orang yang dia idamkan sejak dulu


Padahal dirinya berniat menghina Maura agar wanita itu menyerang dirinya dan dirinyalah yang mendapat perhatian dari Kaysar. Namun ternyata dugaannya salah dan bahkan berbalik pada dirinya sendiri