
"Nona Mayra ini ada kue dari tuan Kaysar" ucap pelayan memberikan kue pada Mayra yang baru saja keluar dari dalam kamarnya
"Kue?" gumam Mayra pelan
"Ah iya makasih" ucap Mayra dan pelayan itu pergi meninggalkan Mayra sendiri
Kaysar yang baru saja pulang pada pukul delapan malam karena harus lembur menyelesaikan beberapa pekerjaan dan langsung pergi menuju toko kue untuk membeli kue khusus untuk Mayra
Mayra membuka kotak kue tersebut dan membaca sebuah tulisan yang tertulis di atas kue itu
'Maaf'
Secarik kertas pun terselip di antara kue itu dan di ambil oleh Mayra kemudian ia baca
"Aku minta maaf kalau ada salah tapi jangan marah ok"
Mayra tersenyum membaca tulisan tersebut. Tulisan yang di tulis sendiri oleh Kaysar meskipun hanya beberapa bulan bersama Kaysar, Mayra hafal betul bagaimana tulisan pria tampan itu
Hampir setengah tahun Mayra pergi meninggalkan kediaman Mahendra membuat seluruh anggota keluarganya cemas mencari dirinya
Mayra berjalan menuju meja makan dan ternyata Kaysar berada di sana sambil memakan buah apel dengan santai
"Kenapa kau minta maaf" tanya Mayra dan mengambil minum
"Ya karena kau marah tanpa sebab" ucap Kaysar dengan memandang Mayra
"Kau masih marah" tanya Kaysar dan Mayra menggeleng
"Berarti kue ini buat gue aja ya gue laper soalnya" ucap Kaysar dan menyeret kotak kue ke hadapannya
"Eh enak aja gak ikhlas ngasih ya" ucap Mayra
Kaysar memandang Mayra dengan tatapan penuh permohonan
"Gitu aja marah yaudah makan" ucap Mayra memberikan kue itu pada Kaysar
"Lo sekarang suka sama siapa sih" tanya Mayra tiba tiba
Entah kenapa dirinya ingin sekali bertanya soal itu. Kaysar menatap Mayra sejenak dan melanjutkan makan kuenya
"Gue? Mmm yang pastinya orang sih" ucap Kaysar
"Oh" Mayra tidak menggali lebih dalam lagi karena Mayra merutuki pertanyaan konyol nya. Kenapa dirinya bertanya soal itu memangnya dirinya siapa
Mayra membuka sebuah kotak yang berisi ponsel yang di belikan oleh Kaysar beberapa bulan lalu
Kotak tersebut masih tersegel rapi. Mayra belum membukanya sama sekali
"Apa gue hubungi Sean ya gue kangen sama tuh anak" ucap Mayra
"Tapi jangan jika aku hubungi Sean nanti kakek tau dan maksa aku buat pulang" gumam Mayra dan memasukkan kembali ponsel itu ke dalam laci
-
-
"Baiklah tuan Kaysar terima kasih" ucap seorang pria yang merupakan rekan kerja Kaysar
"Sama sama"
"Saya permisi dulu"
Kaysar dengan di temani oleh Mayra dan Kelvin sedang meeting di sebuah restaurant untuk membahas soal pekerjaan
Di tempat yang sama seorang pria berusia setengah baya tengah melakukan perjanjian bisnis. Dia adalah Delon Mahendra
"Terima kasih tuan" ucap Delon dengan tersenyum setelah mendapatkan keberhasilan untuk bekerja sama dengan perusahaan yang cukup besar
Delon mengedarkan pandangannya dan berhenti pada sebuah meja yang terletak tak jauh dari tempatnya duduk. Seseorang yang mirip dengan Mayra, cucunya
Delon beranjak dan mendekati meja itu yang diisi oleh Kaysar, Kelvin dan Mayra. Mereka bertiga membahas sesuatu yang penting hingga obrolan mereka terhenti saat sebuah suara memanggil nama Mayra
"Mayra sayang" panggil Delon
Mayra seketika menegang namun dirinya berusaha mentralisir detak jantungnya dan memperbaiki penampilannya
"Maaf anda siapa ya tuan" tanya Mayra dengan suara sedikit berbeda
Mayra merasa sakit hati harus memanggil kakeknya sendiri dengan panggilan seperti itu namun bagaimana lagi
"Jadi kamu bukan Mayra" tanya Delon dan Mayra menggelengkan kepala
Kelvin yang tak mengerti soal apapun hanya diam dan berpikir jika Delon salah orang dan kebetulan namanya sama
Sedangkan Kaysar yang mengetahui jika Delon memang benar adalah kakek Mayra hanya diam dirinya tidak berani ikut campur dalam urusan keluarga Mahendra