The Legend Of Qixuan

The Legend Of Qixuan
99. Makan Bersama



Ren Qixuan membeli banyak daging dan juga membeli makanan ringan lain seperti jagung atau ubi, malam ini mereka akan menikmati makanan dan bersantai setelah bekerja keras selama hampir setengah bulan yang membuat mereka hampir tidak tidur sama sekali. Tentu saja hal ini adalah hal yang buruk, terutama bagi kesehatan mereka semua.


Tapi, Ren Qixuan memiliki ide bagi mereka dengan makan bersama ini maka selain membuat hubungan mereka menjadi lebih dekat satu sama lain juga membuat mereka menjadi saling mengerti satu sama lain, mereka sudah melewati proses hidup dan mati bersama sama dan berjuang bersama untuk melewati hal hal sulit.


Hanya saja, sayang sekali......


Mereka mungkin tidak bisa seperti ini selamanya, mereka mungkin akan berpencar dan akan ada orang yang meninggalkan mereka atau bahkan juga ada orang yang pergi untuk menyembah tuan yang baru.


Ren Qixuan sudah menguatkan hatinya sejak awal karena hati manusia adalah hal yang paling tidak bisa ditebak oleh siapapun dan merupakan hal yang paling unik sehingga itu adalah hal yang tidak bisa diprediksi bahkan oleh dirinya yang sudah berpengalaman sekalipun.


Dia sendiri sudah mengingatkan dirinya berulang kali bahwa manusia adalah makhluk yang paling setia tapi pada saat yang sama juga mahkluk yang paling tidak setia, ini adalah hal yang rumit.


Sama seperti dirinya, dia juga tidak mampu untuk menemukan dirinya pada orang lain dan tidak mampu untuk menilai dirinya sendiri, orang seperti apa dirinya.


Sudah lama sekali sejak dia mampu memahami dirinya sendiri, sejak kematian keluarganya dan kematian dirinya di tiang gantung pada hari itu, dia sudah melupakan dirinya sendiri.


Dia tidak ingat pada cita citanya, dia tidak ingat apa hobinya, satu satunya hal yang dia ingat adalah dendam dan hutang darah yang dimiliki oleh Keluarga Kerajaan Zhang pada dirinya dan Keluarga Han.


Ren Qixuan menghela nafas, bahkan jika dia memiliki hati yang dingin dan sudah penuh dengan kemampuan menekan emosinya, tapi dia masih merasakan sakit.


Ren Qixuan bertanya tanya alasan mengapa dia bisa merasa sesakit ini, apakah karena hatinya kurang dingin atau sebenarnya karena ini memang adalah reaksi yang normal.


Ren Qixuan tersadar bahwa dia berada di dalam rombongan sehingga dia memaksakan diri untuk tersenyum di hadapan semua orang agar kesedihannya tidak terlihat oleh orang lain.


Dia menjadi mengingat bagaimana dia dan keluarganya akan menikmati daging bakar dengan arak untuk menyambut tahun baru, disaat para bangsawan lain menganggap bahwa itu adalah hal yang rendahan dan tidak layak dilakukan.


Tapi, mereka tidak merasa keberatan. Mereka duduk bersama dengan pelayan mereka dan makan bersama, tepat seperti yang dia lakukan pada hari ini.


Betapa lucunya, bahwa mereka hanya akan kembali mengulangi apa yang sudah pernah terjadi. Yi Ling memperhatikan keanehan pada ekspresi Ren Qixuan, bahkan jika dia tersenyum tapi senyum itu hampa.


"Apakah kamu merasa tidak senang ?" Tanya Yi Ling.


Ren Qixuan langsung tersadar ketika mendengar kata kata Yi Ling, dia langsung menoleh pada pemuda itu dan tersenyum lembut.


"Bagaimana mungkin aku merasa tidak senang ? Asalkan semua orang bahagia, maka aku akan ikut bahagia. " Ucap Ren Qixuan.