
Bab 35
Hari demi hari berlalu dan berganti menjadi minggu.
Satu bulan kemudian
"Hm iya" jawab Mayra lesu dari balik sambungan vidiocall bersama ketiga sahabatnya
"Jadi pertunangan lo akan di adakan besok?" tanya Ara
"Lo gak ngundang kita" tanya Raysa penasaran apa alasan sahabatnya itu tidak mengundang mereka ke acara pertunangannya meskipun mereka sudah tau jika Mayra tidak menyetujui perjodohan itu
"Nanti kalian juga akan tau alasannya" ucap Mayra
Tok.. tok.. tok..
"Udah dulu ya bye" ucap Mayra dan mematikan sambungan teleponnya
Mayra melempar ponselnya begitu saja dan membuka pintu. Terlihat Sean tengah berdiri tegap di depan pintu kamarnya
"Boleh gue masuk" tanya Sean
Terlihat wajah serius dari raut yang di tunjukkan oleh pria itu. Mayra mengangguk dan membuka pintunya lebar lebar membiarkan Sean masuk setelah itu menutupnya kembali
"Ada apa" tanya Mayra sambil duduk di atas ranjangnya sedangkan Sean duduk di sofa dekat ranjang
Pria itu mengangkat sebuah kunci mobil membuat dahi Mayra mengkerut
"Untuk?" tanya Mayra
Sean melempar kunci mobil itu ke Mayra dan ditangkap dengan baik oleh wanita itu
"Mobil itu ada di bagian barat hotel acara pertunangan lo besok gue dapet itu dari kak Vito karena yang sekarang bisa mudah menyiapkan semuanya adalah dia" ucap Sean
Mayra mengangguk mengerti jadi itu adalah salah satu rencana dari mereka agar memudahkan aksi Mayra besok
"Tapi... apa bisa aku lolos dari pantauan kakek" ucap Mayra ragu
"Eyra gue yakin lo bisa kalau lo memang gak setuju maka lakukan rencana awal tapi jika lo berubah pikiran kita lihat aja besok waktu lo cuma semalam pikirin baik baik" ucap Sean kemudian keluar dari dalam kamar kakaknya
Mayra menatap pada gantungan gaun yang sudah tergantung rapi di dalam kamarnya untuk ia kenakan besok
"Gak aku bisa menentukan pilihan hidupku sendiri" ucap Mayra
-
-
Seluruh anggota keluarga telah siap dengan pakaian mereka termasuk juga Mayra. Wanita itu terlihat cantik meskipun hanya dengan polesan make up tipis
Tok... tok... tok...
"Mayra ayo jangan lama lama" ucap Delon dengan mengetuk pintu kamar Mayra beberapa kali
"Iya sebentar kek"
Ceklek
Mayra membuka pintu kamarnya dan keluar dari dalam kamar pribadinya
"Aku udah siap kok" ucap Mayra
"Yaudah ayo turun jangan lakuin hal hal yang aneh ngerti?" ucap Delon dan Mayra hanya menganggukkan kepalanya saja
Delon dan Mayra menuruni anak tangga dan bergabung dengan yang lainnya yang sudah menunggu di ruang tengah
"Udah ayo kita hampir telat" ucap Rena
Delon dan Rena berada dalam satu mobil sedangkan Rio dan Diana berada di satu mobil lainnya. Mayra dan Sean berada di mobil yang di kendarai oleh Sean
"Gimana keputusan lo" tanya Sean sambil fokus menyetir
"Tetap pada keputusan awal" ucap Mayra yakin
Sean menatap Mayra sekilas kemudian kembali fokus menyetir
"Lo yakin?" tanya Sean sedikit ragu
"Gue yakin"
Perjalanan beberapa menit akhirnya mereka semua sampai di hotel tempat acara berlangsung. Seluruh anggota keluarga Mahendra masuk ke dalam lobby hotel
"Hai"
"Vito kau sudah sampai lebih dulu" ucap Delon dengan menepuk pundak Vito beberapa kali
Vito dengan di dampingi Tania sudah datang beberapa menit sebelum keluarga Mahendra yang lain datang
Dalam acara ini yang menjadi tamu undangan hanya terbatas yaitu teman dekat, keluarga inti dan beberapa rekan kerja
Vito menatap adiknya yang berdiri di belakang Delon tampak sangat tenang seperti tak ada beban