The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 17



Bab 17


"Saya mau mengurus administrasi pasien atas nama Mayra Kanaya Putri Mahendra yang baru saja masuk ruang UGD karena kecelakaan tadi" ucap Vito


"Baiklah tunggu sebentar"


"Mau dipindahkan ke ruang rawat biasa atau VIP"


"VIP saja jawab Vito


"Totalnya dua puluh juta" ucap wanita yang bekerja pada bagian administrasi


Vito melakukan pembayaran agar Mayra segera dipindahkan ke ruang rawat.


"Terima kasih" Vito hendak membalikkan badannya namun di kejutkan oleh keberadaan Sean yang sedari tadi berada di belakangnya namun tidak dia sadari


"Sean sejak kapan kamu disitu" tanya Vito


"Sejak tadi"


"Ada apa" tanya Vito


"Tidak aku hanya memberitahukan jika Mayra bukanlah kecelakaan murni" ucap Sean dengan wajah datar


"Maksudnya? Ada seseorang yang berusaha mencelakainya" ucap Vito


"Ya"


"Siapa? Apa Mayra punya musuh" tanya Vito


"Ini semua karenaku" ucap Sean merasa bersalah


"Maksudnya? Katakan dengan cepat jangan bertele tele" ucap Vito yang sedikit kesal


Sean menceritakan semuanya dengan detail tentang apa yang dia lihat di sekitar tempat kecelakaan tadi pada Vito


"Benar benar gila akan aku temukan dia dan aku beri pelajaran pada orang yang berani beraninya mencelakai adikku" ucap Vito dengan menahan emosinya


"Tidak perlu aku sendiri yang akan melakukannya" ucap Sean


"Kau akan pergi?"


"Iya jika ada yang bertanya katakan aku ada urusan sebentar" ucap Sean


Beberapa menit perjalanan akhirnya Sean sampai di tempat yang dia tuju karena kecepatan yang di kendarai Sean tidak dapat diragukan lagi


Tin


Seorang penjaga keluar dari dalam rumah dan menemui Sean


"Ada kepentingan apa anda tuan? Apa..." tanya penjaga itu


"Apa nonamu ada" tanya Sean balik


"Ada"


"Aku ingin bertemu dengannya" ucap Sean


"Baiklah" Penjaga tersebut membukakan pagar dan membiarkan Sean masuk ke dalam. Hal itu biasa bagi penjaga tersebut karena beberapa kali Sean datang kesana


Sean berhenti tepat di depan beranda rumah. Pria itu tidak turun dari motornya dan hanya duduk bersandar pada motor sportnya itu


Tak lama seorang wanita cantik datang menemui dirinya. Hal itu sudah ia duga sebelumnya tanpa dirinya masuk pun sang pemilik rumah lah yang akan datang menemui dirinya


"Sean" senyum mengembang di bibir wanita itu dan berjalan mendekati Sean


"Maksud lo apa" tanya Sean datar


"Se... apa maksud kamu" tanya wanita itu pura pura tak mengerti


"Jangan pura pura gue udah tau semuanya" ucap Sean datar dan tetap berada di samping motornya


"Maksud kamu apa Se aku apa? Aku gak kenapa napa" ucap wanita itu dengan tersenyum manis


"Palsu ternyata kelakuan lo gak secantik wajah lo" cibir Sean


"Maksud lo apa" tanya wanita itu kesal


"Lo yang udah nabrak Eyra kan dan lo kabur begitu saja setelah lo pastikan dia benar benar terluka" ucap Sean mengungkap semuanya dan kini pria itu mulai mendekati wanita di hadapannya ini hingga membuatnya ketakutan dan berjalan mundur


"Maksud kamu apa? Aku gak ngelakuin itu kenapa kamu nuduh aku" ucap wanita itu dengan suara bergetar ketakutan karena melihat tatapan Sean yang begitu tajam


Tatapan yang tak pernah di tunjukkan pada siapapun selama ini


"Gausah pura pura lagi" teriak Sean semakin membuat tubuh wanita itu bergetar ketakutan