The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 69



Bel apartemen Mayra berbunyi beberapa kali.


"Iya sebentar" ucap Mayra


Mayra membuka pintu apartemen dan di detik itu juga dia terpaku pada siapa yang datang


"Kaysar" gumam Mayra


Kaysar menghambur memeluk Mayra dengan erat dia benar benar rindu pada wanita di depannya ini. Sejak kepergian Mayra hidupnya seolah berhenti pada detik itu juga


"Aku kangen sama kamu" ucap Kaysar berbisik di telinga Mayra


Wanita yang tengah di peluk oleh Kaysar itu tersenyum


"Oh ya?" ucap Mayra dengan berkacak pinggang


"Jadi? Kamu kesini karena rindu dengan gadis berkaca mata ini" ucap Mayra memulai keusilannya


"Kalau iya kenapa" ucap Kaysar


Mayra terkekeh sambil menggelengkan kepalanya


"Masuk dulu kamu aku buatkan apa" tanya Mayra


"Gak ada" ucap Kaysar membuat Mayra mengernyit


"Kamu siap siap aja nanti malem aku jemput pake gaun ini" ucap Kaysar dan meletakkan paper bag di atas meja


"Gue ke kantor dulu" ucap Kaysar dengan mendekati Mayra. Pria itu mengacak acak rambut gadis di depannya dengan gemas


"Dandan yang cantik" ucap Kaysar


"Sampai jumpa nanti malem cantikku" ucap Kaysar kemudian pergi


Setelah Kaysar benar benar pergi tubuh Mayra luruh ke lantai


"Astaga mimpi apa gue semalem hah beneran nih Kaysar nyusulin gue? Astaga astaga bisa gila gue" ucap Mayra


"Gue salting tatapannya astaga" ucap Mayra dengan wajah bersemu merah


Hatinya kini berbunga bunga gak ada angin gak ada hujan Kaysar datang menemuinya dan mengajaknya pergi keluar?


Rasanya seperti mimpi meskipun selama ini mereka sering keluar bersama namun Mayra bisa merasakan kali ini akan ada yang berbeda


Bel kembali berbunyi membuat Mayra berdecak kesal siapa yang mengganggunya yang sedang berbahagia


"Andika? Ngapain kamu disini" tanya Mayra ketus


"Siapa pria tadi" tanya Andika penasaran


"Kepo kamu" ketus Mayra


"Kau akan menikah?" tanya Mayra


"Yaps benar sekali dan aku gak akan tinggal di negeri ini lagi" ucap Andika


"Selamat ya semoga pernikahan kamu beejalan dengan lancar" ucap Mayra


"Makasih aku harap kamu dateng sama calon suami kamu tadi" ucap Andika dan masuk ke dalam apartemen miliknya


"Calon suami?" gumam Mayra membeo


"Dia bukan calon suami gue we eh tapi semoga aja hehehe" ucap Mayra dan langsung masuk ke dalam apartemen kembali


-


-


-


Pukul enam malam Mayra telah siap dengan gaun merah yang melekat dengan indah di tubuhnya. Terlihat elegan dan anggun


Mayra berjalan mondar mandir di depan meja riasnya dirinya bingung haruskah dia menggerai rambutnya atau tetap menggulungnya ke atas


"Gak gak aku harus tetep kaya biasanya nanti Kaysar gak ngenalin gue gimana" ucap Mayra dan akhirnya tetap menggunakan kaca mata dan menggulung rambutnya


Wanita itu dengan make up tipis namun sudah terlihat sangat cantik meskipun tetap memakai kacamata dan menggulung rambutnya


Mayra menggunakan high heels nya dan keluar dari apartemennya


"Heh siapa kamu kenapa keluar dari apartemen teman saya" ucap Andika dengan menodong Mayra menggunakan tangannya yang kosong tanpa senjata


Mayra menghela nafas kasar "Gue Mayra yang punya apartemen ini" ucap Mayra


"Ha? Masa? Beneran ini lo Ra" tanya Andika tak percaya


"Astaga lo beda banget" ucap Andika


"Beda apanya gue sama aja" ucap Mayra


"Tetep aja beda lo keliatan cantik banget" ucap Andika


"Awas naksir" ucap Mayra


"Gak lah gue tuh tipe setia ya gue tetep cinga dan sayang ma calon istri gue" ucap Andika


"Bagus pertahankan" ucap Mayra


"Gue duluan ya" ucap Mayra


"Ok semoga kencannya berhasil" ucap Andika