The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 14



Bab 14


"Ada apa" tanya Ariel dengan duduk santai di bangku taman


"Mau jelasin lagi? Sampai kapan? Gak bosen? Percuma" ucap Ariel lagi membuat nyali Mayra menciut


"Riel apa semudah itu perasaan lo ke gue menghilang" tanya Mayra


"Jujur aja gue nembak lo dulu itu cuma kasian doang gara gara lo ngejar ngejar gue mulu dan itu tuh cuma iseng" ucap Ariel dengan senyum miring


Mayra menbulatkan matanya tak percaya. Jadi selama ini sikap manis Ariel hanyalah kepalsuan


Hal gila apa yang harus dia terima ini. Pria itu seolah tak punya hati dengan entengnya dia mengungkap semuanya yang jelas jelas akan melukai hati wanita di depannya ini


"Kenapa gak bilang dari dulu" ucap Mayra dengan menahan isak tangisnya


Ternyata seperti ini rasanya mencintai tanpa di cintai kembali dan hanya di terima karena rasa kasihan. Hanya rasa sakit yang dia terima saat mengetahui kenyataan yang bahkan tidak pernah ia ingin dengar


Mayra akui jika dia benar benar mencintai Ariel sejak SMA namun dia juga tidak perlu di kasihani hingga sampai seperti ini


"Kasihan aja" ucap Ariel santai


Satu tetes air mata lolos dari pelupuk mata Mayra. Tidak.. udah cukup jika berlama lama disini dan mendengar kata kata menyakitkan dari Ariel dia bisa gila. Ini tidak baik untuk kesehatan hatinya


"Karena lo bikin gue risih paham gak sih" teriak Ariel membuat Mayra tersentak kaget


"Gue bersikap manis itu cuma palsu gue GAK PERNAH MENCINTAI LO MAYRA" perjelas Ariel semakin membuat tangisan Mayra pecah


"Udah!! Udah cukup Riel udah ok aku paham udah gak perlu lo perjelas lagi" teriak Mayra dengan menutup kedua telinganya


"Kenapa? Sakit? Lo sakit hati?" tanya Ariel tanpa merasa berdosa


"Mending sekarang lo belajar buat lupain gue karena sebentar lagi gue akan di jodohin sama orang anak pengusaha kaya" ucap Ariel dengan tertawa di depan Mayra yang sedang menahan tangisannya agar tidak semakin pecah


"Udah deh lo cuma buang buang waktu doang lagian lo mau selingkuh atau enggak gue juga gak perduli" ucap Ariel santai dan berjalan pergi meninggalkan Mayra


"Terima kasih juga atas luka nya" lanjut Mayra


Ariel tak perduli dan masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja. Mayra mendongakkan kepalanya agar air matanya tak menetes terus terusan


Namun itu percuma hatinya masih begitu sakit mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh Ariel.


Lutut Mayra perlahan mulai melemas membuat tubuh wanita itu hampir terjatuh.


"Eyra" teriak seseorang dan langsung berlari mendekati Mayra


Seorang pria berlari mendekati Mayra saat melihat wanita itu menangis seorang diri


"Sean" gumam Mayra dengan suara serak


"Ada apa sama lo" tanya Sean khawatir namun Mayra hanya menggeleng


"Gak mungkin"


"Jujur sama gue siapa yang buat lo kaya gini" tanya Sean tegas


Sean yang biasanya menyebalkan dan selalu membuat orang kesal kini berubah menjadi tegas seketika saat melihat kakaknya yang di buat menangis oleh seseorang


Tangisan Mayra semakin pecah dan Sean langsung membawanya ke dalam dekapannya. Beberapa saat kemudian tangisan Mayra mulai mereda namun Sean kini tak lagi bertanya tanya


"Mending kita pulang aja" ajak Sean


"Gak aku mau sendiri dulu" Mayra melangkah pergi dan masuk ke dalam mobilnya


"Gue gak akan biarin lo sendirian Eyra" gumam Sean dan mengikuti arah mobil Mayra yang melaju dengan kecepatan tinggi


Hal itu biasa bagi Sean karena dia juga selalu mengebut setiap mengemudi motor miliknya