
Tidak lama kemudian, Ling Yue tiba dengan rambut yang masih tergerai karena basah kuyup lalu duduk di sebelah Ren Xing.
"Selamat makan semuanya, aku membuatkan ini secara khusus untuk putraku yang aku sayangi dan aku cintai serta yang paling aku banggakan." Ucap Ling Yue.
Ling Yue bangkit dan mengecup pipi kanan dan kiri putra sulungnya itu dengan penuh kasih sayang.
Semua orang bertepuk tangan tapi Ren Qixuan melirik ke arah Ren Xing yang tersenyum dengan agak dipaksakan.
Dia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Ren Xing, pastilah merasa agak menyedihkan karena dirinya bukan yang paling di banggakan oleh Ibunya.
Ren Xing berusaha untuk menyembunyikan kesedihan yang dia rasakan tapi Ren Qixuan masih bisa merasakannya.
Semua orang mulai makan dan menghabiskan enam macam sayur yang dimasak oleh Ling Yue dan Ren Qixuan.
"Hm, enak sekali. Terima kasih banyak !" Seru Ren Qixuan.
"Aku akan melanjutkan belajarku selama setengah jam lagi. " Ucap Ren Wang.
"Aku akan mencari udara segar diluar. " Ucap Ren Xing.
"Ya, kalian lakukanlah kegiatan kalian. Aku akan memilih beberapa perhiasan, seorang ibu calon sarjana harus memiliki penampilan yang baik. " Balas Ling Yue dengan semangat dan sangat bahagia.
Ren Xing berjalan ke depan dan duduk di taman sendirian , pada saat yang sama Ren Qixuan datang dan duduk di sampingnya. Dia melihat bahwa wajah Ren Xing agak buruk sehingga mungkin sibuk dengan pikirannya sendiri dan tidak menyadari kedatangan Ren Qixuan di sampingnya.
"Kakak , apa yang sedang kamu pikirkan ?" Tanya Ren Qixuan.
Ren Xing terkejut ketika mendengar suaranya dan langsung mengusap wajahnya dan memaksakan diri untuk tetap tersenyum seperti biasa.
"Aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku sedang mencari angin segar. " Jawab Ren Xing.
"Kalau begitu maka aku akan menemanimu, aku akan mengatakan hal ini padamu. Kamu tentu saja adalah putra yang membanggakan juga, kamu tidak berbakat dalam sastra tidak menjadi tolak ukur bagi orang lain untuk menghalangimu membanggakan Ibumu. " Ucap Ren Qixuan.
"Kamu memiliki hati yang baik dan kemampuan yang cekatan, itu adalah hal yang sangat baik. Ketika bertemu dengan bahaya yang nyata maka seluruh pengetahuan itu tidak akan sepenuhnya menjadi tolak ukur. " Lanjut Ren Qixuan.
"Entahlah, aku hanya bingung kenapa aku tidak bisa menjadi seperti kakakku yang memiliki bakat yang luar biasa dan lulus di Akademi Kekaisaran. Dengan begitu maka Ibuku bisa menceritakan hal ini kepada orang lain dengan penuh kebanggaan sebagaimana dia menceritakan kakak. " Ucap Ren Xing dengan sedih.
"Apakah kamu pernah mendengar kisah Keluarga Han ? Putra pertamanya memiliki kemampuan sastra yang sangat baik tapi dia penyakitan dan sulit untuk keluar dari rumah sementara putra keduanya sangat baik dalam bela diri tapi sulit untuk lulus dari Akademi Kekaisaran, bukankah mereka saling melengkapi satu sama lain ?" Tanya Ren Qixuan.
Ren Xing merasa lebih baik setelah dihibur oleh Ren Qixuan, Ren Qixuan sendiri tersenyum tipis. Dia melihat Keluarga Ren ini seperti replika dari Keluarga Han.
Dia merasa seperti melihat kedua kakaknya di diri Ren Wang dan Ren Xing, Han Yang juga merasa iri pada bakat Han Wei di awal awal tapi seiring berjalannya waktu, mereka menjadi saling melengkapi satu sama lain.
