
"Baiklah jika itu keputusan anda tuan" ucap sang dokter
Mau bagaimana lagi ini adalah keinginan Kaysar sendiri jika tidak di turuti maka pekerjaan mereka lah yang akan terancam
"Tetapi jika terjadi sesuatu anda bisa menghubungi saya" ucap dokter Sendra
"Iya" ucap Kaysar malas
Mayra dan Kelvin membantu Kaysar untuk berjalan karena pria itu menolak dengan mentah mentah untuk duduk di kursi roda yang katanya akan menjatuhkan harga dirinya
"Dasar batu" gerutu Mayra
"Siapa yang kau katakan batu hah" tanya Kaysar
"Kau lah siapa lagi udah aku bilang lebih enak pake kursi roda kenapa masih ngeyel" ucap Mayra
"Terserah aku lah" ucap Kaysar santai
"Terserah sih terserah kamu tapi jangan nyusahin gue juga" ucap Mayra ketus
"Ya itu tugas kamu karena kamu asisten aku" ucap Kaysar
"Huh" Mayra menghela nafas kasar percuma juga dirinya berdebat dengan Kaysar
Kelvin pergi mengambil mobil meninggalkan Mayra dan Kaysar berdua di loby rumah sakit
"Kamu sakit nyusahin orang" ucap Maura jutek
"Yang bilang gue sakit siapa" ucap Kaysar tak terima
"Aku kenapa? Gak suka?" ucap Mayra
"Gue gasuka" balas Kaysar
"Tinggal bilang sakit apa susahnya sih" ucap Mayra
"Ya karena emang gue gasakit" ucap Kaysar dengan wajah datar
"Udah deh kalian itu barantem mulu dari tadi gak capek apa" ucap Kelvin jengah
"Gak!!" ucap Mayra dan Kaysar serempak
"Jangan ngikutin gue" ucap Kaysar
"Yang ngikutin siapa kamu tuh yang ikut ikut gue ngaku gak lo" ucap Mayra
"Lo!!"
"Kamu!!" ucap Mayra tak terima dan langsung masuk ke dalam mobil
"Woi mobil siapa itu" teriak Kaysar
Mayra menutup kedua telinganya seolah tak mendengar ucapan Kaysar. Kelvin membantu Kaysar untuk masuk ke dalam mobil dan dirinya masuk dan duduk di bangku pengemudi
"Serah gue" ucap Mayra sewot
Perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai di mansion Kaysar. Mayra dan Kelvin membantu Kaysar untuk berjalan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya yang ada di lantai tiga
"Makanya punya rumah jangan gede gede amat gini kan susahnya" ucap Mayra
"Terserah gue dong yang punya rumah gue yang bangun rumah juga gue kalau lo gasuka tinggal pergi" ucap Kaysar santai
Kaysar berbaring di atas kasurnya dan Mayra menyelimutinya sampai batas dada pria itu
"Saya ke perusahaan tuan" ucap Kelvin pamit
"Heem jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" ucap Kaysar
Mayra mengecek suhu tubuh Kaysar dan ternyata masih cukup tinggi. Wanita cantik itu keluar dari dalam kamar dan kembali dengan air dalam wadah dan juga kain
"Buat apaan itu" tanya Kaysar memicingkan matanya
"Gini nih kalau gak pernah sekolah" cibir Mayra
"Enak aja pendidikan gue tinggi ya" ucap Kaysar
"Pendidikan doang tinggi tapi gatau ini alat buat apaan" ucap Mayra
"Ya emang itu buat apaan" tanya Kaysar
"Ini tuh buat ngompres kamu biar panasnya turun" ucap Mayra menjelaskan dan meletakkan kain yang sudah terkena air di dahi Kaysar
"Ihhh apaan sih ini" ucap Kaysar dan hendak mengambil handuk tersebut
"Diem!! Nurut aja" ucap Mayra dengan berkacak pinggang
Kaysar akhirnya diam dan menurut untuk tetap membiarkan handuk tersebut menempel di dahinya
"He" panggil Kaysar pada Mayra
"Nama gue Mayra jadi kalau manggil jangan ha he ha he" protes Mayra
"Iya iya gitu aja ribet" ucap Kaysar
"Ralat sekarang" perintah Mayra
"Mayra" panggil Kaysar mengulanginya dengan malas
"Apa"
"Gue laper" ucap Kaysar
"Tunggu bentar" Mayra turunari lantai tiga menuju dapur untuk membuatkan Kaysar sesuatu yang bisa dimakan oleh pria yang kini sedang sakit tersebut