The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 42



Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan butik khusus kalangan menengah ke atas


"Turun"


"Iya" ucap Mayra


Mayra dengan pria yang belum ia ketahui namanya sampai sekarang berjalan masuk ke dalam butik itu dan mereka di sambut dengan baik oleh para karyawan toko


"Silahkan tuan" ucap pelayan toko mempersilahkan Mayra dengan pria di sampingnya itu masuk


"Pilihkan baju untuk dia baju santai serta baju formal dan beberapa gaun" ucap pria itu dingin dan duduk santai di sofa


"Silahkan ikut kami" Mayra ikut dengan para karyawan butik tadi dan tak lama kemudian Mayra kembali setelah mencoba beberapa pakaian


"Sudah selesai" ucap Mayra membuat perhatian pria yang sedang duduk santai dengan membaca majalah bisnis itu menatap ke arah dirinya


"Ok" Pria itu berdiri dan melakukan pembayaran pada semua barang barang Mayra


"Ini semua tidak gratis" ucap pria itu berbisik di telinga Mayra dan masuk ke dalam mobilnya


"Oh astaga lalu aku bayar pake apa" gumam Mayra panik


Selepas tragedi kaburnya dia itu Mayra tak membawa uang sepeser pun karena dalam rencana dirinya akan pergi ke Villa keluarga namun hal tak terduga seperti ini terjadi


"Apa aku hubungi Sean ya" gumam Mayra


"Ah enggak deh tapi gue belum kabari tuh anak kalau gue sama pria tengil itu" ucap Mayra


"Cepet masuk kau mau aku tinggal" ucap pria itu membuat Mayra berlari menuju mobil


Sreeettt... Bug...


Karena kurang hati hati Mayra terpeleset karena lantai yang cukup licin membuat dirinya terjatuh dan menabrak tubuh pria itu


Mata pria itu membulat tajam seketika membuat Mayra memejamkan matanya karena takut pasalnya posisi tubuh mereka sekarang sangat berdekatan


Pria itu bangun dari posisi nya dan menghempaskan tubuh Mayra membuat ponsel yang ada di tangan wanita itu terjatuh dan pecah


"Asshhhh" ringis Mayra karena tangannya terluka akibat terkena pecahan ponselnya yang cukup tajam


Pria itu yang masih sibuk membersihkan jas nya tak menyadari akibat dari perbuatannya tadi. Hingga saat mendengar ringisan dari Mayra membuat atensi nya teralih


"Kau kenapa" tanya pria itu khawatir dan mendekati tubuh Mayra yang masih terduduk di lantai


"Gue gapapa" ucap Mayra menahan sakit pada lukanya


Pria itu menarik tangan Mayra dan melihat luka nya yang terlihat cukup dalam. Pria yang berwajah tampan itu mencabut pecahan ponsel yang masih berada di luka Mayra membuat wanita di depannya meringis menahan sakit hingga matanya berkaca kaca


"Ponselmu?" tanya pria itu dengan menatap manik mata Mayra dan wanita itu mengangguk


"Akan ku ganti ponselmu nanti" ucap pria itu


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap pria itu membuat Mayra langsung menahan lengannya


"Gak aku gapapa ini hanya luka kecil aku bisa mengobatinya sendiri" ucap Mayra


"Ini bisa infeksi mending ke rumah sakit aja" ucap pria itu


"Gak aku bisa obati sendiri percaya sama saya" ucap Mayra


"Yaudah terserah kamu yang penting saya sudah berusaha bertanggung jawab dengan membawa kamu ke rumah sakit kalau kamu gamau yaudah itu urusan kamu dan jangan pernah menuntut saya paham kamu" ucap pria itu dingin dengan berdiri tepat di hadapan Mayra dan berlalu pergi masuk ke mobilnya


Jadi orang jahat banget gapunya perasaan emang batin Mayra dan ikut masuk ke dalam mobil namun kini dirinya duduk di samping supir


"Kenapa kau duduk di situ" tanya pria itu datar


"Gapapa"