The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 46



"Aku hanya akan membawa beberapa baju saja" ucap Mayra dan menutup kopernya lalu meletakkan di dekat ranjang


Tok...tok...tok...


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Mayra.


"Iya" tanya Mayra setelah membukakan pintu


"Tuan Kaysar memanggil anda" ucap pelayan mansion


"Dia ada dimana sekarang" tanya Mayra


"Ada di taman belakang"


"Baiklah bisakah kau mengantarku karena aku belum hafal setiap sudut mansion ini" ucap Mayra meminta tolong


"Baiklah" Pelayan tersebut mengantar Mayra ke taman belakang yang berjarak beberapa ratus meter dari arah kamar Mayra yang ada di lantai dua sedangkan kamar sang pemilik mansion ada di lantai tiga


"Tuan" panggil Mayra


Kaysar yang sibuk menatap layar laptop pun menoleh. "Duduklah" ucap Kaysar


Mayra duduk di bangku yang ada di hadapan Kaysar dan berjarak satu buah meja kecil


"Kau masih belum hafal mansion ini" tanya Kaysar tanpa menatap Mayra tangannya sibuk mengetik di laptop nya membaca beberapa laporan


"Hm sebenaranya aku mungkin butuh peta mansion mu terlalu luas" gerutu Mayra


Kaysar tetap diam kemudian menatap Mayra sejenak. "Kau harus belajar mengingat setiap sudut mansion ini" ucap Kaysar


"Untuk?" tanya Mayra


"Karena kau akan tinggal disini entah sampai kapan" ucap Kaysar


Mayra menghela nafasnya panjang apa yang dikatakan oleh Kaysar itu memang benar


"Aku berterima kasih atas bantuanmu" ucap Mayra


"Sama sama" ucap Kaysar singkat


"Kau sebenarnya manusia atau kulkas" cibir Mayra langsung to the poin


"Memang kenapa" tanya Kaysar dengan dahi mengkerut


"Dingin banget jadi orang gak ada senyum senyumnya" ucap Mayra jujur


"Itu mulut gak ada filternya ya" ucap Kaysar


Dengan polos Mayra menggelengkan kepala membuat Kaysar tersenyum sangat tipis bahkan tak terlihat oleh siapapun


"Kenapa" tanya Mayra pelan


"Gak ada yang seberani kamu buat ngomong kaya gitu kenapa kamu berani banget mau kamu aku pecat" ucap Kaysar


"Pecat aja enak tinggal numpang di rumah kamu" ucap Mayra dengan terkekeh pelan


"Emang tega ngusir aku" tantang Mayra


"Tega tega aja lah emang kamu siapa" ucap Kaysar enteng sambil menutup laptopya dan meletakkan di atas meja


"Iyalah kamu kan manusia gak punya perasaan" ucap Mayra


"Emang kamu siapa aku temen bukan pacar juga bukan apalagi istri harusnya yang tinggal di rumah ini itu istri aku nanti kenapa jadi kamu" ucap Kaysar


"Ya gapapa lah" ucap Mayra santai


"Gapapa gapapa aku yang kenapa napa aku nyiapin ini semua itu untuk istri aku nanti" ucap Kaysar


"Hehehe ya aku juga gamau sih tinggal disini" ucap Mayra


"Terus?"


"Ya kan karena insiden itu jadi terpaksa mau bagaimana lagi apalagi aku belum pernah ke kota J pusat" ucap Mayra


"Kamu tinggal dimana emang" tanya Kaysar menyelidik


Mayra memicingkan matanya untuk apa pria itu bertanya tanya tapi dia harus tetap menjawab agar tidak di curigai oleh Kaysar jika dirinya seorang mata mata


"Aku tinggal di kota J timur" ucap Mayra


"Bukannya dekat ya kenapa kamu gapernah kesini" tanya Kaysar


"Ya emang pernah beberapa kali tapi gak sendirian kalau sendirian gue gatau harus pergi kemana" ucap Mayra


Kaysar mengangguk paham dengan penjelasan Mayra tadi


Berarti dia jujur batin Kaysar. Laporan yang baru saja dia terima tadi adalah tentang asal usul Mayra yang dia cari dan dia dapatkan dari anak buahnya