
Lin Wuxin hanya tertawa ringan, tidak marah dengan kritik yang dia berikan kepadanya. Ren Qixuan sekalipun ikut tertawa dengan hal ini.
Dia memandang ke arah Lin Wuxin lalu memainkan bidaknya dengan tenang, dia mengingat masa masa ketika dia masih menjadi murid Lin Wuxin, dia memang sering untuk bertanding dengan pria tua ini.
Pria tua ini memiliki kepribadian yang eksentrik sehingga sulit untuk menebak niatnya apakah benar benar baik , tulus atau tidak.
Bagaimanapun, Lin Wuxin ini terbiasa hidup sendirian tanpa orang lain. Kehilangan satu murid, mungkin saja tidak akan berpengaruh banyak pada kehidupannya.
Sedih untuk mengatakannya tapi Ren Qixuan sendiri tidak berharap banyak dari pria tua yang aneh ini, entah bagaimana mereka bisa menjadi guru dan murid. Padahal karakter mereka tidak bisa dikatakan saling terhubung satu sama lain.
Mereka bahkan bisa dianggap tidak akur sebagai guru dan murid, bisa dikatakan bahwa hubungan guru dan murid mereka agak aneh dan berbeda dari orang pada umumnya.
Mereka sering bertengkar dan berdebat, mereka sering bertanding satu sama lain, daripada mengatakan seperti murid, itu lebih mirip seperti musuh yang menyamar sebagai teman.
"Lalu, apakah kamu kesepian setelah Nona Han di eksekusi ?" Tanya Ren Qixuan.
"Tidak juga, bagaimanapun aku sudah terbiasa hidup sendirian. Aku tidak akan merasa kehilangan hanya karenanya. " Jawab Lin Wuxin.
"Kamu benar benar luar biasa sekali, aku merasa sangat kagum dengan kemampuanmu sebagai guru. " Ucap Ren Qixuan.
"Aku akan menganggapnya sebagai pujian untukku. " Balas Lin Wuxin.
"Memang lebih baik untuk menganggapnya seperti itu. " Balas Ren Qixuan dengan agak menyindir.
"Apakah kamu benar benar baru pertama kali bermain catur ?" Tanya Lin Wuxin.
"Ya, ini adalah pertama kalinya bagiku. " Jawab Ren Qixuan tanpa keraguan.
"Kalau begitu maka kamu benar benar berbakat, apakah kamu ingin masuk ke dalam pengadilan ?" Tanya Lin Wuxin.
Ren Qixuan tidak buru buru untuk menjawab dan mengambil bidaknya untuk menahan bidak milik Lin Wuxin sampai ke titik dimana Lin Wuxin harus berpikir keras.
"Aku ingin masuk ke pengadilan, sejak kecil, aku mengagumi seseorang, yaitu Yue Ming dari Divisi Hukum. Aku mendengar bahwa dia adalah orang yang jujur dan murni. " Ucap Ren Qixuan.
Lin Wuxin yang mendengar ini tertawa ringan tapi entah mengapa itu seperti sindiran baginya, karena memuji musuhnya sendiri. Tapi, mungkin itu hanya perasaannya saja.
Lagipula, apa yang bisa dilakukan oleh pria tua aneh ini ? Ren Qixuan menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tidak terlalu menunjukkan kemampuannya.
"Caramu bermain mirip dengan cara bermain Han Qixuan, jika aku tidak membawa mayatnya secara pribadi maka aku akan percaya bahwa kamu adalah dia. " Ucap Lin Wuxin.
"Kamu orang yang membawa mayat Keluarga Han ? Bukankah dikatakan bahwa mayat keluarga Han dibuang ke dalam hutan oleh Keluarga Kekaisaran ?" Tanya Ren Qixuan tertarik dengan hal ini.
"Itu adalah apa yang orang orang ketahui, tapi aku memohon secara pribadi kepada Yang Mulia untuk membawa pulang muridku. Yang Mulia mau tidak mau memberikan sedikit wajah padaku, bagaimanapun itu hanya mayat yang tidak berguna lagi. " Jawab Lin Wuxin.
