The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 38



Citt...


Sebuah mobil mengerem mendadak saat sang pemilik terkejut karena ada wanita yang juga berada di dalam mobil itu tanpa dia sadari. Hingga mobil itu kembali berjalan lagi saat pengendara lain membunyikan klakson


"Kau siapa" tanya pria itu


"Maaf" ucap Mayra


Ya mobil itu adalah mobil yang di tumpangi oleh Mayra saat berusaha kabur dari kejaran bodyguard kakeknya


"Bagaimana kau bisa masuk ke dalam mobilku" tanya pria itu dengan nada sedikit tinggi membuat nyali Mayra menciut


"Ta..tadi mobilmu tidak terkunci" ucap Mayra jujur


"Kau pasti mata mata kan" tuduh pria itu dan menepikan mobilnya


"Gak!! Aku bukan mata mata aku di hotel itu akan dijodohkan dengan orang yang gak aku kenal jadi aku kabur dan tadi aku hampir tertangkap aku mohon aku tidak tau kota ini jangan turunkan aku" ucap Mayra sendu


Pria itu melihat penampilan Mayra dari atas hingga bawah. Mata pria itu memicing tak percaya


"Aku mohon percayalah sama aku" ucap Mayra


"Untuk apa aku percaya sama kamu" ucap pria itu sarkas


"Aku bukan orang jahat apalagi mata mata" ucap Mayra meyakinkan


Mobil pria itu sudah berada di kota lain dan Mayra tidak pernah berada di kota itu sebelumnya dan tidak mengenali siapapun


"Tapi... apa kau akan bertunangan dengan pakaian pelayan itu" sindir pria itu


Mayra melihat penampilannya sendiri dan dia lupa jika dirinya menggunakan pakaian pelayan untuk menyamar. Sebuah kaca mata tebal dengan rambut tergelung membuat wajah cantik Mayra sedikit berubah


"Mmm aku..."


"Its ok gue paham" ucap pria itu


"Pindah ke depan gue bukan supir lo" sindir pria itu dan seketika Mayra pindah ke bangku penumpang depan


Beberapa menit kemudian mobil yang di kendarai pria itu memasuki sebuah mansion besar dan megah bernuansa putih serta emas perpaduan warna yang terlihat elegan


"Turun" perintah pria itu


Mayra keluar dari dalam mobil dan pandangannya mengedar ke sekeliling mansion yang sangat luas itu


"Jangan menatap seperti seorang mata mata" ucap pria itu dingin dan masuk ke dalam rumah


Mayra tersentak kaget karena ucapan pria itu lalu ikut masuk namun seperti ditelan bumi pria tadi menghilang begitu saja


"Aishhh kemana tuh orang" gumam Mayra


Dirinya bingung harus bagaimana mana mungkin dirinya mencari ke sekeliling mansion yang sangat luas itu


"Toilet nya dimana ya" gumam Mayra


"Rumah ini luas banget sih" desis Mayra


Mansion pria itu dua kali lebih luas dari pada kediaman Mahendra yang juga tergolong besar


Mayra melangkahkan kakinya perlahan untuk mencari toilet. Untuk bertanya pada pelayan dia cukup takut karena tidak mengenal siapapun disini dan tatapan datar dari para pelayan membuat nyalinya menghilang


-


-


-


"Tuan" panggil salah satu bodyguard Delon


"Ada apa" tanya Delon dengan tatapan dingin


"Nona Mayra...."


"Ada apa"


"Mmm nona Mayra tadi"


"Ada apa sama Mayra" tanya Delon kesal karena ucapan anak buahnya yang tidak jelas


"Nona Mayra kabur tuan" ucap bodyguard Delon tersebut dan seketika amarah Delon memuncak


"Apa? Mayra kabur" ucap Ariel menyahuti


Padahal dengan acara perjodohan ini adalah salah satu hal yang bisa membuat mereka berbaikan pikir Ariel


"Dasar kalian gak becus" teriak Delon marah


Sean dan Vito saling tatap dan tersenyum tipis. Sedangkan Tania yang tidak tau apa apa dia juga ikut khawatir


"Mas Mayra kabur" ucap Tania menggoyangkan bahu Vito