"Kamu benar, aku seharusnya tidak terlalu berhati sempit. Aku iri dengan saudaraku, padahal setiap orang memiliki bagian masing masing. " Ucap Ren Xing.
"Baguslah kalau kakak kedua lebih mengerti maka aku akan lebih tenang. " Ucap Ren Qixuan tersenyum tipis.
Ren Xing menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum cerah seperti semula, mereka kembali ke penginapan dan melihat bahwa Ren Wang sedang belajar dengan serius.
"Kakak pertama, ayo pergi !" Seru Ren Qixuan.
"Baik, ayo. " Balas Ren Wang.
Mereka berempat meninggalkan penginapan dan pergi menuju Akademi Kekaisaran tempat Ren Wang belajar dan berlatih selama beberapa tahun belakangan ini.
Selama ini, Ren Wang sendiri tinggal di sebuah penginapan kecil yang ada di sudut kota pada saat ada pembelajaran Akademi Kekaisaran.
Untuk pergi ke Provinsi Barat akan memakan waktu 3 jam, sementara jika ingin pulang maka akan memakan waktu yang sama.
Jika Akademi Kekaisaran memulai pengajaran sejak pukul 8 maka Ren Wang harus bersiap siap dari pukul 3 atau pukul 4.
Akademi Kekaisaran menghabiskan seluruh pelajarannya dalam sehari bisa sampai pukul 4 sore atau bahkan jika pengajaran sedang sangat banyak mungkin saja sampai pukul 6 .
Itu berarti Ren Wang baru bisa tiba dirumah pukul 7 atau pukul 9. Itu akan berbahaya bagi keselamatannya sehingga dia tinggal di penginapan dan pulang pada akhir pekan.
Mereka akhirnya tiba di Akademi Kekaisaran, ketika Ren Qixuan turun, dia melihat bahwa tempat ini sama sekali tidak berubah.
Dia melihat seorang pengajar di Akademi Kekaisaran , Wang Yu An. Ren Wang turun dan memberikan hormat kepada pria itu.
"Guru Wang, murid ini meminta doa mu selama ujian ini. " Ucap Ren Wang.
"Wang, kamu adalah murid kesayanganku selama ini. Kamu harus berlatih dan berusaha yang sebaik mungkin untuk menarik perhatian Guru Agung. " Balas Wang Yu An dengan suara yang agak pelan.
"Guru Wang, Wang'er banyak menceritakan jasamu kepada kami. Kami berterima kasih banyak kepadamu, tidak banyak yang bisa kami berikan, tolong terima pemberian sederhana kami. " Ucap Ling Yue dan memberikan sebuah kotak.
"Ha ha ha, kalian terlalu repot. Silakan masuk, silakan masuk !" Seru Wang Yu An tertawa.
Ren Qixuan menatapnya dengan datar, bagaimana dia melupakan bagaimana orang seperti Wang Yu An ini bisa masuk ke Akademi Kekaisaran ?
Seorang penjilat handal, di masa lalu dia hanya seorang sarjana yang gagal. Sehingga dia memohon kepada Han Yaoling, Han Yaoling pada akhirnya menempatkannya sebagai wakil pengajar di Akademi Kekaisaran.
Tapi, demi untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi, dia bahkan rela untuk menggigit tangan yang telah memberinya makan selama ini.
Ya, dia adalah antek dari Zhang Xiao yang sudah mengantarkan permata dari barat itu. Dia hanya tutup mulut melihat orang yang menolongnya mati digantung.
Ren Qixuan melihat bahwa ternyata Wang Yu An dan dirinya bertemu lagi disini sebagai guru Ren Wang.
"Kakak Pertama , apakah kamu memiliki hubungan yang dekat dengannya ?" Tanya Ren Qixuan.
"Tidak, hanya saja aku mendengar bahwa dia suka menindas murid murid yang berasal dari desa sepertiku. Aku hanya ingin mencegah dia memberikan nilai buruk. " Jawab Ren Wang.
"Dia seharusnya tidak akan memberikan nilai buruk. " Balas Ren Qixuan dengan senyum penuh makna.