Dia tertawa agak miris, pada saat ini dia bahkan tidak tahu dimana abu milik keluarganya. Lin Wuxin ini mengatakan semuanya secara separuh separuh yang membuatnya merasa sangat penasaran tapi pada saat yang sama dia tidak boleh mengungkapkan identitasnya di hadapan Lin Wuxin.
Melihat bahwa keputusan akhir ada di tangannya, Ren Qixuan memilih untuk mengalah pada Lin Wuxin dan mengambil jalan yang salah.
"Guru Lin benar benar ahli dalam catur, aku hanya seorang pemula. Kali ini benar benar melihat kemampuan dari Guru Agung seperti Guru Lin. Jika di masa depan memiliki kesempatan lain maka aku pasti akan bertarung lagi dengan Guru Lin. " Ucap Ren Qixuan.
"Kamu memujiku terlalu besar, jelas jelas kamu mengalah padaku sebelumnya. " Ucap Lin Wuxin dengan mudah melihat tindakannya.
"Itu tidak bisa dianggap mengalah, karena aku sudah mengerahkan seluruh kemampuanku. Pada saat ini, keluargaku mungkin menungguku. Jangan sampai mereka khawatir denganku karena tertahan disini, selamat tinggal Guru Lin. " Balas Ren Qixuan berpamitan.
"Ya, kita akan segera bertemu lagi di Pengadilan. Dengan bakatmu maka tidak akan sulit bagimu untuk masuk ke dalam pengadilan Istana. " Ucap Lin Wuxin tertawa penuh makna.
Ren Qixuan berusaha untuk tidak memikirkan hal ini dan berjalan pergi dari ruangan Lin Wuxin. Pada saat yang sama Lin Wuxin duduk dan menatap punggung Ren Qixuan dengan tatapan yang rumit.
"Lama tidak berjumpa, Qixuan. " Gumam Lin Wuxin sebelum akhirnya pintu tertutup.
Ren Qixuan tidak mampu untuk mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Wuxin padanya. Dia berjalan pergi terburu buru untuk melihat bahwa hari sudah siang.
Tapi ujian masih belum selesai, di Akademi Kekaisaran Liu memiliki enam jenis lembar kerja yang harus diisi dan akan menghabiskan hampir 12 jam di dalam ruangan.
Maka dari itu, mereka memiliki istirahat makan siang dan makan malam. Dengan begitu maka mereka akan memakan waktu yang lebih lama di dalam ruangan.
Kebanyakan orang tua atau keluarga akan pulang terlebih dahulu. Tapi Ling Yue sangat semangat dan enggan untuk pulang terlebih dahulu.
"Kalau begitu maka bagaimana kalau kita makan dulu ?" Tanya Ren Qixuan.
"Tentu saja. " Ucap Ren Xing.
Mereka keluar dari Akademi Kekaisaran untuk melihat beberapa toko makanan yang ada di sekitar, mereka masuk ke dalam sebuah toko mi yang sangat ramai.
Mereka diarahkan untuk naik ke lantai dua dan sesampainya di lantai dua, mereka duduk di samping pembatas dan bisa melihat lalu lalang orang orang dari atas sini.
Betapa indahnya pemandangan disini membuat semua orang yang melihatnya pasti akan merasakan kekaguman tanpa batas.
"Apakah kakak menyukai makanan yang diberikan ?" Tanya Ren Xing dengan khawatir.
"Dia pasti akan menyukai makanan yang diberikan, aku mendengar bahwa makanan yang diberikan oleh Akademi Kekaisaran sangat baik."Jawab Ren Qixuan.
"Kemana kamu pergi ? Kamu pergi cukup lama, hampir satu jam. " Ucap Ling Yue.
"Sebenarnya aku malu untuk menceritakan hal ini, awalnya aku mendengar bahwa kakak pertama mengatakan kalau taman di Akademi Kekaisaran sangat indah dan menarik untuk di kunjungi, tapi karena inisiatif ku sendiri, aku ternyata tersesat sehingga aku bertanya beberapa kali dan pada akhirnya aku berputar putar di tempat yang sama beberapa kali. " Balas Ren Qixuan mengarang cerita yang indah, bagaimanapun tidak mungkin baginya untuk menceritakan kepada Ling Yue bahwa dia bermain catur dengan Guru Agung di Akademi Kekaisaran.