The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 53



"Terima kasih karena telah mau bekerja sama dengan perusahaan kami" ucap Kaysar sambil menjabat tangan rekan kerjanya


"Baiklah tuan saya duluan"


Kini di ruang meeting itu menyisakan Kaysar, Mayra dan Kelvin.


"Tuan saya kembali ke ruangan" pamit Kelvin undur diri


"May bagaimana kalau kita makan siang bareng" ajak Kaysar


"Boleh tuh" ucap Mayra menyetujui


Kaysar dan Mayra berjalan beriringan masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar


"Kenapa gak ngajak Kelvin juga" ucap Mayra


"Biarkan saja lagi pula lebih enak berdua" ucap Kaysar datar dan masuk ke dalam bangku pengemudi sedangkan Mayra duduk di bangku samping Kaysar


"Sebenarnya siapa sih dia kenapa deket banget sama tuan Kaysar" bisik salah satu karyawan yang memperhatikan Kaysar dan Mayra yang baru saja melewati loby perusahaan


"Entahlah aku juga gatau tapi kenapa penampilannya kaya gitu gak ada cantik cantiknya"


"Tau tuh masih cantikan gue"


"Kata siapa kalau di lihat dari matanya sih dia cantik cuma di rubah dikit penampilannya pasti jadi cantik" sahut yang lain


"Dih cantikan gue mata lu buta apa"


"Kalau di lihat lihat gak mungkin sih itu gebetannya tuan yakali calon istrinya nanti kaya gitu"


"Kalau iya kalian bisa apa"


"Udah deh lu diem aja"


"Yang nyuruh kalian ngerumpi siapa hah!!" suara bariton seorang pria dari belakang mereka membuat mereka terlonjak kaget dan menoleh ke arah belakang


"Eh tuan Kelvin" ucap mereka segan


Kelvin adalah orang yang sangat di segani setelah Kaysar. Karena pria itu adalah asisten CEO perusahaan tersebut yang cukup tegas dan berwibawa namun mereka berdua sama sama dingin dan cuek sehingga para karyawan takut untuk mendekati mereka


"Maaf tuan"


"Kerja sana"


-


-


-


"Kau mau pesan apa" tanya Kaysar pada Mayra sambil membolak balikkan buku menu


Kaysar memesan makanan yang sama untuk dirinya dan Mayra. Menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang mereka pesan telah datang


"Boleh aku tanya May" tanya Kaysar serius


"Apa" tanya Mayra dengan memakan makanannya


"Apa ada seseorang yang kamu cintai" tanya Kaysar


"Uhukk...uhukk..." Mendengar pertanyaan dari Kaysar membuat Mayra tersedak oleh makanan yang dia makan


Kaysar dengan cepat memberikan minumnya pada Mayra dan langsung di minum oleh wanita itu


"Pelan pelan" ucap Kaysar


"Memangnya kenapa" tanya Mayra


"Ya gapapa aku hanya ingin bertanya" ucap Kaysar dengan memakan makanannya


"Dulu ada tapi dia..." ucap Mayra menggantung


"Apa" tanya Kaysar penasaran


"Tidak apa apa aku tidak ingin membahasnya" ucap Mayra cepat dan melanjutkan makannya


"Lalu sekarang?" tanya Kaysar dengan menatap lekat Mayra


Mayra terdiam sejenak dirinya juga tak tau dengan isi hatinya sekarang


"Aku... entahlah aku masih ragu dengan perasaanku sendiri" ucap Mayra


"Kenapa memangnya" tanya Kaysar


"Aku takut kalau cintaku bertepuk sebelah tangan" ucap Mayra


"Memangnya dia siapa" tanya Kaysar lebih mendalam


Mayra menatap netra Kaysar bertabrakan dengan netra indah milik pria itu yang juga tengah menatap dirinya. Ada rasa nyaman dalam hatinya saat melihat pria itu


Tapi dia takut untuk mengungkapkan perasaannya pada pria itu


"Seseorang yang bersamaku" ucap Mayra pelan hampir tak terdengar namun indra pendengaran Kaysar yang sangat tajam mampu mendengar ucapan Mayra dengan jelas bahkan sangat jelas


"Coba katakan sekali lagi" ucap Kaysar


"Tidak apa lupakan" ucap Mayra dan melanjutkan makannya sampai habis tak tersisa


Kaysar tersenyum tipis dan ikut menghabiskan makannya sambil tetap menatap Mayra. Wanita yang berhasil memporak porandakan hatinya wanita dengan kaca mata tebal dan tanpa make up yang mampu membuat seorang Kaysar yang terkenal dengan notabene nya sebagai pria dingin dan cuek tidak bisa tidur semalam