
Setelah kepergian Netta, Mayra menatap Kaysar dengan sebal. Entah kenap dirinya merasa panas saat melihat Netta yang terang terangan menggoda Kaysar di hadapannya
"Kenapa? Jangan dengarkan ucapan Netta anggap saja angin lalu" ucap Kaysar
"Hm" ucap Mayra dingin dan memotong steaknya dengan kasar
"Ada apa denganmu" tanya Kaysar lagi
"Tidak apa" ucap Mayra cuek
"Oh" ucap Kaysar membuat Mayra mencebik kesal dan membanting pisau serta garpunya dengan kasar di atas piring memciptakan dentingan bunyi yang cukup keras
"Ada apa denganmu May" tanya Kaysar
"Aku tidak apa apa" ucap Mayra dan langsung pergi meninggalkan Kaysar membuat pria itu heran
"Bilangnya tidak apa tapi kelihatannya marah" gumam Kaysar bingung
"Wanita susah banget di pahami kenapa gak bilang langsung aja" ucap Kaysar heran
Kaysar menyelesaikan makannya yang belum selesai dan membayar tagihannya kemudian menyusul Mayra yang lebih dulu pergi
"Ada apa" tanya Kaysar yang kesekian kalinya
"Gak apa apa" Mayra masuk ke dalam mobil dan di susul oleh Kaysar
Mereka kembali pulang dan selama perjalanan suasana hening tanpa pembicaraan apapun. Kaysar yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada Mayra tetap diam saja dari pada nanti semakin menimbulkan masalah
Saat sampai di mansion pun Mayra langsung masuk ke dalam kamar begitu saja tanpa berkata sepatah pun
"Ada apa dengan wanita itu" tanya Kaysar pada dirinya sendiri dengan bingung
Alhasil Kaysar lebih memilih pergi ke kantor saja tanpa mengajak Mayra karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia tangani
Sedangkan di dalam kamar Mayra mengomel ngomel sendiri pada dirinya.
"Kenapa gue harus cemburu emang gue siapanya Kaysar"
"Tapi gue cemburu"
"Gue gasuka liat Kaysar sama cewek lain"
"Kenapa sih gak enak banget nahan cemburu"
-
-
-
"Saya terima nikah dan kawinnya Enka Putri Letta dengan mas kawin uang lima puluh juta dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Ariel menjabat tangan penghulu
Hari ini dirinya menikahi Enka atas pakasaan dari kedua orang tuanya dan juga demi menyelamatkan perusahaannya yang kini sedang di ambang kehancuran
"Bagaimana para saksi sah"
"Sah!!!" ucap serentak dari para tamu menyatakan bahwa kini Enka sudah resmi menjadi istri Ariel
Enka tersenyum dengan puas akhirnya laki laki yang dia inginkan selama ini kini menjadi suami nya suami sah nya secara agama maupun hukum
Ariel menyematkan cincin di jari manis Enka begitu pula sebaliknya. Enka mencium tangan Ariel dengan lembut namun pria itu tidak mencium keningnya karena perasaannya masih terpaku pada Mayra. Perasaan yang terlambat dia sadari saat orang yang dia cintai telah pergi dan sampai sekarang masih belum kembali
Tepuk tangan riuh dari para tamu menyadarkan Ariel dari lamunannya akan bayangan kenangan dirinya dengan Mayra.
Selama beberapa bulan ini dirinya mencari Mayra kemana mana namun tetap saja dirinya tidak menemukan wanita yang telah mengisi hatinya itu
"Ariel" panggil Enka dengan menggoyangkan bahu suaminya
"Ah iya apa" tanya Ariel gelagapan
"Kamu mikirin apa? Mikirin Mayra ya" ucap Enka pelan
"Kenapa sih kamu masih mikirin wanita gak jelas itu jelas jelas sekarang kamu lagi nikahin aku jadi lupain Mayra mulai sekarang" ucap Enka kesal
Ariel menatap tajam Enka kemudian dirinya menghela nafas kasar percuma juga menjelaskan pada wanita itu lebih baik kini dirinya bersikap baik pada Enka agar wanita itu segera mengucurkan dana pada perusahaan papanya
"Iya maaf" ucap Ariel mengalah
"Gitu dong" Enka tersenyum puas
Lihat Mayra gue bisa rebut Ariel dari pelukan lo batin Enka dengan tersenyum licik