The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 63



Darrrr


Bagai di sambar petir air mata Mayra lolos begitu saja tanpa di minta. Jika dirinya telah di pecat maka dirinya mulai detik ini akan jauh dengan Kaysar


Entah sejak kapan hatinya mulai jatuh cinta pada pria itu. Namun kini dirinya harus terluka lagi karena cintanya


Kenapa dirinya harus selalu gagal soal percintaan


"Baiklah saya berterima kasih atas selama ini tuan Kaysar saya pamit" ucap Mayra dan pergi ke dalam kamarnya untuk mengambil barang barangnya


"May" panggil Kaysar namun tak menghentikan langkah Mayra


Pria itu terduduk dengan lemas. Kaysar menatap Rettha dengan tatapan datar


"Mama sekarang udah puas kan" ucap Kaysar dan pergi masuk ke dalam kamarnya


Sedangkan di lantai dua Mayra memasukkan beberapa baju ke dalam sebuah koper kecil dan membawanya keluar dari kamar itu


Mungkin ini terakhir kalinya aku menginjakkan kaki di sini batin Mayra


Dengan sedikit kesusahan Mayra membawa kopernya menuruni anak tangga. Terlihat Rettha sedang duduk santai di ruang keluarga dengan membaca majalah bisnis


Wajah Kaysar sang pembisnis muda terpampang sebagai cover dari majalah tersebut


"Saya permisi nyonya" ucap Mayra dengan menyeret kopernya keluar dari mansion


Rettha menatap kepergian Mayra yang berjalan semakin menjauh dari dirinya


Wanita yang semula bekerja sebagai asisten Kaysar itu keluar dari mansion dan dirinya kini bingung akan pergi kemana


"Haruskah aku kembali ke rumah" gumam Mayra


"Iya kemana lagi kalau gak kembali ke rumah" ucap Mayra


"Tapi kakek? Pasti masih ada di rumah gak aku gak boleh nyerah aku harus tetap di dunia luar anggap aja ini pelatihan untuk aku agar bisa hidup mandiri" ucap Mayra menyemangati dirinya sendiri


Mayra memberhentikan sebuah taksi dan masuk ke dalam taksi tersebut setelah sang supir membantu dirinya memasukkan koper yang dia bawa ke dalam bagasi


"Kemana mbak" tanya sang supir itu


Mayra berpikir sejenak dirinya juga bingung kemana dia harus pergi


"Ke Jalan ini ya pak" ucap Mayra dengan memberikan sebuah alamat pada sang supir taksi


Sang supir menjalankan mobilnya menuju alamat yang di tuju. Mayra menatap ke kaca mobil dengan tatapan nanar seiring dengan taksi itu berjalan mansion terlihat semakin jauh


Mayra menyandarkan tubuhnya pada bagian kursi dan menengadahkan kepalanya menahan air mata yang kembali hampir lolos dari mata indahnya


"Hiks" isak tangis Mayra


"Maaf mbak ini ada tisu mbaknya bisa pake" ucap sang supir taksi prihatin


"Makasih ya pak" Mayra memaksakan senyum di bibirnya


Mayra mengambil beberapa lembar tisu untuk mengusap air matanya


-


-


-


"Ikuti Mayra dan jaga dia aku tidak ingin dia terluka" perintah Kaysar dari balik telepon


"Baik tuan" ucap Kelvin dari balik sambungan telepon


Kaysar memutuskan panggilan secara sepihak kemudian membanting ponselnya ke ranjang miliknya. Pria itu mengacak rambutnya frustasi


Rettha hanya menatap datar putranya dari balik celah pintu


"Kapan kamu akan menyadarinya" gumam Rettha kemudian pergi


-


-


Tit.. tit.. tit..


Pintu terbuka dengan lebar setelah password di masukkan oleh sang pemilik. Seorang wanita dengan menyeret kopernya masuk ke dalam apartemen miliknya


Mayra baru saja membeli sebuah apartemen untuk ia tinggali. Bekerja dengan Kaysar tentu saja gajinya sangat tinggi dan dia mengumpulkan uang itu karena selama ini biaya hidupnya di tanggung semuanya oleh Kaysar


"Kamu harus belajar mandiri Mayra" gumam Mayra dengan tersenyum penuh semangat