The Story Of Mayra And Kaysar

The Story Of Mayra And Kaysar
Bab 7



Bab 7


"Ariel Ariel" teriak Mayra memanggil kekasihnya itu yang terus berjalan menyusuri koridor tanpa mau berhenti namun dirinya yakin sekali jika Ariel mendengar panggilannya


Mayra berlari menyusul langkah Ariel yang panjang hingga akhirnya Mayra bisa meraih tangan Ariel dan menariknya


"Tunggu dulu" ucap Mayra dengan mengatur deru nafasnya


"Apa lagi" tanya Ariel


"Gue mau jelasin soal kemarin" ucap Mayra


"Gak perlu"


"Lo salah paham Riel yang lo lihat kemarin itu tuh ad..."


"Udah May udah semuanya udah jelas gue mau putus lagi pula gue juga akan di jodohin sama papa gue" ucap Ariel jujur


Memang benar dia akan dijodohkan dengan anak teman papanya awalnya dia menolak namun karena salah paham kemarin dirinya akhirnya menerima perjodohan itu. Dirinya juga belum tau bagaimana calon istrinya nanti bahkan untuk bertemu pun belum pernah


Mata Mayra berkaca kaca mendengar pernyataan dari mulut Ariel. Orang yang di sayang akan di jodohkan


"Riel lo nerima perjodohan itu?" tanya Mayra pelan dengan suara bergetar


"Iya" ucap Ariel dengan santai


Darrrr


Bagai di sambar petir hati Mayra mencelos sakit bagaimana bisa pria itu dengan mudah menerima perjodohan itu saat masih bersama dirinya


"Lo tega Riel" teriak Mayra masih berusaha menahan isak tangisnya


"Yang tega itu siapa lo yang selingkuh dari gue" ucap Ariel membela diri


"Udah gue jelasin kalau hal itu salah paham" ucap Mayra


"Salah paham apanya gue udah liat dengan mata kepala gue sendiri" ucap Ariel tak terima


"Tapi emang lo salah paham yang lo lihat itu gak seperti yang lo pikirin" ucap Mayra


"Udahlah lupain aja gue lebih baik lo sama dia" ucap Ariel lalu berjalan pergi begitu saja


"Asal lo tau gue juga di jodohin" teriak Mayra menghentikan langkah kaki Ariel


"So?"


"Gue tolak karena gue udah punya lo dan sekarang lo dengan mudahnya ninggalin gue dan nerima perjodohan itu gak adil Riel" teriak Mayra tak terima


"Lalu siapa yang nyuruh lo nolak" ucap Ariel santai


Mayra menatap heran pada pria di depannya ini. Perubahan sikap yang begitu drastis hanya karena salah paham


"Riel" panggil Mayra pelan


Pria itu kembali melangkah pergi dan menghiraukan Mayra yang diam mematung dengan perasaan kecewanya


Raysa yang melangkah dengan santai sambil bermain ponsel menyadari keberadaan Mayra yang diam sendirian di tengah jalan koridor


"Woi" panggil Raysa


"May" panggil Raysa lagi


Raysa melihat ke arah wajah Mayra dan wanita berparas cantik itu kini meneteskan air mata


"May lo kenapa" tanya Raysa khawatir


Mayra hanya menggelengkan kepala seolah memberi isyarat jika dirinya baik baik saja


"Ada apa cerita ma gue" paksa Raysa


"Permisi" ucap salah satu mahasiswa yang hendak lewat


Menyadari jika mereka berada di tengah jalan akhirnya Raysa membawa Mayra menuju kantin untuk menenangkan diri terlebih dahulu


"Lo mau minum apa" tanya Raysa


Namun lagi lagi tak ada jawaban akhirnya wanita itu memesan minuman kesukaan mereka saja


"Mayra ada apa" tanya Raysa


"Lo ada masalah? Atau berantem sama Ariel" tebak Raysa


Mayra tetap diam membisu membuat Raysa semakin khawatir. Akhirnya Raysa mengirim pesan pada Ara dan Mita untuk mendatangi mereka dan menceritakan tentang keadaan Mayra saat ini